Kediri – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai hari pertama pelaksanaan open house Sekolah Rakyat Kota Kediri, Senin (13/7). Ratusan calon siswa mulai memasuki lingkungan sekolah dan asrama dengan diantar langsung oleh orang tua masing-masing sebagai bagian dari persiapan sebelum dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pada kegiatan ini, para siswa melakukan registrasi ulang, mengenal lingkungan sekolah, pembagian kamar asrama, serta mulai beradaptasi dengan tempat tinggal baru yang akan mereka tempati selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dengan fasilitas yang memadai.
“Program ini sangat bagus karena memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak kita untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Harapannya Sekolah Rakyat bisa menjadi wadah agar mereka belajar dengan aman, nyaman, dan mampu meraih cita-cita setinggi mungkin,” ujar Vinanda.
Menurutnya, konsep sekolah berasrama memungkinkan seluruh kebutuhan siswa terpenuhi di satu lokasi, mulai dari tempat belajar, makan hingga tempat tinggal. Selain itu, sekolah juga akan mendukung pengembangan bakat dan minat siswa.
“Kalau anak-anak memiliki potensi, misalnya menyanyi, bermain musik atau ingin menjadi atlet, insyaallah nanti akan difasilitasi di sekolah ini. Semoga ini benar-benar menjadi wadah bagi mereka untuk meraih cita-cita ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttaqin menjelaskan, jumlah siswa asal Kota Kediri yang telah terdaftar mencapai 192 anak. Selain itu, Sekolah Rakyat Kota Kediri juga menerima titipan sebanyak 30 siswa kelas VII dari Sekolah Rakyat Mojokerto sehingga total penghuni pada tahap awal mencapai sekitar 222 siswa.
Meski demikian, proses penerimaan siswa masih terus dibuka hingga masa MPLS berakhir sesuai arahan Kementerian Sosial. Dari hasil penjangkauan terakhir, telah ada tambahan sekitar 12 calon siswa dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.
“Hari ini anak-anak mulai masuk ke asrama. Kuota yang tersedia sebanyak 270 siswa, sementara yang sudah terisi sekitar 192 siswa dari Kota Kediri ditambah 30 siswa dari Mojokerto,” jelas Imam.
Ia menyebut kesiapan operasional Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai sekitar 94 persen. Gedung untuk jenjang SMP dan SMA sudah siap digunakan, sedangkan penyelesaian gedung SD masih berlangsung hingga akhir Juli.
Untuk sementara, siswa SD akan menggunakan fasilitas belajar dan asrama bersama jenjang SMP dan SMA dengan pengaturan terpisah berdasarkan jenis kelamin. Setelah seluruh pembangunan rampung pada 31 Juli mendatang, para siswa akan menempati gedung sesuai jenjang masing-masing.
“Dalam mendukung operasional sekolah, Pemerintah Kota Kediri akan memberdayakan guru dari Dinas Pendidikan sebagai guru tamu. Sementara tenaga kependidikan sementara berasal dari unsur eks pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tagana sesuai skema yang disiapkan Kementerian Sosial,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










