Kediri – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri terus memperkuat sinergi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga di Kota Kediri. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri serta menyiapkan kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).
Edy Herwiyanto Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kediri melalui Ketua Harian Kwarcab Kota Kediri, Adi Sutrisno, mengatakan sebelumnya Kwarcab juga telah menjalin kerja sama dengan Bawaslu Kota Kediri. Sementara kerja sama dengan BNN Kota Kediri telah dilakukan saat Ramadan lalu dan kini tengah berproses secara administrasi.
“Dengan BNN di bulan puasa kemarin, dalam waktu dekat ini akan membentuk Saka Anti-Narkoba. Saat ini masih proses administrasi karena harus melaporkan dulu ke pimpinan,” ujarnya Kamis (7/5).
Adi menjelaskan, pembentukan Saka Anti-Narkoba akan melibatkan pelajar SMA, MA, SMK negeri maupun swasta hingga perguruan tinggi di Kota Kediri. Total terdapat 43 lembaga yang nantinya masing-masing mengirimkan dua peserta, yakni putra dan putri.
“Ada total 43 lembaga, masing-masing dua orang PA dan PI, sehingga totalnya 86 anggota,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan dalam Saka Anti Narkoba nantinya diawali dengan pengukuhan anggota, dilanjutkan pemantapan dan pembinaan. Selain itu juga akan digelar lomba bertema anti narkoba di tingkat saka maupun gugus depan atau pangkalan.
Tak hanya dengan BNN, Kwarcab Kota Kediri juga tengah menjajaki kerja sama dengan BPBD Kota Kediri. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pembentukan Saka Penanggulangan Bencana.
“Nanti output-nya penandatanganan dulu. Setelah payung hukum dan administrasi selesai di Pemerintah Kota Kediri, baru penandatanganan kerja sama antara Ketua Kwarcab dengan Kamabicab, yakni Wali Kota Kediri atau yang ditunjuk,” katanya.
Dalam program tersebut, tahapan yang dilakukan hampir sama dengan pembentukan Saka Anti Narkoba, mulai rekrutmen anggota, pengukuhan, hingga pelatihan bersama. Setelah itu para anggota akan diterjunkan dalam kegiatan lapangan terkait penanggulangan bencana.
“Yang selanjutnya adalah tugas-tugas di lapangan seperti pencarian orang hilang dan lain-lain yang berkaitan dengan penanggulangan bencana,” tambahnya.
Selain itu, Kwarcab Kota Kediri juga mulai membangun sinergi dengan DPKP terkait kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya program bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Adi menyebut, pihaknya telah mendata 46 nama calon penerima bantuan yang kemudian disinkronkan dengan data DPKP. Sebagian nama masuk dalam sasaran penerima bantuan, sementara beberapa lainnya diketahui telah menerima bantuan sebelumnya.
“Ke depan kolaborasi dengan DPKP bisa berkaitan dengan sosial kemasyarakatan atau bedah rumah. Mungkin juga pavingisasi jalan atau gang, bahkan kampung warna-warni,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









