Kediri – Prosesi nikah massal di dalam mobil Volkswagen (VW) Kombi dalam rangka Jambore Nasional (Jamnas) Volkswagen di Kota Kediri dan Hari Jadi Kota Kediri ke 1.147 tak hanya menghadirkan keunikan. Di balik akad yang berlangsung di dalam mobil klasik itu, tersimpan kisah haru puluhan pasangan yang selama bertahun-tahun hanya menikah secara siri hingga akhirnya memperoleh pengakuan hukum.
Sebanyak 53 pasangan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 43 pasangan nikah reguler dan 10 pasangan isbat nikah.
Salah satunya adalah Munjiah (56) dan suaminya yang telah menikah siri sejak 1986 atau hampir 40 tahun lalu. Pasangan yang pindah ke Kediri pada 2015 itu mengaku selama ini kesulitan mengurus berbagai administrasi karena tidak memiliki surat nikah.
“Anak pertama sampai anak ketiga dulu mengurus administrasi susah karena kami tidak punya surat nikah. Alhamdulillah sekarang akhirnya bisa punya surat resmi,” ujarnya usai mengikuti akad nikah Jumat (24/7).
Ia mengaku mengetahui adanya program nikah massal dari Ketua RT yang mendata warga yang belum memiliki dokumen pernikahan. Seluruh proses administrasi juga dibantu oleh pemerintah dan perangkat lingkungan sehingga dirinya hanya perlu mengikuti tahapan yang telah dijadwalkan.
Kisah serupa dialami Heri Widodo. Ia mengaku telah menikah siri sekitar tiga tahun lalu dan memanfaatkan kesempatan nikah massal agar pernikahannya diakui secara hukum.
“Senang sekali. Prosesnya sangat mudah dan banyak dibantu. Apalagi akadnya di dalam mobil VW, unik dan baru pertama kali saya rasakan,” katanya.
Heri mengetahui informasi kegiatan tersebut dari grup pedagang tempatnya berjualan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG). Konsep akad di dalam mobil VW membuatnya tertarik untuk mendaftar.
Sementara itu, peserta lainnya, Slamet asal Ngadirejo, juga mengaku telah menikah siri sejak masa pandemi Covid-19 sekitar enam tahun lalu. Kondisi fisiknya yang mengalami keterbatasan penglihatan membuat dirinya kesulitan mengurus seluruh persyaratan administrasi.
Beruntung, ia mendapat pendampingan dari relawan dan perangkat setempat yang membantu mengurus seluruh dokumen hingga proses akad berlangsung.
“Semuanya diantar dan dibantu mengurus. Alhamdulillah dipermudah. Sekarang harapannya semua urusan administrasi bisa lebih mudah karena sudah punya surat nikah resmi,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some









