BERITA KEDIRI
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
BERITA KEDIRI
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Gua Selomangleng Kediri Simpan Nilai Kebinekaan Sejak Masa Kerajaan Kadiri

redaksi by redaksi
Mei 2, 2026
in Peristiwa
0
Gua Selomangleng Kediri Simpan Nilai Kebinekaan Sejak Masa Kerajaan Kadiri

Kediri – Gua Selomangleng tidak hanya dikenal sebagai situs bersejarah dan destinasi wisata budaya di Kota Kediri, tetapi juga disebut menjadi simbol awal nilai keberagaman dan toleransi yang selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika sejak masa kerajaan.

Staf Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Kediri, Dwi Aris Setiawan menjelaskan, Gua Selomangleng pada masa lampau memiliki fungsi sakral sebagai tempat pertapaan dan pemujaan bagi berbagai aliran keagamaan.

“Gua Selomangleng digunakan oleh berbagai kalangan keagamaan, mulai dari penganut Hindu Siwa, Buddha Mahayana hingga para resi yang menganut kepercayaan leluhur. Ini menunjukkan adanya praktik kebinekaan sejak masa lampau,” ujarnya Sabtu (2/5).

Menurutnya, meski frasa Bhinneka Tunggal Ika baru muncul dalam Kakawin Sutasoma pada masa Majapahit, praktik toleransi antaraliran kepercayaan sebenarnya telah berlangsung di kawasan Gua Selomangleng.

“Siwa dan Buddha memang berbeda, tetapi memiliki satu esensi kebenaran. Praktik itu sudah terlihat di Gua Selomangleng karena digunakan bersama oleh berbagai aliran keagamaan,” jelasnya.

Dari sisi sejarah, terdapat dua pendekatan yang digunakan untuk memperkirakan usia Gua Selomangleng. Pertama berdasarkan candra sengkala bertuliskan “Nogo Mangleng Selo” yang diperkirakan merujuk pada tahun 998 Saka atau sekitar 1076 Masehi. Jika dikaitkan dengan sejarah Kerajaan Kadiri, gua tersebut diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Jayawarsa atau era awal Kerajaan Kadiri.

Pendekatan kedua berasal dari kajian arkeolog yang menemukan aksara kuadrat pada dinding gua. Berdasarkan kajian tersebut, Gua Selomangleng diperkirakan berasal dari abad ke-12 Masehi dan terus dimanfaatkan hingga era Singhasari dan Majapahit.

“Relief-relief di gua bergaya Majapahit, artinya ada kesinambungan pemanfaatan dari masa Kediri hingga Majapahit,” kata Dwi.

Selain itu, ditemukan pula arca Dwarapala di depan gua yang memiliki ornamen tengkorak atau kapala pada bagian lapiknya. Ornamen tersebut menunjukkan pengaruh ajaran Tantra Bhairawa yang memadukan unsur Hindu Siwa dan Buddha.

Di kawasan sekitar gua juga ditemukan inskripsi bertahun 1353 Saka atau 1431 Masehi yang diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Ratu Suhita di era Majapahit.

Tak hanya berfungsi sebagai tempat pertapaan, kawasan Gua Selomangleng pada masa lampau juga diyakini menjadi pusat pendidikan spiritual atau Mandala Kadewaguruan.

“Dulu kawasan ini menjadi tempat pendidikan di luar lingkungan keraton. Para murid tinggal bersama guru di kawasan hutan dan belajar berbagai ilmu mulai bahasa, sastra hingga keagamaan,” terang Dwi.

Selain itu kawasan tersebut juga difungsikan sebagai karusian atau tempat tinggal para resi untuk melakukan laku spiritual dalam jangka panjang.

Secara arsitektur, Gua Selomangleng terdiri dari empat ruang yang memiliki simbol dan relief berbeda. Pada ruang pertama terdapat relief kala yang berkaitan dengan pemujaan Hindu Siwa. Ruang kedua memiliki relief Garudeya yang berkaitan dengan Dewa Wisnu. Sementara ruang ketiga dan keempat menampilkan relief Buddha Amitabha dan Wairocana yang menunjukkan pengaruh Buddha Mahayana.

“Dari gua yang kecil ini kita bisa melihat berbagai aliran kepercayaan hidup berdampingan dan memanfaatkan ruang yang sama,” ujarnya.

Selain nilai sejarah dan arkeologi, Gua Selomangleng juga lekat dengan legenda Dewi Kilisuci yang dipercaya bertapa di tempat tersebut. Dalam cerita tutur masyarakat, Dewi Kilisuci disebut memilih hidup sebagai pertapa suci dan menolak melanjutkan tahta kerajaan ayahnya, Raja Airlangga.

Di kalangan masyarakat penghayat Kejawen, salah satu ruang di bagian selatan gua juga dipercaya sebagai pintu gaib menuju kerajaan laut selatan. Meski bersifat legenda, menurut Dwi cerita tersebut menjadi bagian dari kekayaan narasi budaya yang melekat di Gua Selomangleng.

“Gua Selomangleng ini sangat kaya, baik dari sisi sejarah, arkeologi, religi hingga cerita tradisi yang berkembang di masyarakat,” pungkasnya. kin/mg


There is no ads to display, Please add some
Advertisement Banner
redaksi

redaksi

Search By Date

Recommended

Juara 1 Aplikasi Siap Semeru 2024, Kapolres Kediri : Berkat Kekompakan – Kerja Keras Personel

Serahkan Bantuan Modal Usaha DBHCHT Tahun 2024, Pj Wali Kota Kediri Tekankan Hal Berikut

2 tahun ago
Seminar Smart Psikotest RSUD Gambiran, Mbak Wali Tekankan Peran Strategis Guru BK Garda Terdepan Kesehatan Mental Siswa

Seminar Smart Psikotest RSUD Gambiran, Mbak Wali Tekankan Peran Strategis Guru BK Garda Terdepan Kesehatan Mental Siswa

6 bulan ago

Don't Miss

Ditutupnya Jembatan Kaliombo, Tambangan di Ngronggo Ramai Penumpang

Ditutupnya Jembatan Kaliombo, Tambangan di Ngronggo Ramai Penumpang

Juni 5, 2026
Turnamen Esport Kapolres Kediri Kota Cup 2026 Disemarakkan Ratusan Peserta

Turnamen Esport Kapolres Kediri Kota Cup 2026 Disemarakkan Ratusan Peserta

Juni 5, 2026
Manfaatkan Media Wayang Sebagai Media Edukasi Gizi Anak di Momen HKGB ke-74 Bhayangkari Kediri Kota

Manfaatkan Media Wayang Sebagai Media Edukasi Gizi Anak di Momen HKGB ke-74 Bhayangkari Kediri Kota

Juni 4, 2026
Tidak Berizin, Satpol PP Kota Kediri Tutup Rockafe dan Libra Store

Tidak Berizin, Satpol PP Kota Kediri Tutup Rockafe dan Libra Store

Juni 4, 2026

BERITA KEDIRI

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.

© www.beritakediri.com - Referensi Kediri Raya

BeritaKediri.com

  • BERITA KEDIRI – Referensi Kediri Raya
  • Indeks
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
BERITA KEDIRI

No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.