Kediri – AKP Achmad Elyasarif Martadinata memastikan pihak kepolisian mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Kota Kediri. Dalam proses penyelidikan itu, polisi berencana memanggil pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk dimintai keterangan.
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota mengatakan penyidik saat ini masih mengumpulkan informasi dan keterangan dari sejumlah pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
“Masalah kasus ini dari pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan dari beberapa saksi terkait penyebab keracunan,” ujar AKP Achmad Elyasarif Martadinata pada Jumat (24/4).
Selain menunggu hasil pemeriksaan laboratorium secara lengkap, polisi juga terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa yang mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.
“Yang paling penting saat ini kami memantau perkembangan kesehatan para korban karena mereka adalah anak-anak yang nantinya menjadi penerus bangsa,” katanya.
Terkait kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum dalam kasus tersebut, pihak kepolisian menyebut masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Kediri maupun Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kalau terkait indikasi pelanggaran hukum nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah dan pihak BGN,” ujarnya.
Dalam proses pendalaman kasus, polisi juga membuka kemungkinan memanggil pihak pengelola SPPG untuk dimintai klarifikasi mengenai proses pengolahan hingga distribusi makanan MBG.
“Nanti mungkin dari pihak SPPG akan kami panggil,” tegasnya.
Sebelumnya, dugaan keracunan MBG terjadi pada 73 siswa dari tiga sekolah dasar di Kota Kediri, yakni SD Ketami 2, SD Ketami 1, dan SD Tempurejo 1. Hasil uji laboratorium awal menemukan adanya bakteri e. coli pada sampel makanan yang dikonsumsi siswa.
Satgas MBG dan BGN juga menemukan dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) di dapur SPPG Tempurejo, termasuk tahapan pengecekan kualitas makanan yang disebut tidak dilakukan secara lengkap. Saat ini operasional SPPG tersebut telah dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi lanjutan. kin/mg
There is no ads to display, Please add some








