Kediri – Penerbitan KTP-el di Kabupaten Kediri mencapai 99,73 persen, melampaui target nasional sebesar 99,6 persen, hingga akhir tahun 2024.
Meski demikian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kediri terus mengupayakan capaian 100 persen dengan berbagai strategi.
Salah satu tantangannya adalah dinamika jumlah penduduk yang terus bertambah setiap hari, khususnya remaja yang genap berusia 17 tahun dan mulai memenuhi syarat memiliki KTP-el.
“Setiap bulan kami berkoordinasi dengan kecamatan dan desa untuk mendapatkan daftar penduduk yang segera berusia 17 tahun, agar bisa dijangkau secara proaktif,” ujar Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Kediri M Kahfi Fauzi, Senin, (28/07/2025).
Program “Sahaja Putih Abu-Abu” menjadi salah satu andalan untuk menjangkau siswa SMA yang akan mengurus KTP-el pertama mereka. Tak hanya itu, Disdukcapil juga fokus pada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Untuk menjangkau mereka, petugas melakukan layanan jemput bola berupa perekaman door-to-door, bekerja sama dengan Dinas Sosial serta jejaring lokal. “KTP-el sangat penting karena menjadi syarat utama dalam mengakses layanan kesehatan, bantuan pemerintah, hingga administrasi kependudukan lainnya,” tambahnya.
Dalam beberapa kasus, Disdukcapil bahkan terlibat dalam identifikasi warga tidak dikenal seperti korban kecelakaan atau ODGJ yang dirawat di rumah sakit. Proses ini dilakukan menggunakan pemeriksaan biometrik dan kolaborasi dengan pihak rumah sakit serta kepolisian.
Terkait kesesuaian data, Disdukcapil menegaskan bahwa data KTP-el dan Kartu Keluarga (KK) harus sama karena bersumber dari sistem yang sama. Jika ada perbedaan, biasanya karena kesalahan saat pengajuan dokumen oleh pemohon.
Adapun perbedaan antara data KTP dengan dokumen lain seperti ijazah tidak serta merta membuat KTP tidak sah. Koreksi data pada dokumen lain tetap harus melalui proses hukum yang berlaku.
Ke depan, Disdukcapil Kabupaten Kediri akan terus memperkuat layanan berbasis jemput bola serta edukasi kepada masyarakat untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam layanan administrasi kependudukan. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










