Pastikan Kesehatan Anggota, 891 Personil Polres Kediri Kota Ikuti Rikkes Berkala

 Supri

Kediri- Memastikan kondisi kesehatan personel, Polres Kediri Kota  bekerjasama dengan RS Bhayangkara Kediri melakukan pemeriksaan berkala,  891 personil anggota Polres Kediri Kota secara bergiliran  memeriksakan kesehatanya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari berturut turut mulai hari Kamis, Jum'at dan Senin.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut bertempat di Rupatama Polres Kediri Kota  bertujuan  pemeriksaan seluruh personel untuk dicek kesehatannya oleh tim Bidang Dokkes Rs Bhayangkara Kediri.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, melalui Kasi Humas  Iptu Henry Mudi  menuturkan perhatian dan kepedulian Polri terhadap anggotanya terbilang sangat baik. 

Pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan secara rutin minimal setahun dua kali secara berkala (6 bulan sekali) yang diikuti sebanyak 891 personil meliputi anggota Polri dan ASN.

"Medical check up diperlukan untuk mengetahui kesehatan personel. Jika diketahui ada yang memiliki penyakit atau gangguan kesehatan maka akan diberikan rujukan ke Rumah Sakit Polri (RS. Bhayangkara) untuk ditindak lanjuti. Semuanya gratis tidak dipungut biaya," ungkap Iptu Henry. Kamis (3/2/2022).

Urutan Pelaksanaan Rikkes Berkala:
1. Pendaftaran
2. Ukur tinggi dan berat badan.
3. Pengecekan tensi tekanan darah.
4. Pengambilan Sampel Darah (Pemeriksaan Darah Lengkap)
5. Pemeriksaan fisik
6. Pemeriksaan EKG ( Rekam Jantung)

Lebih lanjut Iptu Henry  mengatakan bahwa hasil pemeriksaan ini sekaligus sebagai upaya pencegahan karena nanti akan muncul hasil diagnosa laboratorium secara lengkap juga ada rekomendasi apa yang harus dilakukan kepada yang bersangkutan.

Pemeriksaan kesehatan anggota Polres Kediri Kota  ini  dilakukan  selama tiga hari dan setiap harinya akan ada  3 gelombang yang diatur secara bergilran guna mencegah kerumunan dan tetap melaksanakan Prokes yang ketat  mengingat saat masih dalam wabah  Pandemi Covid-19 apa lagi munculnya varian omicron.

Dengan adanya viirus Covid - 19 varian Omicron ini dihimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kediri untuk  tetap waspada dan jangan panik dan tetap patuhi Protikol Kesehatan walaupun sudah di vaksin.

Anggota DPRD Jatim Subianto Serap Aspirasi Pelaku UMKM Kediri

Wahyu
Kediri-  Anggota DPRD Jatim Dapil 8 dari fraksi Demokrat Subianto mengumpulkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Kediri untuk menyerap aspirasi mereka terkait upaya percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19. 

Dengan mendatangkan Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin, Biro Ekonomi Jatim dan  Bank UMKM Kabupaten Kediri, Subianto mendengarkan keluhan permasalahan yang disampaikan pelaku UMKM, Menurut Subianto masalah masalah yang dihadapi UMKM ini adalah kendala dipasar, dan permodalan.

"Jika dilihat saat ini kemasan produk sudah bagus, tinggal kita dorong dan fasilitas, Dan digitalisasi menjadi pasar yang paling rame saat ini, pemerintah harus hadir untuk memberikan dorongan dan motivasi dan pelatih pada para pelaku dan saat ini dinas koperasi Jatim sudah menyiapkan segala perangkat nya dan tinggal kemauan dari teman teman sendiri," kata Subianto. Kamis (3/2/2022). 

Dari segi permodalan, Anggota DPRD Jatim ini mengungkapkan jika Pemerintah provinsi telah menyiapkan dana bergulir yang siap pakai sebanyak Rp 300 miliar, jika itu difungsikan dapat dipastikan ekonomi akan terus berkembang

Dipastikan ekonomi akan bergerak, mengingat pertumbuhan ekonomi dan  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB  (PDRB) Jatim 60 persen ditopang dari pelaku UMKM.

 "Kami mendatangkan Bank UMKM ini agar bisa membagi peran pada pelaku UMKM dalam rangka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur" pungkas Subianto.

Ketua Deskranasda Jatim Arumi Bachsin yang menjadi narasumber dalam reses anggota DPRD Jatim ini mengungkapkan jika potensi yang luar biasa, UMKM di daerah dirinya melihat jika meskipun didaerah produk yang ada sudah memiliki izin yang cukup layak seperti NIB,Pirt dan sertifikat halal, 

Dari Deskranasda dalam mengayomi para pelaku UMKM  dengan pelakukan Pendekatan pada masing masing daerah "Kita banyak faktor yang terjadi di masing masing daerah, Dikota kota besar seperti Surabaya rata rata permodalan sedangkan jika didaerah banyak hal yang harus diperhatikan seperti perizinan, permodalan, pengemas edukasi digital tadi, artinya kita harus jemput bola." tandas Arumi

Sementara dalam serap aspirasi tersebut Subianto mengumpulkan Kelompok pelaku UMKM dari Gabungan Asosiasi Aneka Usaha (Ganesha ) selain itu juga hadir pula gabungan ososiasi dari Jaya Baya.