Kediri – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri terus memperkuat layanan digital dan mengoptimalkan berbagai program untuk mempermudah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam mengakses layanan kesehatan maupun memenuhi kewajiban membayar iuran. Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan aplikasi Mobile JKN, layanan Virtual Online Assistant (VIOLA), hingga program pembayaran iuran bertahap REHAB 3.0.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan berbagai inovasi tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas berbagai masukan dari masyarakat agar layanan BPJS Kesehatan semakin mudah dijangkau.
Salah satu program yang dapat dimanfaatkan peserta adalah REHAB 3.0 (Rencana Pembayaran Bertahap). Melalui program ini, peserta yang memiliki tunggakan iuran dapat menabung atau mengangsur mulai Rp10 ribu hingga dana yang terkumpul cukup untuk melunasi tunggakan.
“Program ini memberikan kemudahan bagi peserta yang kesulitan membayar tunggakan sekaligus dalam jumlah besar. Mereka bisa menabung sedikit demi sedikit, kemudian digunakan untuk membayar tunggakan iuran,” ujar Tutus Kamis (6/8).
Selain itu, BPJS Kesehatan juga tengah mengembangkan program NADI, yakni layanan menabung iuran yang saat ini masih diterapkan sebagai pilot project di beberapa wilayah. Melalui program tersebut, peserta dapat menyisihkan dana mulai Rp5 ribu sehingga pembayaran iuran setiap bulan menjadi lebih ringan.
“Harapannya masyarakat tidak perlu menyediakan uang dalam jumlah besar secara langsung. Mereka bisa menabung terlebih dahulu, kemudian saat saldo sudah mencukupi dapat digunakan untuk membayar iuran JKN,” jelasnya.
Dari sisi layanan administrasi, BPJS Kesehatan juga menghadirkan VIOLA (Virtual Online Assistant). Layanan ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi langsung dengan petugas BPJS Kesehatan, namun terkendala jarak menuju kantor cabang.
Melalui layanan berbasis Zoom tersebut, peserta tetap dapat berdiskusi secara langsung dengan petugas tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
“Masih ada masyarakat yang lebih nyaman berinteraksi langsung dengan petugas dibandingkan hanya melalui layanan pesan. Karena itu kami memfasilitasi melalui VIOLA agar tetap bisa bertatap muka secara virtual,” katanya.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga terus mendorong pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Aplikasi tersebut memungkinkan peserta mengambil antrean layanan di fasilitas kesehatan, pindah fasilitas kesehatan, mengubah data kepesertaan, hingga mengakses berbagai layanan administrasi secara mandiri.
Menurut Tutus, digitalisasi layanan diharapkan mampu meningkatkan kemudahan akses bagi peserta sekaligus mempercepat pelayanan tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Sementara itu, terkait kepatuhan pembayaran iuran, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri masih menghadapi tantangan tingginya tunggakan peserta mandiri, terutama di wilayah Kabupaten Blitar. Sekitar 50 persen peserta mandiri di daerah tersebut tercatat masih memiliki tunggakan iuran, dengan rata-rata tunggakan lebih dari enam bulan.
Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran, di antaranya melalui petugas telekolekting yang menghubungi peserta secara langsung melalui telepon serta Kader JKN yang mendatangi rumah peserta apabila nomor telepon tidak aktif atau sulit dihubungi.
“Melalui telekolekting, tingkat pembayaran tunggakan peserta mandiri sudah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen dari target penagihan. Namun memang masih ada kendala, terutama pada peserta yang nomor teleponnya sudah tidak aktif maupun yang kemampuan atau kemauan membayarnya masih rendah,” pungkas Tutus.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










