Kediri – Cita rasa pedas dengan resep turun-temurun menjadi kunci bertahannya Warung Lodho Ayam Kampung Bapak’e di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Berdiri sejak 2009, warung ini masih mempertahankan cara memasak khas yang berbeda dari ayam lodho pada umumnya.
Pemilik warung, Nini Suwarni, menceritakan bahwa awalnya ia hanya berjualan nasi pecel. Sekitar 10 tahun lalu, ia mulai mencoba menjual ayam lodho dengan jumlah yang sangat terbatas.
“Awalnya cuma coba-coba, sehari paling dua ekor. Lama-lama banyak yang suka,” ujarnya Sabtu (1/8).
Popularitas ayam lodho racikannya mulai meningkat setelah ayam lodhonya menjadi makanan andalan Bupati Sutrisno dan tamu dari Pemerintah Kabupaten Kediri diajak makan di warung tersebut. Sejak saat itu, warungnya semakin dikenal hingga didatangi pelanggan dari berbagai daerah.
Keunikan ayam ini terletak pada proses pengolahannya. Berbeda dengan ayam lodho khas Tulungagung yang umumnya melalui proses pembakaran sebelum dimasak, ayam lodho di warung ini langsung dimasak bersama racikan bumbu rahasia keluarga.
“Kalau di sini langsung dimasak dengan bumbu. Yang khas ya pedasnya, meski kami juga menyediakan yang tidak pedas. Resepnya memang resep keluarga,” katanya.
Nama “Lodho Ayam Kampung Bapak’e” juga memiliki cerita tersendiri. Menurut Nini, nama tersebut diberikan oleh pelanggan setianya, termasuk mantan Bupati Kediri Sutrisno yang kerap singgah menikmati ayam lodho di warungnya.
Meski sempat membuka cabang, usaha kuliner tersebut kini menghadapi tantangan akibat menurunnya daya beli masyarakat. Jika sebelumnya mampu menghabiskan 15 hingga 20 ekor ayam setiap hari, bahkan mencapai 40 hingga 50 ekor saat akhir pekan, kini penjualannya turun sekitar 50 persen.
“Sekarang sehari paling sekitar 10 ekor, kalau akhir pekan sekitar 15 ekor. Mungkin karena kondisi ekonomi sedang lemah,” ungkapnya.
Meski demikian, Nini memastikan kualitas rasa tetap menjadi prioritas. Ia mengaku tidak pernah mengurangi komposisi bumbu maupun cita rasa pedas yang menjadi ciri khas ayam lodho buatannya.
“Selain ayam lodho, kami juga menyajikan aneka menu rumahan seperti sayur lodeh, oseng kates, hingga lele goreng,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









