Kediir – Sebanyak 35 peserta memeriahkan Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, Minggu (26/7). Mengusung tema Symphony of Nature, para peserta menampilkan parade kostum spektakuler berbahan daur ulang yang memadukan seni, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan DNC telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat, bahkan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk datang ke Kota Kediri.
“Dhoho Night Carnival telah menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan masyarakat Kota Kediri. Bahkan banyak wisatawan yang sengaja datang ke Kota Kediri untuk menyaksikan secara langsung,” ujarnya.
Menurut Vinanda, penyelenggaraan DNC merupakan bagian dari penguatan program Kediri City Tourism, di mana setiap event tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perhotelan hingga kuliner.
Pada penyelenggaraan tahun ini, 35 peserta menghadirkan karya-karya kreatif dengan konsep zero waste, memanfaatkan material daur ulang menjadi kostum yang bernilai seni tinggi.
“Malam ini kita akan menyaksikan karya-karya luar biasa yang lahir dari semangat zero waste, dari material daur ulang, dari barang-barang yang mungkin dianggap tidak bernilai namun di tangan para kreator berubah menjadi karya yang sangat memukau,” katanya.

Tak hanya mengusung konsep ramah lingkungan, DNC 2026 juga menghadirkan pengalaman baru melalui perubahan rute. Jika biasanya dimulai dari Alun-alun Kota Kediri, tahun ini peserta diberangkatkan dari Balai Kota Kediri, melintasi Jalan Doho, kawasan Pecinan, hingga berakhir di Taman Brantas.
Sepanjang rute, masyarakat disuguhi dua subtema, yakni Fantasy Universe dan Royal Kingdom, yang menghadirkan perpaduan imajinasi dan kejayaan budaya dalam satu panggung kreativitas.
Vinanda menilai semangat para peserta sejalan dengan tema Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, yakni “Sinergi Lintas Generasi Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tradisi.” Menurutnya, tradisi harus terus dirawat dengan sentuhan inovasi agar tetap relevan bagi generasi masa kini.
“Kita melihat generasi muda menghadirkan ide-ide inovatif. Kita juga melihat para seniman, budayawan, komunitas, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat berjalan dalam satu irama. Tradisi tidak kita tinggalkan, justru kita rawat dan dikemas dengan cara baru agar tetap dicintai generasi saat ini,” tuturnya.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani mengaku terkesan dapat menyaksikan langsung Dhoho Night Carnival untuk pertama kalinya. Menurutnya, parade tersebut tidak hanya menyuguhkan kreativitas, tetapi juga mengangkat sejarah Kerajaan Dhoho sebagai identitas Kota Kediri.
“Di sepanjang jalan kita melihat kostum-kostum dari bahan daur ulang berpadu dengan kekayaan seni dan budaya. Ini mengingatkan kita bahwa manusia sudah sepatutnya menghargai alam dan kreativitas,” ujarnya.
Atas nama Presiden, Zita mengapresiasi Pemerintah Kota Kediri bersama para seniman, komunitas, dan masyarakat yang telah menjadikan Dhoho Night Carnival sebagai ruang bertemunya budaya, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Semoga Kota Kediri terus melahirkan inspirasi untuk menggerakkan lebih banyak daerah membangun pariwisata yang berakar pada budaya dan berpihak pada kelestarian alam,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










