BERITA KEDIRI
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
BERITA KEDIRI
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Para Masyayikh NU Soroti Wacana Zonasi AHWA

redaksi by redaksi
Juni 20, 2026
in Peristiwa
0
Para Masyayikh NU Soroti Wacana Zonasi AHWA

Kediri – Sejumlah masyayikh Nahdlatul Ulama (NU) menyoroti wacana perubahan mekanisme pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), termasuk usulan penerapan sistem keterwakilan wilayah atau zonasi. Hal itu mengemuka dalam silaturahim para masyayikh yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6), menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Gus Kautsar, mengatakan para masyayikh berharap Munas-Konbes tidak membahas maupun menetapkan materi yang berpotensi menggeser hubungan historis antara NU, pesantren, dan para ulama.

Menurutnya, perhatian utama para masyayikh tertuju pada wacana perubahan syarat dan mekanisme pemilihan AHWA yang dinilai dapat mengubah karakter lembaga tersebut.

“Beliau-beliau berpandangan bahwa pendekatan yang terlalu menitikberatkan pada jabatan struktural maupun keterwakilan kewilayahan memiliki potensi menggeser Majelis AHWA dari hakikatnya sebagai forum keulamaan menjadi forum representasi struktural,” kata Gus Kautsar.

Ia menjelaskan, AHWA sejak awal dirancang sebagai forum yang bertumpu pada kedalaman ilmu, keteladanan akhlak, keluasan pengabdian, serta pengakuan keulamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Karena itu, para masyayikh menilai aspek keilmuan harus tetap menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan anggota AHWA.

Gus Kautsar menegaskan, hingga saat ini mekanisme AHWA sebenarnya belum mengalami perubahan. Namun, berbagai wacana yang berkembang menjelang Munas-Konbes membuat para masyayikh merasa perlu menyampaikan pandangannya.

“Sebetulnya mekanisme AHWA itu belum ada yang berubah. Cuma ada isu-isu bahwa akan ada pembahasan untuk perubahan model AHWA. Saya mengantisipasi jangan terlalu berubah karena ada penguatan kultural dan lain sebagainya yang selama ini sudah berjalan,” ujarnya.

Ia menyebut salah satu isu yang mendapat perhatian adalah usulan zonasi atau keterwakilan wilayah dalam penentuan anggota AHWA.

“Termasuk isu AHWA zonasi. Beliau memang meminta itu tidak dibahas karena potensi-potensi yang tadi kami sebutkan,” kata Gus Kautsar.

Selain soal zonasi, para masyayikh juga mengingatkan agar anggota AHWA tidak dipilih semata-mata karena jabatan struktural yang dimiliki. Menurut mereka, ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU selama ini telah mengatur kriteria yang menekankan kapasitas keilmuan, integritas, dan keteladanan seorang ulama.

“Beliau-beliau juga meminta jangan sampai AHWA dipilih karena jabatan struktural belaka. Tapi dikembalikan kepada para masyayikh senior yang memang memiliki kedalaman keilmuan, sirah yang baik, dan karakter yang baik sebagaimana sudah diatur dalam AD/ART,” tuturnya.

Para masyayikh khawatir jika pendekatan representasi wilayah dan jabatan struktural lebih dikedepankan, maka dalam jangka panjang dapat melemahkan hubungan historis antara NU, pesantren, dan para ulama yang selama ini menjadi fondasi utama organisasi.kin/mg


There is no ads to display, Please add some
Tags: PBNU
Advertisement Banner
redaksi

redaksi

Search By Date

Recommended

Tenun Ikat Kota Kediri Siap Dobrak Pasar Modern Lewat Produk Diversifikasi

1 bulan ago

Pemkab Kediri Siapkan Rumah Kemasan Bagi Pelaku UMKM

2 tahun ago

Don't Miss

Perkasa di Final, Satria Jatim FC Juara Elite Pro Gerindra Cup U-17

Perkasa di Final, Satria Jatim FC Juara Elite Pro Gerindra Cup U-17

Juni 21, 2026
Komite Dzurriyah Muassis NU Usulkan Tongkat – Tasbih Masuk Tradisi Pelantikan Pengurus

4 Wilayah Masuk Kandidat Tuan Rumah Muktamar PBNU

Juni 21, 2026
Komite Dzurriyah Muassis NU Usulkan Tongkat – Tasbih Masuk Tradisi Pelantikan Pengurus

Munas-Konbes PBNU Turut Bahas Tata Kelola Tambang

Juni 21, 2026
Komite Dzurriyah Muassis NU Usulkan Tongkat – Tasbih Masuk Tradisi Pelantikan Pengurus

Bukan Sekedar Penanda Kegiatan, Kenteng Ploso Sarat Sejarah

Juni 21, 2026

BERITA KEDIRI

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.

© www.beritakediri.com - Referensi Kediri Raya

BeritaKediri.com

  • BERITA KEDIRI – Referensi Kediri Raya
  • Indeks
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
BERITA KEDIRI

No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.