Kediri – Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kediri periode 2026–2031 resmi dilantik di Ruang Joyoboyo Kota Kediri pada Senin (13/7).
Ketua Kadin Kota Kediri yang baru, Novita Handayani berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan berbagai inovasi guna memperkuat UMKM dan membuka lebih banyak lapangan kerja di Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan apresiasi kepada pengurus Kadin Kota Kediri periode 2021–2026 yang dinilai mampu menjalankan organisasi di tengah tantangan pandemi COVID-19.
Menurut Vinanda, saat itu dunia usaha menghadapi tekanan besar mulai dari menurunnya permintaan pasar, terganggunya rantai pasok, hingga ketidakpastian ekonomi. Meski demikian, Kadin tetap hadir mendampingi pelaku usaha melalui berbagai program seperti pelatihan kewirausahaan, pendampingan legalitas usaha, fasilitasi sertifikasi produk, digitalisasi pemasaran hingga pembinaan UMKM agar mampu naik kelas.
“Di tengah situasi tersebut, Kadin Kota Kediri tetap hadir mendampingi para pelaku usaha melalui berbagai program yang sangat membantu UMKM dan IKM,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sejumlah inovasi yang lahir selama kepengurusan sebelumnya, salah satunya pendirian Rumah Kurasi yang memberikan pendampingan profesional bagi UMKM serta berbagai kerja sama dengan mitra nasional maupun internasional.
Kepada pengurus baru, Vinanda berharap amanah tersebut dijalankan dengan dedikasi, profesionalisme, dan semangat kolaborasi.
Menurutnya, tantangan dunia usaha lima tahun ke depan berbeda dengan periode sebelumnya. Transformasi digital, perubahan perilaku konsumen hingga persaingan usaha yang semakin ketat menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Vinanda juga menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah pekerja sektor informal terus meningkat hingga mencapai sekitar 86,5 juta orang atau hampir 60 persen dari total tenaga kerja pada 2022. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang bertahan di sektor informal akibat dinamika ekonomi.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri yang tercatat sebesar 1,74 persen menjadi pengingat bahwa masih banyak ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan inklusif.
“Oleh karena itu saya berharap kepengurusan Kadin yang baru mampu menghadirkan inovasi-inovasi baru yang semakin memperkuat posisi UMKM dan IKM di Kota Kediri,” kata Vinanda.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Kediri periode 2026–2031 Novita Handayani mengatakan kepengurusan baru akan mempertahankan berbagai program yang sudah baik sekaligus melakukan pembaruan sesuai kebutuhan saat ini.
“Kita pasti ingin melakukan inovasi, penambahan, juga perubahan. Yang kemarin sudah bagus akan kita pertahankan, sedangkan yang masih kurang akan kita sempurnakan,” ujarnya.
Novita menilai kondisi ekonomi saat ini masih cukup berat. Efisiensi di berbagai sektor, banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK), serta melambatnya perputaran uang menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.
Karena itu, pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri, perbankan, serta berbagai mitra strategis untuk menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu fokus utama Kadin ke depan adalah memperkuat UMKM sekaligus membuka akses kerja melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Kita ingin bukan hanya memberikan pelatihan, tetapi pelatihan yang ada output-nya. Teman-teman yang membutuhkan pekerjaan bisa tersalurkan karena kita bekerja sama dengan mitra-mitra yang membutuhkan karyawan,” jelasnya.
Novita menambahkan, seluruh program kerja lima tahun ke depan masih akan dimatangkan melalui rapat kerja bersama seluruh bidang organisasi.
“Namun dua prioritas utama menjadi fokus adalah pengembangan UMKM dan penciptaan lapangan kerja di Kota Kediri,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










