Kediri – Pengurus Muaythai Indonesia Kota Kediri mengirimkan empat atlet untuk berlaga dalam turnamen yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya pada 24–26 April 2026. Keikutsertaan para atlet tersebut diharapkan menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding.
Ketua Muaythai Indonesia Kota Kediri, M Akson Nul Huda, mengatakan ajang tersebut menjadi momentum penting bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan, semangat juang, dan sportivitas selama bertanding.
“Ini menjadi momentum bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, semangat juang, dan sportivitas. Yang mendukung tentu berharap juara, tetapi saya berpesan kepada atlet agar bermain lepas dan jangan terbebani. Pertandingan ini juga menjadi sarana mengasah skill dan kemampuan,” ujarnya, Kamis (23/4).
Ia menjelaskan, persiapan atlet telah dilakukan melalui latihan rutin selama tiga bulan terakhir. Namun, intensitas latihan ditingkatkan dalam satu bulan terakhir menjelang keberangkatan ke turnamen Piala Walikota Surabaya.
“Selama tiga bulan memang latihan rutin untuk persiapan. Tapi satu bulan terakhir latihan lebih intens. Atlet harus tetap fokus, terus mengasah teknik dan membangun kepercayaan diri agar tampil dalam kondisi terbaik,” katanya.
Dalam turnamen tersebut, Kota Kediri menurunkan empat atlet yang terdiri dari satu atlet putri dan tiga atlet putra. Dua atlet ditargetkan meraih medali emas, yakni Raymond Rifat Al Ghozi dan Okta Ferti Anggila. Sementara dua atlet lainnya, Septian Faktur Rohman dan Jendra, ditargetkan mampu membawa pulang medali perunggu.
Akson optimistis para atlet mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kota Kediri di ajang tersebut.
“Mudah-mudahan para atlet bisa tampil maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa pulang prestasi sesuai target yang diharapkan,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









