Kediri – Kabupaten Kediri semakin serius mengembangkan olahraga padel. Hal itu ditandai dengan pengukuhan pengurus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kabupaten Kediri periode 2026–2030 pada Sabtu (2/5) di Panjalu Padel Club yang diharapkan menjadi langkah awal lahirnya atlet berprestasi sekaligus penggerak ekonomi olahraga di daerah.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Pranata menegaskan pihaknya siap berkolaborasi untuk mendukung perkembangan padel di Kabupaten Kediri, termasuk menyongsong pelaksanaan Porprov 2029 di Kediri Raya.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PBPI Kabupaten Kediri yang baru dikukuhkan. Menurutnya, keberadaan organisasi ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang nantinya bisa mewakili Kabupaten Kediri, Jawa Timur hingga Indonesia di tingkat internasional.
“Kami dari KONI Kabupaten Kediri siap berkolaborasi untuk mensukseskan pembinaan olahraga di kabupaten ini. Kami berharap PBPI bukan hanya sekadar organisasi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian melalui tumbuhnya usaha dan bisnis olahraga di Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Hakim juga menyebut dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap dunia olahraga sangat besar. Bahkan, menurutnya Bupati Kediri memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan olahraga di daerah.
Ia optimistis Kabupaten Kediri ke depan mampu menjadi tuan rumah berbagai event olahraga tingkat Jawa Timur, termasuk turnamen padel regional maupun kejuaraan antar daerah.
Sementara itu, Ketua PBPI Kabupaten Kediri, Lengkung Kusumo mengatakan pengukuhan pengurus menjadi momentum penting untuk menjadikan Kabupaten Kediri sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga padel di Jawa Timur.
Menurutnya, padel bukan hanya olahraga gaya hidup, melainkan industri baru yang berpotensi mendorong sektor pariwisata, perhotelan, hingga ekonomi kreatif masyarakat.
“Padel memiliki potensi besar menjadi sport tourism di wilayah Mataraman Jawa Timur. Kami ingin menghadirkan turnamen regional hingga nasional di Kediri,” katanya.
Ia menjelaskan PBPI Kabupaten Kediri juga mulai menyiapkan program pembinaan usia dini dengan menjaring anak-anak dan pelajar agar mengenal olahraga padel sejak awal. Selain itu, kompetisi bagi pelajar dan mahasiswa juga akan mulai digelar untuk memperluas pembinaan atlet muda.
Lengkung membayangkan ke depan atlet-atlet dari berbagai daerah seperti Surabaya hingga Jakarta datang ke Kediri untuk bertanding, menginap di hotel-hotel lokal hingga menikmati wisata daerah. Menurutnya, hal itu akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Prestasi harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Lifestyle-nya dapat, kesehatannya dapat, ekonominya juga tumbuh,” ungkapnya.
Ia menegaskan PBPI harus menjadi organisasi yang bekerja nyata, profesional dan mampu membangun ekosistem olahraga sehat demi mengangkat nama Kabupaten Kediri di tingkat nasional.
“Kediri tidak boleh hanya menjadi penonton kegiatan olahraga. Kediri harus menjadi pemain utama,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









