Pemkab Kediri Akan Jalankan Putusan MA


Bupati Kediri Haryanti bersama Kepala Dinas Kominfo Kab Kediri  Krisna Setiawan *istimewa


Wahyu Dadi
Kediri- Pasca diterimanya putusan hasil Uji Materi dari Mahkamah Agung ( MA) soal Perda Perangkat Desa tentang Perda No. 5 Tahun 2017, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui SKPD terkait sudah berkoordinasi untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Hal ini bertujuan, supaya pengisian perangkat desa dapat segera dilaksanakan dengan berdasarkan regulasi yg sesuai dengan hasil putusan uji materi tersebut.

Keterangan Krisna Setiawan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, ada beberapa hal yg menjadi perhatian utama Pemkab Kediri terkait hasil uji materi untuk segera dikonsultasikan ke Biro Hukum Propinsi dan Kementerian Dalam Negeri

" Ya, meliputi,apakah usai hasil uji materi, Perda No. 5 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pengisian Perangkat Desa perlu dirubah atau tidak dirubah namun cukup diakomodir dalam Peraturan Bupati. Lalu, bagaimana terkait pasal - pasal lain yang berkaitan dengan pasal yang dicabut setelah uji materi dan setelah tidak ada tim tingkat kabupaten. Dan, untuk soal ujian penyaringan perangkat desa dibuat dan disiapkan pihak mana, karena hal ini belum diatur setelah pasal 9 serta pasal 11 ayat 2 dihapus" ujarnya, Jumat ( 9/11/2018).



Menurutnya, langkah-langkah koordinasi diperlukan supaya dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa yg akan datang dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan kepastian hukum dalam setiap tahapannya.

" Sesuai hasil uji materi atas Perda perangkat desa, bahwa pasal 9 ayat 1 dan 2 yg mengatur pembentukan tim kabupaten serta pasal 11 ayat 2 yg menyebutkan dalam pembuatan soal ujian penyaringan, tim Kabupaten bekerjasama dengan pihak ketiga dicabut. Hal ini, secara substansi sesuai dengan draft raperda yang diajukan oleh Bupati untuk dibahas bersama dengan DPRD bahwa tidak ada Tim Kabupaten untuk melaksanakan pengisian perangkat desa" tegas Krisna saat ditemui di Kantor Diskominfo Kabuaten Kediri.

Terakhir, Krisna meenmbahkan mengacu hal inilah yg kemudian perlu dikonsultasikan lebih lanjut, supaya ada kejelasan dan kepastian hukum terhadap pelaksanaan pengisian perangkat desa mendatang.

Warga Kediri Temukan Bayi Dalam Kardus


Bayi yng ditemukan warga Kecamaatan Pare, Kabupaten Kediri, diperiksa kesehatannya. *foto istmew

Wahyu Dadi

Kediri- Warga Desa Sambirejo Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri sempat riuh. Bayi dengan jenis kelamin perempuan ditemukan di dalam kardus lengkap dengan perlengkapan bayi.

Kabar penemuan bayi itu awalnya ditemukan oleh Jajar (58) salah seorang guru di Kabupaten Kediri bersama istrinya di Jalan Gereja RT.02 RW.01 Desa.Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Kamis, (8/11/2018) pagi.

Saat itu Jajar sedang membersihkan pekarangan rumah ketika mendengar suara tangisan bayi. Saat dicari, ia dan istrinya menemukan kardus berisi bayi lemgkap dengan perlengkapan bayi, mulai dari sabun, obat dan sabun cuci, popok bayi dan selimut.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP. Hanif Fatih saat dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan adanya penemuan bayi dalam kardus lengkap dengan perlengkapan bayi.

"Iya benar, ada penemuan bayi tadi pagi," jelas Hanif. Kamis, (8/11/2018).

Saat ini anggota Reskrim Polres Kediri tengah melakukan penyelidikan terkait adanya penemuan bayi. Bahkan menurut Hanif, anggotanya telah mendapat informasi terkait kejadian penemuan bayi tersebut.

"Alhamdulillah kita mendapat titik terang terkait kasus penemuan bayi ini semoga malam nanti atau besok sudah mendapat titik terang terkait kasus ini," pungkas Hanif.

25 Ribu Bibit Kopi Arabika Ditanam BI Kediri Di Tulungagung


Pemimpin Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri Djoko Raharto bersama warga persiapan tanam bibit Kopi di Tulunggung. *foto Istimewa

Wahyu Dadi

Kediri- Penanaman 25 ribu Bibit kopi Arabika dilakukan dalam Gerakan Peduli Lingkungan, dan Pengembangan Pariwisata di Desa Sendang dan Pager Wojo, Lereng Wilis Tulung Agung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesua Kediri, bersama dengan KUB Omah Kopi, Petani, Pokdarwis, dan Perum Perhutani.

Dalam kegiatan tersebut BI Kediri juga mengkampanyekan Gerakan Peduli Lingkungan melalui pengolahan dan pemanfaatan pupuk organik limbah ternak yang difermentasi, serta melakukan gerakan pengembangan pariwisata bekerjasama dengan Pokdarwis.

Kepala Kantor Cabang BI Kediri Djoko Raharto mengungkapkan,  Saat ini sudah tersedia bibit kopi sebanyak 100 ribu batang pohon, namun pada tahap ini yang akan ditanam adalah sebanyak 25 ribu pohon yang melibatkan sekitar 100 Petani dengan luas lahan sekitar 1O hektar.


"Lahan yang akan ditanami adalah lahan milik petani dan sebagian ditanam di lahan milik Perhutani. Dengan demikian sampai saat ini bibit Kopi Arabika di wilayah tersebut sudah tertanam lebih kurang 45 ribu pohon, 20 ribu pohon diantaranya sudah mulai berbuah."terangnya, Kamis (8/11/2018).

Lebih lanjut Djoko menuturkan terdapat beberapa hal yang istimewa untuk tahun ini, yaitu, petani mulai memanfaatkan limbah padat dan cair ternak yang sudah difermentasi dengan MA 11 menjadi pupuk organik. Selama ini Petani membuang limbah padat dan cair ternak di sungai atau di kebun tanpa dilakukan fermentasi sehingga mencemari lingkungan dan kontra produktif.

"Selanjutnya melalui edukasi dan pelatihan, petani berhasil dibuka mindsetnya bahwa limbah ternak apabila diolah dengan benar akan menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan. " jabarnya

Podarwis juga dilibatkan untuk menggarap dan mempromosikan pariwisata di lokasi penanaman kopi yang memang layak jual sebagai objek pariwisata. Disamping mempromosikan keindahan alam dan budaya setempat, juga dimasukkan materi nilai ekonomis dari hulu hilir budidaya dan produk kopi yang dikombinasikan dengan produk unggulan setempat, yaitu susu sapi, teh dan coklat.

"Dengan terintegrasinya pengembangan potensi produk, budaya dan di dukung potensi alam yang indah, diharapkan pengembangan ekonomi yang partisipatif dan inklusif dapat terwujud."tandasnya.

Peringati Hari Santri, Pawai Ta'aruf - Parade Bedug Pukau Warga Kediri



Parade Bedug Peringati Hari Santri Kota Kediri

Wahyu Dadi

Kediri- Pawai ta'aruf dan parade bedug melibatkan ribuan santri mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kota Kediri. Tak pelak kegiatan dalam rangkaian hari santri ini menyedot ribuan pengunjung yang mamadati sudut -sudut jalan di Kota Kediri. Minggu, (4/11/2018).

Ketua PC NU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab mengatakan kegiatan ini adalah sebagai bentuk dalam melestarikan tradisi yang telah dirintis oleh kyai dan sesepuh terdahulu sebagai alat komunikasi, seperti memanggil dalam melaksanakan sholat.

"Ini adalah implementasi Islam Nusantara, dengan menjaga dan melestarikan budaya lokal, dan ini juga menjadi program jamiah Nahdlotul Ulama" terang Gus Ab,

Lebih lanjut , pesan dalam kegiatan ini adalah dalam menjalankan syariat islam juga harus menjaga kearifan lokal , karena hal ini menjadi sangat penting dalam berdakwah.

Sementara dari sisi pemerintah, kegiatan parade bedug dan pawai ta'aruf ini menjadi potensi menarik dalam perkembangan wisata di Kota Kediri, untuk itu Pemerintah Kota Kediri akan selalu mensuport kegiatan yang mengarah ke hal-hal yang positif.


Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar, menurutnya hal ini bisa mwnjadi daya tarik wisatawan dalam kunjungannya ke Kota Kediri.

"Karena kita melihat hal ini punya nilai positif kita akan selalu suport, karena ini juga akan menjadi daya tarik wisatawan dalam kunjungannya ke Kota Kediri" ungkapnya.

Sementara itu, pawai ta'arif dan parade bedug ini diikuti sebanyak 125 kelompok maupun perorangan dari santri , masyarakat , ranting -ranting NU dan lembaga pendidikan.