Kediri – Festival Olahan Tahu Takwa menjadi salah satu agenda yang memeriahkan Mapan Expo dalam rangka Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri, Sabtu (4/7).
Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri ini diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan hotel, UMKM, komunitas, hingga pelaku kuliner yang beradu kreativitas mengolah tahu takwa menjadi sajian inovatif.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priyambodo, mengatakan festival ini digelar sebagai tindak lanjut atas pengakuan Tahu Takwa Kediri sebagai Warisan Budaya Takbenda yang diterima pada 15 Desember lalu. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya inovasi kuliner berbahan dasar tahu takwa.
“Tahu Takwa sudah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Dalam rangka Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri, kami ingin semua yang memiliki kemampuan memasak, mulai dari perhotelan, UMKM, hingga komunitas, beradu kreasi menciptakan menu olahan tahu takwa,” ujar Bambang.
Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi dengan total sekitar 50 peserta yang mengikuti perlombaan. Bahkan, sejumlah anak muda juga turut ambil bagian melalui komunitas kuliner yang mereka bentuk.
Penilaian lomba sepenuhnya diserahkan kepada tim juri independen yang berasal dari berbagai unsur. Pemenang akan dipilih untuk kategori Juara I, II, III, serta Juara Favorit.
Lebih lanjut, Bambang berharap resep-resep terbaik hasil kompetisi ini dapat menjadi referensi menu jamuan maupun sajian di hotel dan restoran di Kota Kediri sehingga semakin memperkuat identitas kuliner daerah.
Sementara itu, Ketua PHRI Kediri Raya, Sri Rahayu Titik Nuryati, mengatakan festival tersebut bertujuan mengangkat citra tahu takwa agar tidak hanya dikenal sebagai produk oleh-oleh, tetapi juga mampu diolah menjadi berbagai hidangan modern.
“Selama ini tahu takwa identik dengan Kediri. Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa tahu takwa bisa dikreasikan menjadi berbagai menu, seperti rolade, katsu, dan olahan lainnya. Harapannya nanti hotel maupun restoran di Kediri memiliki menu khas berbahan dasar tahu takwa,” katanya.
Menurut Sri Rahayu, aspek yang dinilai dalam perlombaan meliputi cita rasa, kreativitas, penyajian, hingga daya tarik menu. Tim juri terdiri dari perwakilan media, asosiasi chef, serta lembaga pendidikan kuliner.
“Harapannya festival olahan tahu takwa dapat menjadi agenda tahunan sehingga inovasi kuliner terus berkembang dan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tertarik menciptakan menu berbahan dasar tahu takwa sebagai kebanggaan Kota Kediri,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










