Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di rumah milik Fatchuloh Agus Noyang, warga Kelurahan Jamsaren, Kota Kediri. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan penanganan dan bantuan kepada korban berjalan dengan cepat.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (9/7) sekitar pukul 08.30 WIB itu menghanguskan sebagian rumah korban, terutama pada bagian dapur dan kamar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil cukup signifikan. Saat kejadian, rumah hanya dihuni oleh istri korban, sementara Fatchuloh dan anggota keluarga lainnya sedang berada di luar rumah.
Wali Kota Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa kehadirannya bersama tim BPBD dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada warganya yang tertimpa musibah.
“Hari ini kami hadir di lokasi kebakaran sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Kediri. Kami telah memberikan bantuan berupa sembako, selimut, terpal, dan berbagai kebutuhan lainnya. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban,” ujar Vinanda.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Perkim untuk melakukan kajian terkait kemungkinan bantuan pembangunan kembali rumah korban. “Jika syarat administrasinya bisa dipenuhi, akan kami upayakan bantuan pembangunan rumah agar keluarga bisa segera menempati rumah yang layak,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Damkar usai menerima laporan kebakaran. Setelah pemadaman selesai, BPBD segera melakukan pendataan dan penyaluran bantuan logistik.
“Bantuan logistik yang kami serahkan antara lain selimut, makanan siap saji, terpal, dan kebutuhan lansia. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk segera hadir ketika ada masyarakat yang terdampak bencana,” tutur Joko.
Ia juga menyebutkan bahwa BPBD siap membantu lebih lanjut, termasuk pemasangan terpal atau kebutuhan lain yang diperlukan korban.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari warga sekitar, sumber kebakaran diduga berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan.
Kondisi rumah yang sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar mempercepat penyebaran api. Damkar yang datang beberapa menit setelah laporan diterima berhasil memadamkan api dan mencegah kebakaran merembet ke rumah tetangga.
Sebagai langkah pencegahan ke depan, BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran akan menggelar sosialisasi kepada warga mengenai bahaya kebakaran dan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan peralatan rumah tangga.
“Kami akan terus mengedukasi masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan dan kewaspadaan adalah kunci,” pungkas Wali Kota Vinanda.mg
There is no ads to display, Please add some









