Jumlah pencari SKHPN di BNN Kota Kediri Tinggi


Kepala BNN Kota Kediri AKBP Bunawar, memberikan penjelasan capaian BNN Kota Kediri. *Wahyu

Kota Kediri-  Kendati di masa pandemi COVID 19, jumlah warga yang mencari Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) atau surat bebas narkoba di Badan Narkotika Nasional Kota Kediri, cukup tinggi mencapai 304 pemohon.

Kepala BNN Kota Kediri AKBP Bunawar menjelaskan, "Untuk pemohon SKHPN, walaupun kondisi seperti ini surat keterangan bebas narkoba tetap kami berikan layanan," kata  AKBP Bunawar. Sabtu (27/6/2020) malam.

Ia mengatakan warga yang hendak mencari surat bebas narkoba bisa datang langsung ke kantor BNN. Warga juga harus mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan, diukur suhu tubuhnya dengan thermogun, mengenakan masker, dan setelahnya baru dilakukan pemeriksaan.

Jumlahnya juga cukup tinggi yakni hingga 24 Juni 2020 ada sebanyak 304 pemohon, padahal saat ini juga masih dalam pandemi COVID-19.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Kediri Dwiya Rosida menambahkan dari warga yang mencari surat bebas narkoba tersebut ada berbagai macam alasan seperti untuk memenuhi syarat masuk kerja (administrasi pekerjaan) maupun pendaftaran sekolah. Ada juga warga yang mengurus untuk pendaftaran TNI/polri hingga pengajuan beasiswa.

Ia menambahkan dari BNN juga sudah melakukan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) dengan Kementerian Agama Jawa Timur terkait dengan pengurusan surat bebas narkoba.

"Calon pengantin itu disyaratkan untuk mencari SKHPN (surat bebas narkoba) tapi di Kediri ini belum. Kemenag (di Kediri) belum syaratkan mutlak, jadi baru dua yang mencari surat sebagai syarat untuk pernikahan," kata dia.


Sementara itu, BNN Kota Kediri dalam rangkaian peringatan Hari Antinarkoba Internasional 2020 menyelenggarakan berbagai acara. Puncak peringatan HANI 2020 diselenggarakan pada Jumat (26/6) di kantor BNN Kota Kediri, mengikuti peringatan BNN Pusat secara virtual.

BNN Kota Kediri juga mengadakan kegiatan menonton pagelaran konser amal Slank yang juga diikuti secara virtual dengan bersamaan rilis terkait dengan kegiatan BNN Kota Kediri. Konser tersebut diselenggarakan di salah satu televisi swasta nasional.

Kegiatan yang diselenggarakan di kantor BNN Kota Kediri tersebut juga dihadiri para tamu sesuai dengan protokol kesehatan demi mencegah pandemi COVID-19.

Sedangkan kegiatan lain dalam rangkaian peringatan HANI 2020 di Kota Kediri akan diselenggarakan sepada santai pegawai BNN Kota Kediri pada 3 Juli 2020 dan donor darah pada 10 Juli 2020.

Untuk rekapitulasi data klien pecandu narkotika mulai Januari hingga Juni 2020 di BNN Kota Kediri ada tujuh orang, dengan rentang usia produktif mulai 25 tahun hingga 39 tahun. Untuk rekapitulasi jumlah kasusnya ada 12 dengan narkotika jenis sabu-sabu.

Bupati Kediri Apresiasi Desa Blawe, Kampung Tangguh Semeru Yang Mandiri


Bupati Kediri Haryanti launching Kampung Tangguh bersama Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono *foto istimewa

 Wahyu Dadi

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno melaunching Kampung Tangguh Semeru Desa Blawe Kecamatan Purwoasri. Peresmian tersebut dihadiri pula oleh Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, SIK. MH., Dandim 0809 Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno serta Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kediri H. Sentot Jamaludin, Kamis (18/6).

Disampaikan oleh Suyanto, Ketua Kampung Tangguh Semeru, Desa Blawe  sudah memenuhi semua aspek dan syarat sebagai Kampung Tangguh Semeru dalam penanganan Covid-19. Walaupun sampai hari ini di desa tersebut zero kasus Covid-19, tetapi sejak merebaknya pandemi corona, protokol kesehatan sudah diterapkan.

Beberapa upaya yang dilakukan adalah membuat posko chek point bagi warga atau pendatang yang masuk Desa Blawe, penyediaan tempat isolasi bagi warga yang pulang dari perantauan serta dapur umum untuk memenuhi  kebutuhan selama masa isolasi. Tetapi banyak warga yang memilih isolasi mandiri dirumah dengan pengawasan khusus dari gugus tugas desa.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyampaikan, keberadaan Kampung Tangguh sangat membantu dalam upaya mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Terkait dengan ruang isolasi, beliau menjelaskan bahwa ada 2 ruang untuk isolasi, yaitu pertama untuk warga pendatang dan yang kedua untuk warga yang telah dinyatakan positif Covid-19. 

Tempat isolasi untuk yang terkofirmasi positif Covid ini tidak bisa dikunjungi dengan leluasa dan tempatnya terpisah. Selain melakukan pemantauan, petugas pun memberikan obat dan vitamin untuk kesembuhan mereka.

“Seperti kita ketahui, dana desa  bisa dialihkan untuk penanganan Covid. Ini bisa untuk menyuplai kebutuhan pasien Covid-19 ketika menjalani isolasi mandiri, termasuk untuk petugas patroli atau petugas jaga desa. Selain itu juga ada program padat karya tunai bagi warga yang tidak lagi bekerja karena dampak dari Covid-19 ini,” ucap Bupati Kediri. Kamis (18/6/2020).

Beliau kembali berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan serta mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis dan BPBD yang telah memberi sosialiasi dan pelatihan pemulasaraan dan pemakaman jenazah, sehingga sampai hari ini proses pemakaman berjalan aman dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, SIK. MH., Dandim 0809 Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno dan Bupati Kediri Haryanti melihat lokasi kampung tangguh *foto istimewa

Sementara itu Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan, Desa Blawe Kecamatan Purwoasri merupakan salah satu desa di Kabupaten Kediri yang menjadi Kampung Tangguh Semeru. Dengan demikian desa ini bisa mandiri dalam upaya pencegahan dan memutus penularan virus Covid 19.

“Covid-19 sudah mewabah di semua wilayah, sehingga masing-masing berusaha mengatasi pandemi ini. Dengan terbentuknya kampung tangguh, diharapkan terwujud kemandirian dalam mengatasi wabah virus Covid 19 beserta dampak-dampak yang ditimbulkan. Mandiri baik dari sumber daya manusianya, maupun sarana prasarana,” jelas Kapolres.

Untuk diketahui, posko Kampung Tangguh di Desa Blawe ini memiliki sejumlah fasilitas, mulai dari tempat karantina, lumbung pangan, dapur umum, area toga dan hidroponik serta tempat pemulasaraan jenazah

BCA Salurkan Bantuan APD dan Masker Medis untuk Wilayah Kediri


BCA Salurkan Bantuan untuk Wilayah Kediri – Nanang Cipto Pramono Kepala KCU Kediri secara simbolis menyerahkan donasi berupa lebih dari 120 Alat Pelindung Diri (APD) dan 250 dus Masker Medis kepada Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar (kedua kiri) di Kediri, Selasa (09/06). Bantuan berupa 120 Alat Pelindung Diri (APD) dan 250 dus Masker Medis ini kami tujukan untuk tenaga medis di wilayah Kediri yang berjibaku menangani pandemi COVID-19 dan bagi masyarakat yang membutuhkan. Hingga saat ini, total yang telah didonasikan BCA untuk penanganan COVID-19 di Indonesia mencapai lebih dari Rp17 miliar. *foto istimewa

Wahyu Dadi

Kediri – Konsistensi atas kepedulian PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia terus digalakkan. Konsistensi ini diwujidkan BCA melalui penyaluran donasi yang diberikan secara bertahap sejak Maret lalu kepada sejumlah lembaga, rumah sakit rujukan, serta masyarakat yang terdampak pandemi.

Melanjutkan komitmen tersebut, kali ini,  BCA menyalurkan bantuan kepada tenaga medis dan masyarakat di Wilayah Kediri.

Adapun penyerahan donasi berupa 120 Alat Pelindung Diri (APD) dan 250 dus masker medis dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kantor Cabang Utama BCA Kediri Nanang Cipto Pramono, Kepala Operasi Cabang KCU Kediri Yudi Salam, Customer Service Prioritas Endang  Kristyawati kepada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Selasa (09/06/2020)

“Lebih dari tiga bulan Indonesia harus bekerja keras memerangi pandemi COVID-19 yang saat ini juga melanda negara-negara besar di dunia. BCA mencermati eskalasi penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia harus menjadi perhatian, tidak hanya untuk pemerintah, namun bagi semua pihak. Kami sebagai institusi perbankan yang dekat dengan masyarakat secara konsisten berupaya memberikan bantuan dalam rangka penyelesaian kasus pandemi ini,” urai Nanang Cipto Pramono.

Nanang menambahkan, bantuan berupa 120 Alat Pelindung Diri (APD) dan 250 dus masker medis ini kami tujukan untuk tenaga medis di wilayah Kediri yang berjibaku menangani pandemi COVID-19 dan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebelumnya, pada 5 Juni, Grup BCA telah menyerahkan bantuan berupa 920 ribu surgical mask dan 41 ribu rapid test kit senilai lebih dari Rp 7,2 milyar kepada Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), yakni sebuah organisasi yang membantu kalangan perumahsakitan dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan.

Selain itu, BCA juga telah menyalurkan bantuan berupa peralatan medis dan ventilator ke beberapa rumah sakit di Indonesia. Di sisi lain, BCA turut berperan dalam berbagai penggalangan dana, baik untuk tenaga medis maupun masyarakat terdampak. Hingga saat ini, total yang telah didonasikan BCA untuk penanganan COVID-19 di Indonesia mencapai lebih dari Rp17 miliar.

“Perseroan berharap bantuan yang BCA serahkan kali ini dapat turut berkontribusi dalam penanganan pandemi COVID-19 di wilayah Kediri dan sekitarnya. Tentunya, upaya BCA juga tidak berhenti disini saja, kami terus berupaya membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi COVID-19. Kami juga berharap bahwa pandemi COVID-19 dapat segera usai dan masyarakat Indonesia siap menyongsong the new normal dengan berbagai protokol yang telah ditetapkan,” pungkas Nanang.