Kediri – Kunjungan Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Partai Gerindra Dapil Jawa Timur VI (Blitar, Kediri, Tulungagung) Ir. Endro Hermono ke gudang Bulog Kediri mengungkap kondisi stok beras yang sangat melimpah sekaligus kesiapan strategi pengelolaannya.
Dalam evaluasinya, ia mengapresiasi langkah Bulog Kediri yang tidak hanya fokus pada penyerapan, tetapi juga telah memikirkan sistem penyaluran dan penyimpanan ke depan.
“Tidak hanya stoknya yang lebih, tapi juga sudah dipikirkan bagaimana ke depan penyalurannya. Karena stok di Kediri maupun nasional saat ini sudah tinggi, maka sirkulasinya harus dijaga agar tetap baik,” ujarnya Rabu (6/5).
Ia juga menyoroti kondisi stok beras nasional yang kini mencapai sekitar 5 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 1 hingga 1,2 juta ton. Dengan konsumsi nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, jumlah tersebut dinilai sangat aman, bahkan mampu mengantisipasi potensi ancaman seperti El Nino.
“Dengan stok 5 juta ton, secara nasional ini cukup untuk lebih dari dua bulan ke depan dalam kondisi apapun. Jadi sangat aman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kediri, Harisun, menyebutkan bahwa stok beras di wilayahnya saat ini mencapai sekitar 80–88 ribu ton, setara kebutuhan hingga 12 bulan.
“Stok sampai hari ini sangat luar biasa, sekitar 80 ribu ton setara 12 bulan kebutuhan. Kami juga masih terus menyerap gabah dan beras dari petani, sehingga jumlahnya akan terus bertambah,” jelasnya.
Melonjaknya stok tersebut membuat Bulog Kediri harus menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang tambahan.
“Kami sudah menyewa kurang lebih 12 gudang tambahan dengan kapasitas sekitar 23 ribu ton, baik di Kediri maupun Nganjuk, karena kondisi sudah overload,” tambah Harisun.
Untuk menjaga kualitas beras, Bulog menerapkan perawatan rutin seperti penyemprotan setiap bulan serta fumigasi setiap tiga bulan atau sesuai kebutuhan.
“Ada treatment khusus, seperti spraying tiap bulan dan fumigasi. Beras disungkup plastik lalu diberi fumigan, sehingga hama bisa mati dan kualitas tetap terjaga,” jelasnya.
Selain beras, stok komoditas jagung di wilayah Kediri juga tercatat sekitar 8.500 ton. Namun, jumlah tersebut diperkirakan segera terserap karena tingginya permintaan, terutama dari sektor peternakan.
“Jagung sekitar 8.500 ton, kemungkinan minggu depan sudah habis karena ada penyaluran SPHP jagung. Permintaan dari peternak juga cukup tinggi,” imbuhnya.
Dengan kondisi tersebut, Kediri kini menjadi salah satu daerah dengan stok beras terbesar di Jawa Timur, menempati posisi ketiga setelah Surabaya dan Banyuwangi.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









