Kediri – Pemerintah Kota Kediri terus melakukan pemantauan terhadap puluhan siswa yang mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (22/4).
Berdasarkan data terbaru, siswa yang mengalami keluhan berasal dari tiga sekolah dasar, yakni SDN Ketami 1 sebanyak 11 siswa, SDN Ketami 2 sebanyak 53 siswa, dan SDN Tempurejo 1 sebanyak 9 siswa.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan pemerintah kota, dalam hal ini, Dinas Kesehatan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kondisi para siswa terdampak. Menurutnya, sebagian besar kondisi anak-anak mulai membaik dan beberapa sudah kembali masuk sekolah.
“Dinkes juga sudah melakukan cek kesehatan kepada anak-anak. Alhamdulillah kondisinya sudah mulai stabil. Mulai masuk sekolah dan untuk yang belum masuk tentunya kami juga terus melakukan pemantauan,” ujarnya pada Jumat (24/4).
Ia memastikan hingga saat ini tidak ada siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit. Seluruh siswa masih menjalani perawatan dan pemantauan di rumah masing-masing.
“Yang dirawat alhamdulillah tidak ada. Semuanya dirawat di rumah, jadi tetap terus kami pantau,” tambahnya.
Sementara itu, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli. Sampel yang diperiksa berasal dari menu ayam saus tiram yang dikonsumsi siswa.
Vinanda menegaskan Pemkot Kediri juga akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wali Kota menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran SOP, pihaknya akan memberikan rekomendasi tegas hingga penutupan operasional.
“Apabila nanti ditemukan adanya SPPG yang tidak melaksanakan SOP dari BGN, tentunya akan kami sampaikan kepada BGN. Jika ternyata banyak catatan, tentu akan kami rekomendasikan untuk dilakukan penutupan,” tegasnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, menjelaskan bahwa bakteri E. coli merupakan kuman patogen yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
“Hasil pemeriksaan sampel makanan yang diambil dari ayam saus tiram sudah keluar dan ditemukan kuman Escherichia coli. Kuman patogen ini biasanya berasal dari makanan yang sudah terkontaminasi,” jelasnya.
Menurut dr. Hamida, gejala yang dapat muncul akibat paparan bakteri tersebut di antaranya mual, muntah, dan diare. Ia menambahkan kontaminasi dapat terjadi akibat proses pembusukan makanan atau pengolahan yang kurang higienis.
Ia juga menjelaskan tidak semua siswa yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami gejala karena kondisi daya tahan tubuh setiap anak berbeda-beda.
“Daya tahan tubuh anak-anak tidak sama. Anak dengan sistem imun yang kuat mungkin tidak bergejala, sedangkan yang daya tahan tubuhnya kurang bisa terdampak,” imbuh Hamida.
Dinas Kesehatan Kota Kediri akan terus melakukan pemantauan bersama puskesmas setempat guna memastikan kondisi seluruh siswa segera membaik.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









