Kediri – Upaya pencarian korban hanyut di Sungai Brantas, Kota Kediri, kembali dilanjutkan pada Rabu (6/5). Operasi hari kedua ini diawali dengan apel pagi di posko Kelurahan Mrican yang diikuti sekitar 31 personel gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten dan Kota Kediri, serta relawan.
Sebelumnya, pada Selasa (5/5), seorang pria bernama Jono (58), warga Gampengrejo, dilaporkan hanyut saat membersihkan area tepi sungai bersama rekannya. Diduga kelelahan, korban tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Brantas hingga akhirnya terseret dan hilang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa dalam operasi hari ini pencarian dilakukan dengan metode penyisiran melalui jalur air dan darat di bawah koordinasi Basarnas.
“Pencarian dibagi dua, melalui jalur air menggunakan tiga perahu dari Basarnas, BPBD kabupaten dan kota, serta penyisiran darat oleh tim gabungan,” ujarnya.
Untuk jalur air, perahu diturunkan di bawah Jembatan Jongbiru dengan titik awal sekitar 680 meter. Tim kemudian menyusuri aliran Sungai Brantas hingga Bendungan Gerak Waru Turi dengan jarak hampir 3 kilometer. Penyisiran dilakukan dengan pola menyisir bagian tengah hingga ke sisi kanan sungai, lalu diulangi secara berkala hingga sore hari.
Sementara itu, tim darat turut melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai guna memperluas area pencarian. Koordinasi antar tim terus dilakukan agar apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, dapat segera ditindaklanjuti.
Joko menambahkan, pada Selasa siang tim Basarnas telah tiba di lokasi untuk melakukan evaluasi serta menyusun rencana pencarian hari ini.
“Saat ini operasi pencarian dan pertolongan berada di bawah koordinasi Basarnas dan kami berharap korban segera ditemukan ,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









