Kediri – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Robben Rico, memastikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kota Kediri terus dikebut dan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026. Pemerintah optimistis kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal pada 14 Juli 2026.
Hal itu disampaikan Robben Rico saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kota Kediri pada Minggu (14/6). Menurutnya, perkembangan pembangunan saat ini menunjukkan hasil yang positif.
“Kalau melihat hasilnya hari ini, insyaallah kita optimistis tanggal 20 Juni bisa selesai dan anak-anak nanti bisa masuk pada hari pertama penyelenggaraan Sekolah Rakyat tanggal 14 Juli,” kata Robben Rico.
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan dilakukan dengan melibatkan lebih dari 900 pekerja yang bekerja secara bergantian selama 24 jam.
“Teman-teman sudah berkomitmen dengan jumlah pekerja lebih dari 900 orang dan bekerja 24 jam. Insyaallah bisa kita selesaikan dengan baik,” ujarnya.
Meski progres pembangunan dinilai telah memasuki tahap akhir, Robben mengakui masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Di antaranya penataan lingkungan, pembangunan akses jalan, hingga penyelesaian detail bangunan dan pemasangan papan informasi.
“Kalau kita lihat, tinggal penataan lingkungan, jalan, kemudian finishing beberapa bangunan dan papan-papan. Tapi kalau dikerjakan tiga shift selama 24 jam, insyaallah selesai,” tegasnya.
Terkait peresmian Sekolah Rakyat di Kota Kediri, Robben mengatakan pemerintah masih akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum sebelum menentukan skema peresmian.
“Nanti kita diskusikan dulu dengan teman-teman PU. Saya tidak bisa memutuskan sendiri karena ini keputusan tim,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Robben juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri yang telah menyediakan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Ia menyebut keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program Presiden untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri, khususnya Ibu Wali Kota yang sudah memberikan tanah seluas 5 hektare untuk dibangun Sekolah Rakyat permanen,” ujarnya.
Menurut Robben, program tersebut ditujukan untuk memastikan anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.
“Ini program Presiden untuk memastikan anak-anak yang berasal dari keluarga desil 1 dan 2 mendapatkan akses pendidikan yang baik, sehingga mereka bisa memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak dari keluarga lainnya,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









