Harga 19 Jutaan, Yamaha FreeGo Berfitur Canggih Hadir di Madiun Kediri

Yamaha FreeGo Dikenalkan kepada Media dan Blogger
*foto Wahyu

Wahyu Dadi

Kediri- PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) secara resmi meluncurkan motor terbaru Yamaha FrecGo. Peluncuran ini dilangsungkan pada gelaran Indonesia Motorcycle Show ([MOS) 2018 di Jakarta Convention Center, Senayan.

Sementara di Karesidenan Madiun dan Kediri, secara eksklusif Yamaha FreeGo diperkenalkan kc awak media dan konsumen Yamaha di chiri (28/11/2018). Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Chief PT Yamaha Indonesia Motor MFG area DDS Madiun kediri, Ronald Djapari. Di Kafe Loji Kediri.


“Yamaha FreeGo menjawab masukan dari konsumen yang menginginkan scpeda motor yang irit, keren. modem, praktis dan nyaman digunakan,” ungkap Ronald.

Menurut Ronald, dengan Yamaha FreeGo konsumen akan merasakan pengalaman baru yang yang tidak kalah menarik dengan sepeda motor lainnya.

 “Salah satu fitur yang menarik, pada saat pengisian bahan bakar pcngendara tidak perlu turun dari sepeda motor dan mcmbuka tangki yang ada dibawah jok, karena tangki bbm Yamaha FreeGo bcrada dibagian depan.”

Yamaha FreeGo hadir dengan tiga tipe pilihan, Freego Standart dijual dengan harga Rp. 19.500.000,CTR Madiun-Kediri, FreeGo S dijual dengan harga Rp. 20.700.000,CTR Madiun-Kediri, scdangkan untuk versi tertinggi yaitu FreeGo S ABS dijual dcngan harga Rp. 23.500.000,CTR Madiun-Kediri.

FreeGo punya beragam pilihan warna yang mcnarik. Matte Black, Metallic Red, Metallic Blue dan Metallic White untuk FreeGo standar. Untuk FreeGo S dan S-ABS tcrsedia dalam dua wama pilihan Matte Red dan Matte Grey.

Semuanya ada daiam satu motor FreeGo, pilihan tepat untuk scluruh keluarga di Indonesia. Tunggu apalagi, jadikan FreeGo sebagai pilihan utama berkendara dan bagian dari keluarga anda

Press Conference Yamaha FreeGo Hadir Di Kedir

Jumpa Wartawan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) terkait Yamaha FreeGo melalui Chief PT Yamaha Indonesia Motor MFG Area DDS Madiun-Kediri Ronald Djapari (duduk tengah), di Loji Kafe Kota Kediri, Rabu (28/11/2018). *Foto Wahyu.

Bupati Kediri Lantik Dede Sujana Sebagai Sekda

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno Melantik Dede Sujana sebagai Sekda Di Aula Pendopo Kabupaten Kediri * Foto Wahyu

Wahyu Dadi

Kediri- Setelah melalui proses panjang, akhirnya Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno memilih Dede Sujana sebagai Sekertaris Daerah Kabupaten Kediri, Bupati juga langsung melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah pada pejabat tertinggi dilingkungan ASN di Pendopo Kabupaten Kediri .

Hadir dalam pelantikan tersebut selain Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno juga hadir Wakil Bupati Kediri, Drs. Masykuri, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kediri, Kepala Bagian dan seluruh camat di Kabupaten Kediri.

Dengan dilantiknya Dede Sujana secara otomtis menggantikan posisi PJ Sekda sebelumnya yang di jabat oleh Mohamad Solikin , karena masa jabatan PJ Sekda selama kurang lebih 3 bulan terhitung bulan Agustus 2018 kini telah habis.

Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno dalam kesempatan ini mengatakan dengan dilantiknya saudara Dede Sujana diharapkan akan memberikan semangat kerja baru di Kabupaten Kediri. Diharapkan dengan pengalaman yang beliau miliki sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Kabupaten Kediri mampu bekerja secara matang dalam mengemban tugas-tugasnya.

"Sumpah dan janji sebagai Sekda Kabupaten Kediri haruslah memiliki semangat kerja yang tinggi, bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai Aparat Sipil Negara (ASN). Karenanya perlu langkah kerja nyata dalam memajukan kinerja ASN di lingkup kerja Pemkab Kediri," kata Bupati Kediri dihadapan semua para undangan yang menghadiri acara ini.

Sementara Dede Sujana, S.Sos, M.Si Sekda Kabupaten Kediri yang baru dilantik menjelaskan akan melakukan tugas dengan baik, semangat tinggi dan sesuai program kerja yang sudah ditetapkan Pemkab Kediri. tentunya harus banyak belajar dari yang orang yang sudah berpengalaman dibidangnya.
Sekda Kabupaten Kediri Dede SujanaS.Sos, M.Si  *foto Wahyu

"Sesuai prosedur yang ada dalam kedinasan tentu kami akan melakukan kerja sesuai prosedur yang benar dan maksimal. Yang penting harus ada koordinasi dalam kerja sehingga memudahkan untuk pelaksanaan kerja ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai  Sekda Kabupaten Kediri," katanya

Diketahui berdasarkan keputusan panitia seleksi nomor 27/Pansel-Sekda Kabupaten Kediri tahun 2018. Pada tanggal 2 November 2018 menetapkan hasil seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama sekretaris daerah Kabupaten Kediri yang memutuskan Dede Sujana sebagai Sekda Kabupaten Kediri. Ia berhasil mengalahkan dua pesaingnya yaitu Ir. Adi Suwignyo. M. Si menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri dan Drs. Mohammad Solikin, M. AP sebagai Kepala Kesatuan Bangsa dan Poltik Kabupaten Kediri.

Kekurangan Air, BPBD Kabupaten Kediri Dropping Air Bersih





BPBD dan Kecamatan Semen Kabupaten Kediri memberikan bantuan Dropping Air kepada warga *foto istimewa


Wahyu dadi

Kediri- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri gencar lakukan dropping air di wilayah Kecamatan Semen Kabupaten Kediri karena sempat alami kekurangan air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha menjelaskan, hari ini BPBD Kabuaten Kediri masih melakukan dropping air bersih di Dua Desa, Desa Semen dan Desa Bobang.

Desa Bobang ada Dua Dusun, Dusun Tawang Sari, dan Dusun Bobang sebanyak 16.000 Liter dropping air. Sedangkan untuk di Desa Semen ada di Dusun Semen sebanyak 3 tangki atau sebanyak 12.000 Liter semuanya berada di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

"Jadi warga sempat alami kesulitan air, namun Tim BPBD dilapangan langsung melakukan dropping air kepada warga yang membutuhkan dan Itupun tanpa melalui birokrasi yang rumit, karena ini masalah kebencanaan kekurangan air, mencapai 12.000 hingga 16.000 Liter,"  jelas Randy. Selasa, (27/11/2018) saat ditemui beritakediri.com di Pendopo Kabupaten Kediri.

Berdasar pantauan beritakediri.com, kendati beberapa kali hujan turun di wilayah Kabupaten Kediri, namun tetap tidak mempengaruhi kondisi ketersediaan air, sehingga BPBD tetap melakukan dropping, hingga warga tidak mengalami kekurangan air.


"Memang sudah ada hujan, namun karena masih belum memenuhi ketersediaan air, BPBD tetap melakukan dropping," tegas Randy.

Senada dengan Randy, Kepala Kantor Kecamatan Semen Djiwo membenarkan kabar terkait kekurangan air di Kecamatan Semen, namun saat ini ketersediaan air bagi warga sudah teratasi melalui dropping air BPBD.

"Sudah terpenuhi semua mas dropping air, semoga hujan yang mulai turun juga membantu keyersediaan air sembari dropping dari BPBD," tegas Djiwo.

Bawaslu Kabupaten Kediri Copot Atribut Kampanye Di Angkutan Umum

Anggota Bawaslu, Satpol PP, Panwascam dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri melakukan Razia MPU beratribut Kampanye Politik *foto istimewa

Wahyu Dadi

Kediri - Bawaslu, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Kediri merazia belasan mobil angkutan umum. Sasarannya adalah angkutan umum yang terdapat stiker politik, Calon Presiden maupun Calon Legislatif.

Ada dua kecamatan yang menjadi lokasi sasaran razia. Kecamatan Gurah dan Pare. Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri Sa'idatul Umah, tindakan kali ini dilakukan menyusul adanya surat peringatan kepada pemasang stiker kampanye atau gambar capres dan caleg di area mobil angkutan umum yang membandel.

"Kita beri waktu 3x24 jam mulai hari Jumat hingga minggu, (23-25 Desember 2018) namun karena tetap membandel ahirnya kita tindak hari ini," jelas Sa'idatul Umah. Selasa, (27/11/2018).

Terkait jumlah MPU yang dirazia, menurut Sa'diyah, sebanyak 11 MPU, jika dirinci, kesebelasnya dirazia dari Kecamatan Gurah dan Kecamatan Pare.

Tindakan yang dilakukan menurut Sa'idatul hanya dilepas stikernya. "Tidak ada sanksi administrasi hanya pencopotan saja," ucapnya.

Selanjutnya menurut Sa'idatul, pihaknya akan terus memantau terkait stiker tersebut. Apabila kedapatan ada stiker menempel di MPU maka akan langsung melepasnya.

"Kita sudah koordinasikan dengan seluruh panwascam dan mereka akan terus memantau itu," pungkas Sa'idatul.

Berdasar pantauan beritakediri.com sejumlah Mobil Penumpang Umum (MPU) trayek Pare - Kota Kediri terlihat dipasangi stiker Paslon salah satu Capres - Cawapres ataupun Calon Legislatif.

Dinas PU Kota Kediri Optimis Jembatan Brawijaya Selesai Tepat Waktu


Jembatan Brawijaya Kota Kediri, dikebut pengerjaannya. Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri optimis, jembatan akan rampung pengerjaannya sebelum tenggat waktu yang ditentukan, yaitu 26 Desember 2018  mendatang. *foto Wahyu Dadi. Rabu, (21/11/2018).

Sosialisasi Perizinan Online Single Submission (OSS) DPM PTSP Kota Kediri

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu-DPMPTSP, Anang Kurniawan bersama Staff memberikan penjelasan terkait proses perijinan di Kota Kediri secara Online kepada para pemilik usaha dan stake holder Di Ruang Cendrawasih, Hotel Insumo Kota Kediri, Rabu (21/11/2018)

Relawan AyoJo Selenggarakan Penyuluhan Pertanian

Wahyu Dadi

Kediri- Relawan AyoJo Mataraman menggelar acara Penyuluhan Pertanian bersama warga di Padepokan Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Minggu, 18 November 2018.

 Acara ini merupakan lanjutan dari rangkaian acara yang sebelumnya sudah
lebih dahulu dilaksanakan pada bulan September dan Oktober, yakni lomba mancing dan festival masak yang dilaksanakan di Enam Kabupaten-Kota.

Pada acara Penyuluhan Pertanian ini, Relawan AyoJo Mataraman mengangkat topik tentang kesuburan tanah. Acara ini diisi dengan pemaparan materi tentang pemupukan pada tanah pertanian dengan pupuk organik dan pemahaman mengenai unsur hara pada tanaman.

Kesuburan tanaman sendiri bergantung pada unsur hara dalam tanah. Semua unsur hara yang dibutuhkan tersebut harus disajikan dalam pupuk organik hara yang lengkap.

Relawan AyoJo Mataraman mengangkat topik mengenai pertanian karena masih ditemukan banyak masalah terkait pemupukan oleh warga tani di daerah. 

Salah satunya yaitu unsur hara
dalam tanah belum lengkap dan juga belum berimbangnya pemupukan yang dilakukan oleh petani. Padahal, kedua hal itu sangat berperan dalam hasil produksi dan peningkatan kualitas tanaman.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo pun sebenarnya memiliki program terobosan dalam bidang pertanian yang telah diimplementasikan melalui program konkret seperti perbaikan irigasi rusak pembangunan jaringan irigasi di 3 juta hektar sawah di seluruh Indonesia, dan juga mengeluarkan Perpres Nomor 172 tahun 2004 tentang pengadaan benih dan pupuk dari sistem
lelang menjadi penunjukan langsung.

"Beberapa warga tani di sekitar sini masih belum terlalu paham mengenai pentingnya unsur hara dalam tanah dan soal pemupukan. Selain itu juga banyak yang belum mengetahui program-program pemerintahan Pak Jokowi yang sebenarnya sangat baik, makanya kami coba
berbagi pengalaman lah," jelas Sucipto, Koordinator Kabupaten AyoJo Trenggalek. Minggu, (18/11/2018).

Rangkaian acara penyuluhan kesehatan ini akan terus diadakan di puluhan titik yang
tersebar dalam 6 kota/kabupaten di area Mataraman Jawa Timur sampai akhir Desember 2018.

Selain penyuluhan mengenai pertanian, relawan AyoJo Mataraman juga mengadakan kegiatan penyuluhan yang terkait dengan kesehatan.

Peringati HUT Brimob, Polres Kediri Beri Bantuan Warga

Bakti Sosial HUT Brimob Ke 73 Oleh Eks Brimob Nusantara Polres Kediri, Dihadiri Wakapolres Kompol. I Made Dhanuardana *foto istimewa

Wahyu Dadi

Kediri- Peringati HUT Bromob ke 73, anggota Eks Brimob Nusantara Polres Kediri menggelar Bakti Sosial bagi warga kurang beruntung di Wilayah Kabupaten Kediri.

Wakapolres Kediri Kompol I Made Dhanuardana saat dikonfirmasi beritakediri.com menjelaskan, kegiatan baksos memang sengaja dilakukan oleh anggota Polres Kediri, khususnya anggota eks Brimob Nusantara yang bertugas di berbagai macam satuan di Mapolres Kediri.

"Ini dalam rangka memperingati HUT Brimob ke 73, berbakti kepada negeri dengan menggelar Baksos di wilayah Desa Balong Jeruk Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri untuk warga kurang beruntung," jelas Dhanu. Kediri, Jumat (16/11/2018) melalui pesan Whatsapp.

Berdasar pantauan beritakediri.com kegiatan bakti sosial berupa pemberian pengobatan sangat dibutuhkan dan diperlukan oleh warga setempat. Tak hanya pengobatan, warga kurang beruntung juga diberikan bantuan sembako.

"Kita memberikan bantuan pengobatan gratis kepada warga kurang mampu dan membutuhkan, semoga ini menjadi ladang ibadah dan bentuk bakti kami kepada masyarakat, khususnya eks Brimob Nusantara," Imbuh Wakapolres yang memiliki hobby fotografi.



Dalam kegiatan baksos tersebut, 80 anggota personil Polres Kediri eks Brimob Nusantara ikut serta, mulai dari memberikan bantuan kesehatan, hingga sempat mengantar warga kurang beruntung pulang kerumah, karena keterbatasan fisik.



Pemkab Kediri Akan Jalankan Putusan MA


Bupati Kediri Haryanti bersama Kepala Dinas Kominfo Kab Kediri  Krisna Setiawan *istimewa


Wahyu Dadi
Kediri- Pasca diterimanya putusan hasil Uji Materi dari Mahkamah Agung ( MA) soal Perda Perangkat Desa tentang Perda No. 5 Tahun 2017, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui SKPD terkait sudah berkoordinasi untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Hal ini bertujuan, supaya pengisian perangkat desa dapat segera dilaksanakan dengan berdasarkan regulasi yg sesuai dengan hasil putusan uji materi tersebut.

Keterangan Krisna Setiawan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, ada beberapa hal yg menjadi perhatian utama Pemkab Kediri terkait hasil uji materi untuk segera dikonsultasikan ke Biro Hukum Propinsi dan Kementerian Dalam Negeri

" Ya, meliputi,apakah usai hasil uji materi, Perda No. 5 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pengisian Perangkat Desa perlu dirubah atau tidak dirubah namun cukup diakomodir dalam Peraturan Bupati. Lalu, bagaimana terkait pasal - pasal lain yang berkaitan dengan pasal yang dicabut setelah uji materi dan setelah tidak ada tim tingkat kabupaten. Dan, untuk soal ujian penyaringan perangkat desa dibuat dan disiapkan pihak mana, karena hal ini belum diatur setelah pasal 9 serta pasal 11 ayat 2 dihapus" ujarnya, Jumat ( 9/11/2018).



Menurutnya, langkah-langkah koordinasi diperlukan supaya dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa yg akan datang dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan kepastian hukum dalam setiap tahapannya.

" Sesuai hasil uji materi atas Perda perangkat desa, bahwa pasal 9 ayat 1 dan 2 yg mengatur pembentukan tim kabupaten serta pasal 11 ayat 2 yg menyebutkan dalam pembuatan soal ujian penyaringan, tim Kabupaten bekerjasama dengan pihak ketiga dicabut. Hal ini, secara substansi sesuai dengan draft raperda yang diajukan oleh Bupati untuk dibahas bersama dengan DPRD bahwa tidak ada Tim Kabupaten untuk melaksanakan pengisian perangkat desa" tegas Krisna saat ditemui di Kantor Diskominfo Kabuaten Kediri.

Terakhir, Krisna meenmbahkan mengacu hal inilah yg kemudian perlu dikonsultasikan lebih lanjut, supaya ada kejelasan dan kepastian hukum terhadap pelaksanaan pengisian perangkat desa mendatang.

Warga Kediri Temukan Bayi Dalam Kardus


Bayi yng ditemukan warga Kecamaatan Pare, Kabupaten Kediri, diperiksa kesehatannya. *foto istmew

Wahyu Dadi

Kediri- Warga Desa Sambirejo Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri sempat riuh. Bayi dengan jenis kelamin perempuan ditemukan di dalam kardus lengkap dengan perlengkapan bayi.

Kabar penemuan bayi itu awalnya ditemukan oleh Jajar (58) salah seorang guru di Kabupaten Kediri bersama istrinya di Jalan Gereja RT.02 RW.01 Desa.Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Kamis, (8/11/2018) pagi.

Saat itu Jajar sedang membersihkan pekarangan rumah ketika mendengar suara tangisan bayi. Saat dicari, ia dan istrinya menemukan kardus berisi bayi lemgkap dengan perlengkapan bayi, mulai dari sabun, obat dan sabun cuci, popok bayi dan selimut.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP. Hanif Fatih saat dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan adanya penemuan bayi dalam kardus lengkap dengan perlengkapan bayi.

"Iya benar, ada penemuan bayi tadi pagi," jelas Hanif. Kamis, (8/11/2018).

Saat ini anggota Reskrim Polres Kediri tengah melakukan penyelidikan terkait adanya penemuan bayi. Bahkan menurut Hanif, anggotanya telah mendapat informasi terkait kejadian penemuan bayi tersebut.

"Alhamdulillah kita mendapat titik terang terkait kasus penemuan bayi ini semoga malam nanti atau besok sudah mendapat titik terang terkait kasus ini," pungkas Hanif.

25 Ribu Bibit Kopi Arabika Ditanam BI Kediri Di Tulungagung


Pemimpin Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri Djoko Raharto bersama warga persiapan tanam bibit Kopi di Tulunggung. *foto Istimewa

Wahyu Dadi

Kediri- Penanaman 25 ribu Bibit kopi Arabika dilakukan dalam Gerakan Peduli Lingkungan, dan Pengembangan Pariwisata di Desa Sendang dan Pager Wojo, Lereng Wilis Tulung Agung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesua Kediri, bersama dengan KUB Omah Kopi, Petani, Pokdarwis, dan Perum Perhutani.

Dalam kegiatan tersebut BI Kediri juga mengkampanyekan Gerakan Peduli Lingkungan melalui pengolahan dan pemanfaatan pupuk organik limbah ternak yang difermentasi, serta melakukan gerakan pengembangan pariwisata bekerjasama dengan Pokdarwis.

Kepala Kantor Cabang BI Kediri Djoko Raharto mengungkapkan,  Saat ini sudah tersedia bibit kopi sebanyak 100 ribu batang pohon, namun pada tahap ini yang akan ditanam adalah sebanyak 25 ribu pohon yang melibatkan sekitar 100 Petani dengan luas lahan sekitar 1O hektar.


"Lahan yang akan ditanami adalah lahan milik petani dan sebagian ditanam di lahan milik Perhutani. Dengan demikian sampai saat ini bibit Kopi Arabika di wilayah tersebut sudah tertanam lebih kurang 45 ribu pohon, 20 ribu pohon diantaranya sudah mulai berbuah."terangnya, Kamis (8/11/2018).

Lebih lanjut Djoko menuturkan terdapat beberapa hal yang istimewa untuk tahun ini, yaitu, petani mulai memanfaatkan limbah padat dan cair ternak yang sudah difermentasi dengan MA 11 menjadi pupuk organik. Selama ini Petani membuang limbah padat dan cair ternak di sungai atau di kebun tanpa dilakukan fermentasi sehingga mencemari lingkungan dan kontra produktif.

"Selanjutnya melalui edukasi dan pelatihan, petani berhasil dibuka mindsetnya bahwa limbah ternak apabila diolah dengan benar akan menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan. " jabarnya

Podarwis juga dilibatkan untuk menggarap dan mempromosikan pariwisata di lokasi penanaman kopi yang memang layak jual sebagai objek pariwisata. Disamping mempromosikan keindahan alam dan budaya setempat, juga dimasukkan materi nilai ekonomis dari hulu hilir budidaya dan produk kopi yang dikombinasikan dengan produk unggulan setempat, yaitu susu sapi, teh dan coklat.

"Dengan terintegrasinya pengembangan potensi produk, budaya dan di dukung potensi alam yang indah, diharapkan pengembangan ekonomi yang partisipatif dan inklusif dapat terwujud."tandasnya.

Peringati Hari Santri, Pawai Ta'aruf - Parade Bedug Pukau Warga Kediri



Parade Bedug Peringati Hari Santri Kota Kediri

Wahyu Dadi

Kediri- Pawai ta'aruf dan parade bedug melibatkan ribuan santri mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kota Kediri. Tak pelak kegiatan dalam rangkaian hari santri ini menyedot ribuan pengunjung yang mamadati sudut -sudut jalan di Kota Kediri. Minggu, (4/11/2018).

Ketua PC NU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab mengatakan kegiatan ini adalah sebagai bentuk dalam melestarikan tradisi yang telah dirintis oleh kyai dan sesepuh terdahulu sebagai alat komunikasi, seperti memanggil dalam melaksanakan sholat.

"Ini adalah implementasi Islam Nusantara, dengan menjaga dan melestarikan budaya lokal, dan ini juga menjadi program jamiah Nahdlotul Ulama" terang Gus Ab,

Lebih lanjut , pesan dalam kegiatan ini adalah dalam menjalankan syariat islam juga harus menjaga kearifan lokal , karena hal ini menjadi sangat penting dalam berdakwah.

Sementara dari sisi pemerintah, kegiatan parade bedug dan pawai ta'aruf ini menjadi potensi menarik dalam perkembangan wisata di Kota Kediri, untuk itu Pemerintah Kota Kediri akan selalu mensuport kegiatan yang mengarah ke hal-hal yang positif.


Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar, menurutnya hal ini bisa mwnjadi daya tarik wisatawan dalam kunjungannya ke Kota Kediri.

"Karena kita melihat hal ini punya nilai positif kita akan selalu suport, karena ini juga akan menjadi daya tarik wisatawan dalam kunjungannya ke Kota Kediri" ungkapnya.

Sementara itu, pawai ta'arif dan parade bedug ini diikuti sebanyak 125 kelompok maupun perorangan dari santri , masyarakat , ranting -ranting NU dan lembaga pendidikan.