Peralatan Kompor Modena, Pilihan Warga Kediri Dalam Memasak

 

Supriaji Kusaeni, Branch Manager Modena Indonesia Cabang  Kediri

Andhika 

Kediri- Sebagai salah satu brand terunggul dalam menyediakan peralatan rumah tangga, kali ini MODENA menghadirkan produk istimewa dari lini Cooking. Dengan menghadirkan Freestanding Cooker FC 9942 S dan FC 9642 S, MODENA berkomitmen meningkatkan pengalaman memasak di rumah para pelanggannya. 

Pandemi Covid-19 tidak menghalangi penjualan peralatan kompor memasak produk Modena. Malahan Pandemi Covid-19 justru menjadi berkah karena pre order freestanding cooker seri 9 telah mencapai 50 persen.

"Seri 9 di Kediri targetnya 200 unit, untuk bulan April dan Mei malahan pre order saat ini telah mencapai 50 persen," ungkap Supriaji Kusaeni, Branch Manager Modena Indonesia Cabang  Kediri kepada awak media, Jumat (23/4/2021).

Dari sekitar 50 persen pre order yang telah didapat segmennya kalangan menengah ke atas. 

"Harga kompor seri 9 antara Rp 8,5 juta sampai Rp 10 jutaan," imbuh Supriaji

Diungkapkan Supriaji Kusaeni,  situasi Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dalam penjualan produk. Namun pengaruh tersebut malah mengalami peningkatan.


"Justru saat Pandemi penjualan kita malah naik. Karena banyak orang yang di rumah malah senang masak-masak dan bikin kue. Jadi momentnya pas sekali," ungkapnya.

Selain produk kompor tanam free standing cooker, produk pemanas air juga mengalami kenaikan. Sementara Munarko Sentana, Product Manager Modena akan terus berkomitmen meningkatkan pengalaman memasak di rumah para pelanggannya. 

“Bukan hanya desain yang elegan, namun produk kami pastinya telah dilengkapi dengan fitur-fitur modern, aman dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Salah satu kelebihannya, pada seri 9 adalah Double Layer Glass yang dapat melindungi panas berlebih pada kaca oven saat penggunaan sehingga aman digunakan saat memasak bersama anak.

Selain itu juga terdapat fitur full one hand ignition, yaitu pemantik api yang terintegrasi dengan kenop sehingga lebih fleksibel untuk menyalakan dan mematikan kompor. 

Untuk menyajikan makanan yang matang sempurna, fitur twin oven flames yaitu pendistribusian panas pada bagian atas dan bawah oven serta convection fan yang membantu menyebarkan panas secara merata di seluruh oven juga  dihadirkan dalam produk ini.


Jadi Program Unggulan, Wali Kota Lihat Langsung Home Care Gambiran Kediri


Wali Kota Abdullah Abu Bakar Beserta Tim Home Care RSUD Gambiran Kediri


Wahyu Dadi

Wali Kota Kediri Bersama Ketua TP PKK Kota Kediri Melihat Langsung Pelayanan Home Care Peduli di RSUD Gambiran Kota Kediri

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memiliki salah satu program unggulan yakni Home Care Peduli. Program ini telah dimasukkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kediri. Sehingga Pemerintah Kota Kediri dapat melayani masyarakat secara langsung dan bisa berkelanjutan. 

Untuk memastikan Home Care Peduli berjalan dengan baik, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar mendatangi RSUD Gambiran Kota Kediri, Jumat (16/4). 

Di sana Wali Kota Kediri bersama Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar yang didampingi Plt Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri dr. Fauzan Adima melihat salah satu pasien Home Care Peduli yang sedang menjalani fisioterapi di RSUD Gambiran Kota Kediri. Karena ada beberapa alat yang tidak bisa dibawa ke rumah pasien.



Pasien tersebut adalah Bagas (3) dan Rendi (2) yang didiagnosa mengalami celebral palsy, yakni keterlambatan untuk respon saraf. Bagas dan Rendi merupakan anak dari pasangan Maryanto dan Suryani, warga RT 20 RW 04 Kelurahan Pakunden Kota Kediri. Suryani pun juga mengalami celebral palsy. Sebelumnya, pasien ini pernah dikunjungi oleh Ketua TP PKK Kediri saat menjalani terapi di rumah. 

Hampir tiga tahun, Bagas dan Rendi rutin menjalani terapi di Instalasi Rehab Medik dan diterapi oleh dr. Fundhi Krisna, SpKFR. Pemberian terapi ini bertujuan untuk merangsang syaraf-syarafnya. 

Usai melihat proses terapi pasien Home Care Peduli, Abdullah Abu Bakar menjelaskan Home Care Peduli ini dihadirkan untuk menjemput masyarakat yang enggan datang ke pelayanan kesehatan. Meskipun sebenarnya di Kota Kediri Puskesmas sudah tersebar secara merata dan juga gratis.

 “Kita melihat pada saat itu banyak warga kita yang enggan untuk datang ke pelayanan kesehatan. Kita hadirkan Home Care Peduli,” ucap Abdullah Abu Bakar. Jumat (16/4/2021).

Wali Kota Kediri menambahkan saat ini yang terjadi banyak warga Kota Kediri melaporkan melalui sosial media bila ada tetangganya yang sakit agar mendapat layanan kesehatan. Home Care Peduli inilah yang nanti akan menjemput masyarakat Kota Kediri yang membutuhkan pelayanan kesehatan.