Jelang Malam Tahun Baru, Polisi Kota Kediri Perketat Pengamanan

Wahyu Dadi

Kediri - Polisi Kediri Kota melakukan penyekatan dan penutupan akses masuk kota. Ini sebagai upaya mencegah arak-arakan motor dalam perayaan malam tahun baru.

Polresta Kediri melarang warga berkerumun dan merayakan pesta pergantian tahun. Sebab, pandemi COVID-19 belum berakhir. Untuk itu pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana mengatakan, ada sejumlah langkah yang akan diterapkan guna mengantisipasi kerumunan saat malam pergantian tahun. Pihak kepolisian bekerja sama dengan TNI dan instansi terkait dalam pengamanan malam tahun baru ini.

Langkah pertama yakni melaksanakan kegiatan operasi yustisi yang rutin tiap hari dilaksanakan bersama dengan Satpol PP, kemudian dari Kodim 0809 beserta dengan Dinas Perhubungan Kota Kediri.

Yang kedua memberikan edukasi kepada warga terkait dengan COVID-19. Mulai dengan pembagian masker dan imbauan ke pusat perbelanjaan dan keramaian.

Yang ketiga, petugas menggelar penutupan pada jalur-jalur atau ruas-ruas jalan yang berpotensi terjadi pengumpulan massa. Mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB nanti.

"Berarti tidak ada kerumunan di 5 titik jalan masuk dan keluar Kota Kediri. Semua titik akan dilaksanakan penyekatan mulai jam 08.00 malam sampai pukul 01.00 dini hari di 1 Januari.

Penyekatan yang dilakukan yakni filterisasi penjaringan, bukan berarti menutup Kota Kediri. Tetapi kita akan tutup dari konvoi, dari orang-orang yang diperkirakan akan merayakan malam tahun baru di Kota Kediri. Ini semua demi memutus rantai penyebaran COVID-19," kata AKBP Miko, Kamis (31/12/2020)

Senada dengan Miko, Kasat Lantas Polresta Kediri AKP Arpan memberikan penjelasan lebih detail, soal sejumlah titik yang akan dilakukan rekayasa arus lalu lintas.

Penyekatan yang pertama di perbatasan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, untuk mengantisipasi kendaraan atau konvoi dari arah Nganjuk. Selanjutnya perbatasan Manisrenggo, perbatasan Tepus dengan Kabupaten Kediri yang arah ke Monumen SLG, dan perbatasan kota di simpang empat Semampir untuk mencegah kendaraan dari arah Surabaya masuk ke Kota Kediri.

Untuk dalam kota, Polresta Kediri juga melaksanakan rekayasa lalu lintas terkait dengan pelaksanaan physical distancing, di tempat-tempat atau daerah-daerah rawan berkumpulnya masyarakat. Seperti pusat perbelanjaan dan keramaian lainnya.

"Selain itu seluruh tempat makan dan tempat perbelanjaan bisa menyesuaikan dengan surat edaran wali kota terkait jam operasional nanti malam," jelas Arpan.

"Tapi masyarakat jangan resah dan khawatir, penyekatan ini bersifat kondisional. Kalau memang tidak ada niatan konvoi dan melakukan arak-arakan atau baru pulang kerja dan keperluan penting bisa dijelaskan ke petugas. Namun jika nekat konvoi dengan knalpot brong dan arak-arakan akan kita tindak tegas tilang dan kita amankan kendaraan bermotornya," pungkas Arpan.


Tren Angka Kriminalitas Kota Kediri Turun Selama Tahun 2020

Kediri- Angka kriminalitas di Kota Kediri selama 2020 mengalami penurunan. Pada 2019 terjadi 858 kasus, sedangkan pada 2020 terjadi 720 kasus.

Kasus kejahatan tersebut dengan rincian kasus untuk kriminalitas pada tahun 2019 mencapai 208 kasus, dan pada tahun 2020 turun menjadi 203 kasus. Kasus Laka lantas tahun 2019 sebanyak 584 kasus, sedangkan pada 2020 turun menjadi 418 kasus. Untuk korban meninggal dunia sebanyak 85 jiwa pada tahun 2019, dan pada tahun 2020 turun 48 jiwa.

Kasus narkoba mengalami kenaikan dalam pengungkapan. Pada 2019 berhasil mengungkap 66 kasus, sedangkan pada 2020 pengungkapan naik menjadi 102 kasus.

"Ini wujud kinerja anggota Polresta Kediri dalam menegakkan hukum dan melindungi masyarakat dari tindak kejahatan baik kriminal umum maupun peredaran narkoba. Alhamdulillah crime rate nya turun dan pengungkapan dan pencegahan peredaran narkoba meningkat," ujar Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana kepada wartawan saat gelar konferensi pers catatan akhir tahun 2020, Selasa (29/12/2020).

Tidak hanya kriminalitas, Polres Kediri Kota juga berperan aktif dalam melakukan penanganan COVID 19. Bentuk penanganannya yakni memberikan bantuan sebanyak 46 ton beras pada masyarakat, serta pembuatan ruang isolasi. Kemudian dalam Pelaksanaan pilkada 2020, juga berjalan lancar karena partisipasi dari masyarakat dan juga dalam pengamanan dalam setiap tahapan pilkada berjalan aman dan damai.

Polresta Kediri Siap Amankan Nataru Di Masa Pandemi COVID 19

Kediri- Polresta Kediri menyiagakan satuan unit khusus guna menangkal dan mencegah terjadinya tindak kejahatan. Termasuk tindakan aksi terorisme dan intoleransi. Upaya ini untuk memberikan rasa aman pada masyarakat menjelang Nataru.

Tim khusus Polresta Kediri kembali disiagakan dalam Operasi Lilin Semeru 2020 Tim ini tersebut terdiri dari gabungan Satreskrim, Satintel dan Satsabhara Polresta Kediri, TNI serta di bantu oleh Satpol PP dan Dishub Kota Kediri.

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana menjelaskan, tim khusus memiliki peran penting. Diharapkan keberadaannya di bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Selain itu juga akan bertugas mendeteksi peredaran narkoba yang cukup tinggi di masa pandemi COVID 19.

"Harapan saya dengan adanya Tim Khusus ini, dapat memberikan kenyamanan dalam merayakan hari natal serta liburan akhir tahun,Tim khusus Polri dan TNi juga diharapkan dapat melakukan upaya pencegahan adanya peredaran narkoba di wilayah Kota Kediri peredaran narkoba, sekaligus Memberikan pengamanan perayaan ibadah natal," jelas Miko usai memimpin apel pasukan Operasi Lilin Semeru 2019 di lapangan Mako Polresta Kediri, Senin (21/12/2020).

Selain tim khusus, sebanyak 365 lebih anggota gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, akan bersiaga di pos pengamanan dan pos pelayanan kesehatan yang telah disiapkan di Kota Kediri.

Miko juga memberikan tugas penting kepada para anggota Babinkamtibmas dan Babinsa Kota Kediri agar melakukan pendataan terhadap warga luar Kota Kediri yang masuk atau datang ke Kota Kediri.

"Selain melakukan pengamanan Nataru, anggota Babinkamtibmas dan Babinsa di kelurahan melalukan pendataan terhadap warga yang datang ke Kota Kediri. Hal ini swbagai upaya pencegahan dan menekan penyebaran COVID 19," pungkas Miko.

Sasaran pengamanan tempat ibadah, tempat wisata, tempat perbelanjaan serta arus lalu lintas di Kota Kediri.

Jelang Nataru, Polres Kediri Siap Amankan Warga Kabupaten Kediri





Wahyu Dadi

Jelang natal dan tahun baru, petugas gabungan dari TNI, Polri, Kajari, BNN Kabupaten Kediri, dan Banser melaksanakan apel pasukan Operasi lilin Semeru tahun 2020 di halaman Mapolres Kediri, Senin (21/12/2020) pukul 07.00 WIB. 

Dalam apel tersebut dihadiri Pemkab Kediri, Kodim 0809 Kediri, Kejaksaan, Dishub Kabupaten Kediri, Satpol PP, BNN Kab Kediri, Pejabat utama Polres Kediri, Kapolsek jajaran Polres Kediri, Senkom dan Banser serta Pramuka. 

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K dalam apel tersebut menyampaikan, operasi Lilin Semeru 2020 berbeda dari tahun sebelumnya. Karena ditahun ini terdampak wabah virus Covid-19.

"Kami sudah mempersiapkan sarana dan prasarana yang mendukung dalam kegiatan pengamanan natal dan tahun baru 2021," kata Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono. 

Dijelaskan, operasi lilin Semeru tahun 2020 dilaksanakan selama 15 hari mulai 21 Desember sampai 4 Januari 2021 dengan melibatkan sebanyak 350 personel dari  TNI dan Polri. Selain itu sebanyak 6 pos pengamanan sudah disiapkan dan tersebar di titik masuk Kabupaten Kediri maupun tempat keramaian sehingga ke depannya bisa cepat melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan. 

"Sasaran operasi ini tetap mengedepankan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan kepada masyarakat agar terhindar dari covid-19," jelasnya. 


Menurutnya, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak merayakan perayaan natal dan tahun baru dengan berkumpul serta lebih baik dilaksanakan di rumah karena untuk kegiatan kumpul-kumpul, musik dan kembang api ditiadakan sebagai langkah untuk  mencegah kerumunan dan penyebaran covid-19. Selain itu untuk mengantisipasi kerawanan dalam aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kriminalitas seperti teror maupun yang lain sudah menjadi atensi utama dari petugas. 

"Saya berharap Natal dan tahun baru ini bisa berjalan aman, nyaman, dan kondusif serta yang terpenting harus tetap mematuhi protokol kesehatan," tuturnya.

Musim Pandemi, Heater Water Karya Christian Sugiono Cocok Di Musim Pandemi

 

Modena Pamerkan Heater Water Karya Christian Sugiono kepada Wartawan Kediri. Kamis (17/12/2020)


Andeck

Kediri - Peralatan rumah tangga merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah pandemi ini, banyak masyarakat menjadi lebih sering bekerja dari rumah (Work From Home) atau menghabiskan waktu bersama keluarga sehingga menginginkan suasana rumah yang nyaman. 

Membaca peluang ini, Modena Indonesia menghadirkan produk Water Heater atau pemanas air terbaru yang lebih spesial. Tak sekadar canggih, produk ini memiliki desain yang elegan yang didesain khusus oleh aktor kawakan Christian Sugiono.

“Aktor Indonesia papan atas yang sudah banyak meraih prestasi ini turut hadirkan ide-ide brilian seperti mengambil inspirasi desain diamond cut, yang membuat produk ini benar-benar eksklusif dan limited edition,” ujar Supriaji Kusaeni, Branch Manager Modena Indonesia Kediri dalam kesempatan peluncuran produk di Kota Kediri, Kamis (17/12).

Dalam proses pengerjaan ini, Christian Sugiono memberikan ide desain yang terkesan mewah dan berestetika tinggi. Dengan penampilan yang mewah dan tema “Luxury in Style”, Limited Edition Water Heater ini masyarakat tak perlu khawatir dengan estetika kamar mandi dan dapur. 

Lebih penting, teknologi dan fitur canggih seperti Ion Ag+ Antibacterial yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, dapat ditemukan dalam produk ini. Efektif untuk mencegah virus di masa pandemi ini. Sementara teknologi Anti-Rust Magnihealth+ akan menetralisir kandungan korosif dalam air untuk mencegah terjadinya karat. 

Produk ini juga dilengkapi dengan sistem Electric Safety yang akan secara otomatis memutuskan aliran listrik bila terjadi kebocoran arus. Selain itu, ada pula lapisan Porcelain Enamel di tabung air, untuk memastikan tabung air lebih tahan lama dengan jaminan kebocoran hingga 10 tahun.


Seri water heater terbaru dari Modena ini memiliki dua varian, yakni gas dan elektrik. GI 0652 CS adalah gas water heater yang dapat beroperasi dengan air bertekanan rendah. Sementara untuk varian elektrik memiliki tiga pilihan tipe dengan ukuran dan kapasitas air yang berbeda. ES 10 CS memiliki ukuran paling kecil dan kapasitas sebesar 10 L. ES 15 CS berukuran sedikit lebih besar dengan kapasitas 15 L dan ES 30 CS merupakan yang terbesar dengan kapasitas 30 L.

Hadirnya dua varian water heater di seri terbaru ini merupakan upaya Modena untuk menjangkau konsumen secara lebih luas dengan cara menghadirkan pilihan energi yang dapat digunakan. 

Terkait pemilihan Kediri sebagai salah satu wilayah peluncuran produk ini, Supriaji mengaku Kediri memiliki pasar yang cukup apik dengan sumbangsih 11 persen. 5 tahun terakhir, ia melihat ada tren positif terhadap perkembangan Kota Tahu. Terlebih dengan segera hadirnya Bandar Udara bertaraf Internasional. 

"Kita melihat potensi di Kediri ini sangat besar. Kita menganalisa kalau produk kita waktu pandemi ini lagi dicari, karena air yang keluar anti bakteri," tandasnya. 

Saat ini, dari 3.000 unt yang diproduksi, Water Heater hasil kolaborasi Christian Sugiono dan Modena ini telah terjual 2.000 unit. Dengan pasar yang potensial ini, Supriaji optimis mampu dengan mudah meraih target tersebut.