Kediri – Upaya pencegahan stunting terus digencarkan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren. Kegiatan edukasi ini digelar di Pondok Pesantren Wali Barokah dengan melibatkan ratusan santriwati sebagai agen perubahan pada Rabu (22/4).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri menegaskan bahwa PHBS merupakan faktor utama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk di pesantren. Ia juga mengajak seluruh elemen pesantren untuk mengubah stigma lama di mana pesantren dipandang sebagai lingkungan kurang bersih.
“Pesantren sekarang harus menjadi contoh lingkungan yang bersih dan sehat. Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan dengan PHBS kita bisa meningkatkan kesehatan diri dan lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan PHBS meliputi kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan sehat, serta tidak merokok di lingkungan pesantren.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menekankan bahwa penerapan PHBS telah menjadi budaya di pondok pesantren Wali Barokah dan terus diperkuat melalui kerja sama dengan pemerintah.
“Pondok Pesantren Wali Barokah saat ini sudah konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam keseharian. Alhamdulillah, dari komitmen tersebut kami juga mendapat berbagai apresiasi, seperti predikat pondok tangguh saat pandemi hingga penghargaan tingkat Kota Kediri sebagai pondok sehat. Ini menjadi bukti bahwa pesantren bisa menjadi lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujar Agung Riyanto.
Ia juga menyebut, santriwati yang mengikuti kegiatan ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan menyebarkan pola hidup sehat kepada santri lainnya.
Sejalan dengan hal tersebut Ketua Persagi DPC Kota Kediri, Nuzul Dwi Utami, yang juga sebagai narasumber akan memberikan materi pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting, khususnya bagi remaja putri.
“Remaja putri adalah calon ibu. Kalau gizinya baik sejak sekarang, maka ke depan akan melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar remaja menghindari konsumsi makanan tidak sehat seperti junk food dan minuman tinggi gula, serta menerapkan pola makan gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penerapan PHBS di lingkungan pesantren semakin optimal. Sehingga dapat menciptakan generasi sehat dan menekan angka stunting di Kota Kediri.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









