Pelaku Pencurian Sepeda Motor Lintas Daerah Dibekuk Polsek Ngntru


Tim Reskrim Polsek Ngantru Dipimpin Langsung Kapolsek Ngantru AKP Maga F. Menangkap Residivis Curanmor Lintas Daerah

Andeck

Kediri - Tim gabungan Polsek Ngantru Tulungagung dan Polres Kediri Kota menangkap seorang pelaku pencurian sepeda motor. Pelaku merupakan residivis yang telah berulang kali masuk penjara.

Kapolsek Ngantru,  AKP Maga Fidri Isdiawan, mengatakan tersangka yang yang ditangkap adalah Ahmad Zaini (28) warga Dusun  Timur Gunung Desa  Jenggawah, Kabupaten Jember. Selain tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Suzuki Shogun AG 5128 RK yang dicuri dari wilayah Tulungagung.

"Tersangka kami amankan  beserta barang bukti sepeda motor di Pasar Loak Kaliombo Kota Kediri," kata Maga, Rabu (24/10/2018).

Dijelaskan, kasus pencurian sepeda motor tersebut sebelumnya terjadi di area persawahan Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Saat itu korban Prawito sedang menengok sawahnya, sedangkan sepeda motornya diparkir dengan jarak 50 meter.

"Kemudian sekitar jam sembilan pagi korban hendak kembali, ternyata sepeda motornya sudah tidak ada di lokasi kejadian. Dari kejadian itu korban melapor ke kami," ujarnya.

Dari pengakuan tersangka, ia telah melakukan aksi pencurian di belasan lokasi di berbagai daerah, selain itu juga telah dua kali masuk penjara dalam kasus yang sama.  Saat ini tersangka ditahan di Polsek Ngantru untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dalam kasus ini tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lebih dari lima tahun penjara.

Tepis Isu Harga Mahal, Ibu-Ibu di Trenggalek Ikuti Festival Masak



Wahyu Dadi

Trenggalek- Menyusul kesuksesan di lima tempat sebelumya, Relawan AyoJo wilayah Mataraman Jawa Timur kembali mengadakan Festival Masak, yang diikuti oleh ibu-ibu di Trenggalek.

 Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Oktober 2018 di Gedung Serbaguna Desa Dongko, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Festival Masak ini sebelumnya juga diselenggarakan di Ngawi, Magetan, Ponorogo,
Madiun dan Pacitan. Pada festival ini, ibu-ibu yang terdaftar tidak hanya sekedar mengikuti
lomba memasak, namun mereka juga diharuskan untuk berbelanja di pasar terdekat dengan hanya bermodalkan uang sejumlah 200 ribu rupiah per kelompok yang masing-masing berisi 5 orang.

“Seru ya mas acaranya. Bisa jadi ajang silaturahmi. Terus kita juga membuktikan kalau
dengan modal uang 200 ribu, bisa jadi macam-macam masakan dengan porsi yang banyak," jelas Endang, salah seorang ibu rumah tangga peserta lomba.

Ada ikan, ayam, daging. Jadi ndak kaya yang dikabarin kalau sekarang harga-harga mahal,”
ujar Ina, salah satu peserta Festival Masak.
Selain untuk membuktikan bahwa harga di pasar masih terjangkau, relawan AyoJo
Mataraman juga bermaksud menjadikan kegiatan ini sebagai ajang para ibu untuk unjuk gigi dalam mengatur pengeluaran.

Karena selain dari rasa masakan yang dihasilkan, juga dinilai dari siapa kelompok dengan jurus belanja paling ampuh. Artinya dengan modal terbatas yang diberikan, dapat terlihat siapa kelompok yang paling banyak mendapatkan bahan baku
masakan.

"Kami merasa kabar hoax atau berita bohong akhir-akhir ini makin meresahkan,
termasuk salah satunya soal harga di Pasar. Jadi kami ingin membuktikan kalau dengan modal
terbatas masih bisa untuk belanja macam-macam di pasar dan juga bisa untuk makan rame-rame," ujar Koordinator Kabupaten (Korkab) AyoJo Trenggalek, Sucipto. Senin, (22/10/2018).

Setelah rangkaian Festival Masak selesai, Relawan AyoJo Mataraman akan mengadakan
acara lanjutan yang berkaitan dengan bidang pertanian dan kesehatan di sekitar 20 titik yang
tersebar di 6 wilayah Kabupaten/Kota Jawa Timur pada bulan November-Desember 2018.

AyoJo Mataraman sendiri adalah relawan yang berada di 6 wilayah Kabupaten/Kota di
Jawa Timur, yakni Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan.


Relawan AyoJo berpusat di Jakarta dan telah memutuskan untuk mendukung pasangan Joko Widodo-
Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.

Ribuan Jemaah PMJ Doa Bersama Korban Dan Bencana Palu


Wahyu Dadi

Kediri- Sekitar 5 ribuan lebih warga masyarakat Kediri raya dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Jombang, Tulunggung, Trenggalek dan Blitar  memadati jalanan Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Kamis, (4/10/2018) malam.

Warga masyarakat tersebut merupakan bagian dari jemaah Pengajian Malam Jumat (PMJ) oleh KH. Douglas Toha Yahya, atau yang akrab disapa dengan Gus Lik yang digelar di Mushola Asrama Unit  VI PT Gudang Garam
Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Dinginnya udara malam tak menghalangi ribuan jemaah untuk tawadu, berdzikir dan bertahmid sembari mendengarkan tausiyah dan kajian dari Gus Lik dan Gus War (KH. Anwar Iskandar), kakak Gus Lik di Mushola asrama perusahaan rokok terbesar di Asia tersebut.

Seperti yang dituturkan oleh Budi Pamungkas (40), warga Kelurahan Nronggo, Kota Kediri. Ia rutin mengikuti pengajian Gus Lik baik di Kelompok Pengajian Langgar Kulon hari Selasa malam yang biasa berada di jalan HOS. Cokroaminoto, maupun Pengajian Malam Jumat (PMJ) berkeliling disejumlah kota dan daerah di Karasidenan Kediri.  

Bagi Budi, tausiyah, dan kajian islam semacam ini sangat dibutuhkan dan dapat membuat Indonesia, maupun Kediri terhindar dari musibah, bencana serta menjadikan pribadi lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa, agar menjadi pribadi lebih baik dari sebelumnya.

"Tausiyah dan kajian PMJ semacam ini sangat diperlukan, sebagai upaya umat terhindar dari musibah dan bencana, serta menjadikan pribadi lebih baik sebagai mahluk Allah SWT," ucap Budi.

Sementara itu, Gus Lik dalam tausiyahnya juga berpesan kepada para jemaah PMJ agar bersama meningkatkan ibadah, memohon ampunan serta tidak mencari cari kesalahan maupun menyebar kebencian antar sesama umat, agar Indonesia terhindar dari bencana dan segera dapat pulih dari bencana yang tengah menimpa sebagian daerah Indonesia.

"Jangan mencari cari kesalahan, jangan menebar kebencian serta bersama istighfar, mohon ampunam ditengah bencana alam yang menimpa sebagian saudara kita agar Indonesia aman dan kondusif," Jelas Gus Lik. Kamis, (4/10/2018).

Kabid Humas PT. Gudang Garam Tbk, Iwhan Tricahyono, mengaku kegiatan Pengajian Malam Jumat (PMJ) sudah menjadi bagian kegiatan rutin yang didukung Gudang Garam, karena selain sebagai salah satu wujud tanggung jawab GG terhadap masyarakat, juga menjadi wadah meningkatkan iman dan ketaqwaan masyarakat dan kalangan internal GG, serta meningktkan komunikasi antara Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

"Ini merupakan kegiatan rutin yang sering didukung oleh Gudang Garam, selain sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat, juga meningkatkn komunikasi antara perusahaan dan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat," Jelas Iwhan.

Berdasar pantauan beritakediri.com dilokasi, 5000 lebih jemaah pengajian duduk dengan khidmah di komplek asrama GG, menghadiri  pengajian sejak pukul 19.00 Wib hingga menjelang dini hari, berakhirnya PMJ.