Kediri – PBNU mulai mengerucutkan sejumlah usulan lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mendatang. Sedikitnya terdapat empat kandidat daerah yang mengemuka dan akan dibahas lebih lanjut bersama para ulama serta jajaran pengurus PBNU.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, mengatakan usulan lokasi tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yakni Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, dan DKI Jakarta.
Khusus Jawa Timur, terdapat dua pesantren besar yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Lirboyo dan Pondok Pesantren Tambakberas.
“Yang mengajukan ada dari Sumatera Barat, kemudian juga NTB. Yang ketiga di Jawa Timur, khususnya yang mengajukan Lirboyo dan Tambakberas, kemudian yang terakhir Jakarta,” kata Gus Ipul di sela Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri Minggu (21/6).
Menurutnya, seluruh usulan tersebut masih akan didiskusikan secara mendalam sebelum diputuskan. PBNU belum menentukan lokasi final karena masih mempertimbangkan berbagai aspek strategis.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan muktamar tidak harus sepenuhnya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alternatif juga memungkinkan, termasuk penggunaan fasilitas hotel untuk menunjang kebutuhan akomodasi peserta.
“Ada yang di pesantren, ada yang mungkin mengusulkan seperti sekarang ini di pesantren, tetapi akomodasinya bisa di hotel. Jadi ada beberapa pilihan,” ujarnya.
Gus Ipul menegaskan, salah satu pertimbangan utama PBNU adalah kemudahan akses bagi pengurus cabang dan wilayah dari seluruh Indonesia. Mengingat waktu pelaksanaan muktamar yang semakin dekat, faktor keterjangkauan transportasi dan kesiapan infrastruktur menjadi aspek penting dalam proses penentuan.
“Karena waktunya juga sudah pendek, akses cabang dan wilayah itu bisa dengan mudah menjangkau. Mungkin salah satu pertimbangannya itu,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tidak hanya didasarkan pada faktor teknis semata. PBNU juga akan mempertimbangkan berbagai masukan dari para ulama dan tokoh NU sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut.
“Tentu ini ada pertimbangan-pertimbangan lain yang menjadi bahan diskusi para pengurus PBNU dan para ulama. Nanti akan dikonsultasikan dengan banyak ulama untuk menentukan pilihan muktamar,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









