Kediri – Tasyakuran Swasembada Pangan, Pemerintah Kabupaten Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, Pemkab Kediri telah dan akan menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan, hingga saat ini telah diserahkan sekitar 72 unit alsintan kepada para petani. Pada tahun 2026, Pemkab Kediri menargetkan penyaluran
tambahan 150 hingga 190 unit alsintan, menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Yang paling banyak dibutuhkan petani saat ini adalah traktor roda empat dan traktor roda dua, terutama untuk mendukung pertanian,” ujar Mas Dhito.
Ia menjelaskan, Kabupaten Kediri setiap tahun melaksanakan program bongkar ratoon di lahan seluas sekitar 7.000 hektare. Dukungan alsintan diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mendorong regenerasi petani.
“Harapan kami sederhana. Produksi panen meningkat dan ke depan petani tidak lagi didominasi usia di atas 50 tahun, tetapi mulai bergeser ke usia 40 tahun ke bawah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Sukadi, melaporkan bahwa pada tahun 2025 bantuan sarana dan prasarana pertanian yang telah disalurkan meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, combine harvester, irigasi air tanah dangkal, pompa air, hand sprayer, serta rotavator.
“Selain alsintan, Pemkab Kediri juga menyalurkan bantuan benih padi. Pada tahun 2025, bantuan benih padi mencapai 75 ton untuk lahan seluas 3.000 hektare. Pada Februari 2026, kembali disalurkan 73 ton benih padi untuk lahan seluas 2.922 hektare,” kata Sukadi.
Di bidang pupuk, Sukadi menambahkan, pada tahun 2026 terdapat tambahan alokasi pupuk sebesar 9.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Luasan lahan pertanian organik juga meningkat dari 80 hektare menjadi 147 hektare.
“Alhamdulillah, dampaknya juga terlihat dari harga hasil panen. Harga jagung yang sebelumnya sekitar Rp5.000 per kilogram kini sudah di atas Rp6.000 per kilogram. Harga gabah juga sudah menembus Rp7.000 per kilogram,” jelasnya.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian dan keselamatan selama tahun 2025, para petani menggelar tumpengan dan berharap sektor pertanian di Kabupaten Kediri pada tahun 2026 semakin maju dan sejahtera.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









