Politisi Muda PDIP Regina, Berbagi Door To Door Kerumah Warga

Kediri- Politisi muda Regina Nadya Suwono dari fraksi PDIP ini selalu punya cara yang efektif dalam menyukseskan program pemerintah saat menjelang lebaran, Dengan terjun langsung ke masyarakat dari pintu ke pintu untuk menghimbau agar warga tidak mudik dan tetap dirumah sembari membagikan zakat.

" Kita terjun langsung ini menghimbau agar masyarakat tidak mudik pada lebaran ini, untuk menekan penyebaran Covid-19, selain itu kita juga memberikan zakat pada mereka menjelang lebaran ini , semoga dapat sedikit membantu" kata Rere sapaan Regina. Senin (10/5/2021).

Lebih lanjut, dia mengucapkan lebih memilih terjun langsung ini karena tidak semua warga faham medsos, sehingga dengan door to door ini menjadi cara efektif untuk mensosialisasikan program pemerintah agar tidak mudik pada lebaran tahun ini.

" Tidak semua warga faham medsos, maka solusinya adalah terjun langsung, agar masyarakat secara keseluruhan memahami kondisi pandemi ini" imbuh Regina

Selain menghimbau masyarakat dan membagikan zakat di masyarakat di daerah pilihannya, cara ini , menurut Rere juga sekaligus untuk memastikan kesehatan masyarakat kediri,

" Kita juga dapat mengetahui langsung ada masyarakat yang sakit atau tidak, jika ada , Khan saat ini ada program pemerintah yang namanya home care, jadi nanti dapat segera tertangani." tandasnya.

Selain membagikan zakat pada warga di 200 titik, dirinya juga memberikan zakat dan santunan pada 50 anak yatim di kelurahan kemasan

Berbagi Kebahagiaan, PT Lisa Bagikan Zakat 1000 Paket

Wahyu Dadi

Sebagai wujud berbagai berkah dan tanggung jawab terhadap warga sekitar. PT Luv Inti Sukses Abadi (Lisa) membagikan Zakat Fitrah sebanyak 1000 paket kepada warga sekitar unit usahanya. Pembagian zakat dilakukan dengan Prokes COVID 19 yang cukup ketat, mengingat kondisi masih masa pandemi

Wahyudi selaku Chief Executive Officer PT Lisa berharap Pembagian zakat fitrah mampu meringankan warga yang kurang mampu menjelang lebaran tahun ini, mengingat kondisi saat ini ekonomi belum pulih secara utuh. "Untuk berbagi kebahagiaan dan semoga dapat sedikit membantu mereka yang kurang beruntung" ucap Wahyudi. Senin (10/5/2021).

Lebih lanjut menurutnya, Zakat adalah kewajiban yang harus dilakukan setiap umat muslim, untuk itu dirinya selaku pengusaha juga memiliki kewajiban untuk menyalurkan zakat ini agar selalu mendapat ridho Alloh 

" Saya ini juga manusia yang tak lepas dari cobaan, seperti fitnah. Saya berharap sebagai manusia tidak bisa saling menjaga dan saling memahami" Imbuh Wahyudi.

Zakat disebarkan diberapa titik unit usaha milik PT. Lisa,  seperti  Luv! Kitchen & Lounge Kota Kediri, Surabaya, Tulungagung, serta di Maxy yang berada di Jl. Airlangga Katang Kab. Kediri, Cafe OTW Coffee di Ruko Lapangan Brawijaya Kota Kediri

Koordinator pembagi Zakat Satria Rizky Cristian yang juga GM Luv! Kitchen & Lounge Kota Kediri juga berharap zakat fitrah ini bisa berlangsung setiap tahunnya, dan juga warga sekitar yang benar-benar berhak sebagai penerima merasa terbantu, semoga pandemi  Covid-19 ini juga cepat berakhir. 

Ngaji Gayeng Ramadhan Gaya Millenial Luv

 

Ketua Pemuda Muhammadiyah Afwan Al-Asgaf, Ketua Matan Kota Kediri Izad Sya'roni,  dan Gus Asrul dan Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Katino Saat Mengaji Gayeng. *Foto Istimewa

Wahyu.Dadi

Kediri- Banyak cara mengisi kegiatan positif pada bulan ramadhan, seperti yang dilakukan Luv Kitchen and Lounge Kota Kediri. Menggelar ngaji bareng yang diikuti seluruh karyawan dan pemuda.

Ngaji Gayeng bernuansa diskusi milenial ini dihadiri oleh tokoh-tokoh NU dan Muhammadiyah sebagai narasumber seperti Ketua Pemuda Muhammadiyah Afwan Al-Asgaf, Ketua Matan Kota Kediri Izad Sya'roni,  dan Gus Asrul serta hadir juga Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Katino.

Owner Luv Kitchen and Lounge Wahyudi mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya memberikan pemahaman pada seluruh karyawan dan ajang diskusi para pemuda  dengan tokoh tokoh organisasi keagamaan untuk menambah ilmu dan berkah bulan Ramadhan.

"Pemahaman agama ini cukup penting bagi seluruh kru kami sebagai bekal dalam menjalankan pekerjaan, agar tidak gampang  saling menyalahkan, paling tidak menyalahkan namun bisa saling memberikan manfaat" kata Wahyudi. Sabtu (8/5/2021).

Lebih lanjut, dia berencana kegiatan ini tidak berhenti hanya pada bulan ramadhan saja, pihaknya akan berusaha agar siraman rohani ini terus berlanjut dan rutin " Siraman rohani ini sangat penting bagi kami sebagai pekerja entertainment, agar kita mengetahui batasan batasan dalam pekerjaan, tentu saja dengan mematuhi protokol kesehatan, peserta kuta batasi 20 orang saja," imbuh Wahyudi.

Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Katino mengapresiasi kegiatan ini, dengan peserta yang rata-rata kaum milenial, kegiatan ini ada manfaat yang dapat dipetik.

"Dalam kondisi seperti ini pemuda bisa membuat kebaikan di masyarakat , tentunya saling menghargai adalah paling utama, jangan digebyah uyah, jika ada sesuatu yang buruk itu buruk semua " jelas Katino

Dalam sesi terakhir kegiatan, para peserta ngaji Gayeng bersama sama membaca  Sholawat dan diharapkan acara ngaji ini mendapatkan berkah dan barokah. 

Regina, Politisi PDI Perjuangan Kota Kediri Menyoal Perda TBC

Andeck

Kediri- Minimnya temuan penyakit tuberkolusis atau TBC pada masa pandemic COVID 19 menjadikan perhatian serius anggota DPRD Kota Kediri dari fraksi PDIP Perjuangan Regina Nadya Suwono.

 Dalam agenda rutin DPRD sosialisasi produk hukum, dirinya lebih memilih Perda npomor 8 Tahun 2020 Kota Kediri tentang penanggulangan Tuberkulosis dan Human Immunnodeficiency Virus.

"Saya hanya ini memberikan sosialisasi pada masyarakat, selain covid 19, juga ada penyakit menular lainya yang juga berbahaya dan mematikan agar masyarakat lebih berhati-hati, karena saat ini Sdm Tenaga Kesehatan masih focus penanganan covid 19" kata Regina. Selasa (4/5/2021).

Selain itu, Regina mengungkapkan perda ini selaras dengan program Presiden RI Joko Widodo agar Indonesia pada tahun 2030 nanti terbebas dari penyakit TBC, sehingga Perda ini sangat penting untuk disosialisasikan kepada masyrakat sebagai antisipasi tertunlarnya penyakit yang cukup berbahaya ini,

"TBC ini peringkat dua didunia, indonesia itu nomer 2 penyintasnya, pak jokowi punya program tahun 20-30 indonesia harus bebas dari TBC , nah jika tahun 2030 kita harus bebas dan tahun 2021 masih disibukkan dengan covid 19 ini yang menjadi PR pemerintah daerah dan msayakat setempat" imbuh Regina.

Lebih lanjut, Regina mengatakan jika Perda yang saat ini dia sosialisasikan berisi bagaimana cara pemerintah menanganinya , manajemennya bagaimana, serta bagaimana cara melakukan tracing, sehingga masyarakat juga dapat lebih mengenali ciri-ciri penyakit ini.

"Dengan ini tujuannya penyakit tidak berkembang di Kota Kediri, karena kita pengen 2030 indonesia bebas TBC." pungkas Regina.

Sementara itu, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Alfan Sugiyanto mengungkapkan jika dimasa pandemi semua kasus penyakit diluar covid 19 agak terbengkalai, misalnya terkait penyakit TBC ini dirinya mengakui gagal mentracing, ada bebrapa hal yang menjadi penyebab diantaranya banyak masyarakat enggan kepuskesmas karena takut dicovidkan,

"Pada tahun 2019 lalu kita berehasil mentracing sebanya 860, sedangkan 2020 kita hanya 560, secara teori dikota Kediri ini 238/100 ribu penduduk, artinya jika jumlah penduduk di kotya Kediri ini 300 ribuan seharusnya kurang lebih 1119 jumlah penderitanya, dan langkah mensosilaisasikan Perda ini adalah langkah yang cukup bagus, karena dalam mengatasi penyakit ini tidak mampu jika hanya dilakukan eksekutif, peran legislative juga sangat dibutuhkan," jelas Alfan. 

Demi Partai, Sudjono Memimpin Partai Golkar Kota Kediri

 

Sekretaris DPD Golkar Jatim Sahat Tua Simanjuntak memberikan mandat pada Sudjono Untuk Pimpin Golkar Kota Kediri.

Andeck

Kediri- Sudjono Teguh Wijaya secara aklamasi terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Kota Kediri melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa di kantor DPD Golkar Kota Kediri.

Sudjono telah diprediksi bakal menggantikan Ketua DPD Golkar Juwito yang sudah diberhentikan oleh DPD Golkar Jatim karena sudah dianggap tak layak.

Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji yang hadir didampingi oleh sekertaris Sahat Tua Simanjuntak dan beberapa pengurus DPD Golkar Jatim mengatakan partai ini membutuhkan konsolidasi selain solid, juga dapat menjagkau akar sosial masyarakat kota Kediri, dia berpesan jangan sampai ketua terpilih hanya mementingkan politik internalnya dengan memilih pengurus yang ada dalam satu barisan.

“Ini saya tekankan ketua terpilih sering tergoda untuk hanya solid dalam barisannya, beberapa DPD sebelumnya saya lihat di kabupaten kota mlakukan pola itu, pokoknya aman secara politik, disusun kira kira hak suaranya itu jangan sampai ada musdalub lalu disusunlah pemilik suara itu ketua KPPG, MPG, Pormasnya dalam satu barisan, akhirnya partai tidak semakin berkembang, hanya karena kepentingan politik internalnya saja” ucap Sarmuji. Minggu (2/5/2021).

Lebih lanjut, dia meminta agar ketua terpilih ini mengajak semua organ-organ di Partai Golkar untuk bisa membesarkan partai, dengan melibatkan dalam kepengurusan serta melibatkan banyak kegiatan. Menurutnya Kota Kediri ini masih memiliki peluang untuk meningkatkan jumlah kursi di parlemen, sehingga butuh konsolidasi yang solid pada semua lini.

“ Kota Kediri seharusnya masing masing dapil harusnya diisi anggota DPRD , dan di dapil ketua DPD ada dua kursi, minimal kota Kediri ada 4 kursi atau naik 100 persen dari saat ini yang ada, syukur syukur bisa 6 kursi , nanti kita bisa memiliki Ketua DPRD” imbuh Sarmuji.

Ketua DPD Golkar Kota Kediri terpilih Sudjono Teguh Wijaya mengaku pihaknya akan merangkul seluruh kader yang potensial untuk bersama –sama berjuang membesarkan partai dan menunjukan pada masayarakat jika Partai Golkar ini layak dipilih dan dicintai masyarakat

“Untuk pembentukan kepengurusan saya mentargetkan 1 bulan, kita akan rangkul semua, kita ajak yang taduinya didzalimi, yang tadinya di plt kita rangkul semua untuk berjuang membesarkan partai ini” Ucap Sudjono.

Dalam pemilu mendatang, pihaknya juga mentargetkan kenaikan dikursi parlemen 100 persen.

”Kita ingin semua fraksi , pengurus kecamatan, pengurus kelurahan solid dan bisa konsolidasi dengan bagus, agar target kita menambah dua kursi lagi bisa tercapai” pungkas Sudjono.