Kediri – Tim pemeriksa hewan kurban Kota Kediri menemukan kasus cacing hati dan ditemukan nanah hati pada sapi kurban saat pelaksanaan pemeriksaan postmortem di sejumlah lokasi penyembelihan, Jumat (27/5).
Pemeriksaan dilakukan di beberapa titik penyembelihan hewan kurban, di antaranya Polres Kediri Kota, SMA Negeri 8 Kediri, lingkungan Bhayangkara, hingga masjid di wilayah Kota Kediri.
Kepala UPT Puskeswan Kota Kediri, drh. Moh. Yunus, mengatakan temuan cacing hati diketahui setelah hewan disembelih dan organ dalam diperiksa secara detail oleh tim DKPP Kota Kediri.
“Pemeriksaan hewan kurban itu ada dua, antemortem sebelum disembelih dan postmortem setelah disembelih. Kalau sebelum disembelih hanya dilihat kondisi fisiknya, sedangkan postmortem untuk memeriksa organ dalam,” ujar Yunus.
Menurutnya, pemeriksaan organ dalam penting dilakukan guna memastikan daging kurban yang diterima masyarakat memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal.
“Tujuannya agar masyarakat menerima daging yang ASUH. Aman, sehat, utuh, dan halal,” jelasnya.
Selain hati, petugas juga memeriksa paru-paru dan limpa hewan kurban. Paru-paru diperiksa untuk mengantisipasi kemungkinan penyakit tuberkulosis hewan, sedangkan limpa diperiksa untuk mendeteksi penyakit tertentu seperti antraks.
“Paru-paru itu salah satu organ yang diperiksa karena bisa menjadi tempat tuberkulosis. Kalau limpa biasanya untuk mengantisipasi penyakit seperti antraks,” katanya.
Meski ditemukan cacing hati, Yunus memastikan daging sapi tetap aman dikonsumsi selama penanganannya dilakukan dengan benar. Organ yang terinfeksi disarankan untuk diafkir dan tidak dikonsumsi.
“Aman dikonsumsi, tapi jeroan dan daging harus dipisah supaya tidak terjadi kontaminasi bakteri. Kalau ada cacing hati sebaiknya diafkir, tidak usah dikonsumsi,” tegasnya.
Masyarakat juga diimbau mengolah daging kurban secara higienis dengan mencuci bersih dan memasaknya hingga matang sempurna agar bakteri maupun parasit mati sebelum dikonsumsi.
“Jadi untuk biar konsumsi daging yang aman, kalau mendapatkan daging korban, itu prosesnya harus benar. Dia tuh harus bersih. Dicuci dengan bersih, dimasak dengan suhu yang cukup. Sampai benar-benar matang,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










