Liga Persik 2026 segera digelar dan diharapkan menjadi pijakan penting dalam pengembangan talenta sepak bola di Kediri Raya. Ajang ini tidak hanya memperkuat sistem pembinaan berjenjang bagi pemain usia muda, tetapi juga menjadi sarana seleksi menuju tim Elite Pro Academy (EPA) Persik Kediri.
Kompetisi terbagi dalam dua kategori, KU15 dan KU17. Untuk KU15, format yang digunakan adalah double round robin dengan durasi pertandingan 2×25 menit. Setiap tim dijadwalkan bertanding dua kali setiap pekan.
Selain menentukan juara, panitia juga akan memberikan penghargaan bagi top skor, kiper terbaik, pemain terbaik, dan pelatih terbaik. Setiap peserta memperoleh rekaman pertandingan serta data statistik lengkap sebagai bahan evaluasi.
Venue pertandingan akan berlangsung di tiga lokasi, termasuk APPA Football Arena dan Stadion Brawijaya Kota Kediri.
“Liga Persik musim 2026 ini kami harapkan menjadi salah satu fondasi awal untuk bersama-sama mengembangkan Persik Kediri dan talenta-talenta muda dari Kediri Raya,” ujar Direktur Persik Kediri Souraiya Farina, Rabu (10/06/2026).
Souraiya Farina juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan UNP Kediri, di mana mahasiswa dilibatkan sebagai panitia pelaksana atau Local Organizing Committee (LOC). Menurutnya, keterlibatan mahasiswa membawa ide-ide segar, termasuk konsep seremoni pembukaan yang digelar di auditorium, bukan di lapangan seperti biasanya.
“Idenya agar seluruh klub bisa saling mengenal, menunjukkan identitas masing-masing, dan menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal menendang bola, tetapi juga banyak disiplin ilmu dan nilai kehidupan yang dapat dipelajari,” ungkap Farina.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kediri Samsul Bahri menilai kompetisi usia muda ini sebagai langkah strategis membangun fondasi sepak bola melalui pembinaan terstruktur dan berkelanjutan.
“Kita memahami bahwa untuk mencetak pemain berkualitas dibutuhkan proses yang tidak instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan didukung kompetisi yang konsisten,” ujarnya.
Ia menambahkan, kompetisi kelompok usia tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk mental bertanding, menjaga konsistensi performa, serta menumbuhkan pemahaman tentang kerja sama tim. Format liga juga mendorong klub internal lebih profesional dalam menyusun strategi jangka panjang, rotasi pemain, menjaga kondisi fisik, hingga pengelolaan tim secara menyeluruh.
Pada akhirnya, liga ini diharapkan memperkuat basis data talenta sepak bola di Kediri dan menjadi jalur seleksi bagi pemain potensial menuju jenjang pembinaan lebih tinggi.
“Pada akhirnya para pemain ini dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk menjadi bagian dari jenjang pembinaan menuju Persik Kediri,” pungkasnya. mg
There is no ads to display, Please add some










