Kediri – Kota Kediri menjadi tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang diikuti oleh 14 kota dari wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kerja sama antar pemerintah daerah sekaligus menampilkan potensi unggulan masing-masing kota.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswari, menyampaikan bahwa forum ini tidak hanya sebagai bentuk silaturahmi antar kepala daerah, tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk berbagai isu penting, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
“Setiap kota memiliki tantangan yang berbeda. Melalui Muskomwil ini, kita ingin berbagi pengalaman, mencari solusi bersama, dan membuka peluang kolaborasi antar kota. Ketika daerah lain punya potensi, kita bisa sinergikan dengan daerah kita,” ujar Wali Kota Vinanda.
Kegiatan Muskomwil IV ini turut dimeriahkan dengan Kediri City Expo, yang menampilkan berbagai produk unggulan dan kebudayaan lokal dari kota-kota peserta. Menurut Vinanda, ini menjadi cara untuk menunjukkan keunggulan di bidang kuliner, budaya, dan UMKM kepada peserta Muskomwil.
Selain pembahasan isu-isu aktual daerah, Muskomwil juga akan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang nantinya disampaikan ke pemerintah pusat. Salah satu isu yang bakal dibahas secara mendalam adalah bagaimana menyelaraskan program strategis nasional (PSN) dengan kebijakan dan kapasitas daerah.
“Banyak regulasi dari pusat yang harus diterjemahkan ke tingkat daerah, termasuk proyek strategis nasional. Ini akan menjadi bahasan penting dalam forum karena tantangannya besar, terutama dalam pengendalian inflasi dan alokasi anggaran,” terang salah satu peserta forum.
Kegiatan ini juga akan menetapkan ketua baru Komisariat Wilayah IV, menggantikan Wali Kota Mojokerto yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengurus APEKSI. Selain itu, forum akan menentukan tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) mendatang, sebagai persiapan menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI 2026 di Medan.
Vinanda menegaskan, siapapun kota yang dipilih menjadi tuan rumah selanjutnya, yang terpenting adalah kesepakatan bersama dan kesiapan kota tersebut.
“Tidak harus kota besar atau kecil. Yang penting adalah komitmen dan kesiapan bersama dalam membawa semangat kolaborasi,” tutup Vinanda.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










