Kediri – Ma’had Aly Lirboyo Kediri menggelar kuliah umum bertema “Sejarah Intelektual UUD 1945: Pergulatan Gagasan para Founding Fathers hingga Amandemen Konstitusi” bersama Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Senin (8/6).
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasantri tersebut menjadi forum penguatan wawasan kebangsaan dan konstitusi bagi generasi muda pesantren. Dalam pemaparannya, Mahfud MD menjelaskan proses panjang lahirnya Indonesia sebagai sebuah bangsa hingga perdebatan para pendiri negara mengenai bentuk dan dasar negara yang kemudian melahirkan Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut Mahfud, identitas kebangsaan Indonesia tidak muncul secara instan. Ia menyinggung momentum Sumpah Pemuda 1928 yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia. Kesepakatan itu menjadi fondasi penting bagi lahirnya negara Indonesia yang mampu menyatukan berbagai suku, agama, dan kelompok yang ada di Nusantara.
“Pada masa itu terjadi berbagai perdebatan tentang bentuk negara yang akan didirikan. Ada gagasan negara Islam, ada pula gagasan yang berangkat dari identitas kedaerahan. Namun akhirnya para pendiri bangsa sepakat membangun Indonesia sebagai rumah bersama,” jelasnya.
Ia juga mengulas dinamika pemikiran para tokoh bangsa menjelang kemerdekaan, termasuk perdebatan antara kelompok nasionalis dan kelompok Islam yang mewarnai proses penyusunan dasar negara dan konstitusi. Pergulatan gagasan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memahami perjalanan konstitusi Indonesia hingga era amandemen UUD 1945.
Sementara itu, Mudir Satu Ma’had Aly Lirboyo, KH. M. Dahlan Ridlwan, mengatakan kehadiran Mahfud MD diharapkan mampu menambah wawasan kebangsaan para mahasantri agar kelak dapat berperan aktif di tengah masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai keadilan dan kemaslahatan.
“Kami menghadirkan para negarawan dan tokoh bangsa terbaik untuk memberikan wawasan kebangsaan kepada para mahasantri. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka mampu membangun bangsa ini dengan berpegang pada keadilan hukum, keadilan sosial, dan keadilan ekonomi sesuai dengan tujuan utama syariat, yaitu kemaslahatan dan keadilan,” ujar KH. Dahlan.
Ia menambahkan, para mahasantri Ma’had Aly Lirboyo telah memiliki pengalaman langsung dalam pengabdian masyarakat. Pada tahun 2026, melalui program Dakwah Safari Ramadan bersama Ittihadul Muballighin, sebanyak 3.450 santri diterjunkan ke 1.331 titik di berbagai daerah di seluruh penjuru Nusantara.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi para santri untuk memahami realitas sosial masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Kami berharap para mahasantri dapat memetik manfaat dari kuliah umum ini sebagai bekal perjuangan di tengah masyarakat. Mereka harus menjadi bagian dari solusi dan memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some










