Kediri – DPRD Kabupaten Kediri menegaskan akan tetap menjalankan tugas-tugas kedewanan meski gedung utama mereka mengalami kerusakan berat akibat kerusuhan pada 30 Agustus 2025. Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, menyatakan pihaknya masih memiliki beberapa ruangan yang bisa difungsikan untuk melanjutkan aktivitas.
“Yang penting, dengan kondisi sekarang kami masih bisa bekerja. Beberapa ruangan masih layak pakai, jadi kami tetap bisa menjalankan fungsi kedewanan,” ujar Murdi dalam pernyataan resminya, Senin (1/9/2025).
Meski begitu, ia mengakui bahwa rehabilitasi gedung DPRD membutuhkan biaya besar, tidak cukup hanya Rp1–2 miliar. “Kami akan komunikasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Akibat kerusuhan tersebut ia mengungkapkan sejumlah aset DPRD mengalami kerusakan dan kehilangan. Hanya empat unit mobil Hiace yang berhasil diselamatkan sementara kendaraan lain, ratusan kursi paripurna, peralatan kantor dan dokumen penting hangus terbakar. Ia menafsir kerugian mencapai diatas 10 miliar.
Murdi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Kediri atas belum maksimalnya DPRD dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi. Ia menyesalkan peristiwa kerusuhan yang tidak terduga itu, yang menurutnya terjadi tanpa ada pemberitahuan maupun dialog dengan pihak DPRD.
“Kami prihatin sekaligus memohon maaf apabila kinerja kami masih banyak kekurangan. Ke depan, DPRD akan berusaha memperbaiki diri secara kelembagaan agar lebih baik dalam menerima aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Murdi mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban di Kabupaten Kediri. “Semoga insiden ini tidak terulang kembali, dan kondisi segera pulih serta kondusif,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










