BI Kediri Ajak Media Sukseskan GPN Dalam Sampaikan Informasi Ke Masyrakat



Wahyu Dadi

Solo- Dalam rangka meningkatkan hubungan komunikasi dan peran media sebagai sumber informasi masyarakat. Bank Indonesia Kanwil Kediri menggelar kegiatan yang di ikuti sekitar 30 media baik dari media elekteronik terdiri dari radio, media online dan TV serta media cetak

Acara yang mengambil tema kegiatan "Capacity Building Media Mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri" ini dilaksanakan di Ruang Triwindu The Sunan Hotel Solo Jawa Tengah, mulai dari tanggal 28-30 September 2018.

Menurut Nasrullah, selaku kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia kantor perwakilan Kediri dan  Sonaji, selaku Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan menjelaskan mengenai fungsi dan peran Bank Indonesia serta Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

"Kegiatan ini memang menjadi agenda rutin BI dalam memberikan informasi kepada masyrakat melalui kerjasama media dalam hal peran BI dan Gerbang Pembayaran Nasional," jelas Nasrullah. Sabtu. (29/9/2018).

Tak hanya materi dan diskusi didalam ruangan, rencananya 30 peserta dari berbagai macam media ini juga akan melakukan peninjauan kesejumlah cluster binaan Bank Indonesia Solo.

"Jadi tidak hanya diskusi dan penyampaian informasi diruangan, kami juga akan meninjau kesejumlah cluster binaan BI Solo disekitar Jawa Tengah," pungkas Nasrullah.

Polisi Di Kediri Ajak BEM "Cangkruk" Dan Ngopi Bareng


Wahyu Dadi

Kediri- Bertujuan menjalin silaturahmi dan  meningkatkan komunikasi yang baik antara polisi dan mahasiswa, Polres Kediri Kota menggelar cangkrukan Kamtibmas bersama perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Se Kediri raya diwarung kopi.

Cangkrukan Kamtibmas Kapolres Kediri Kota bersama BEM dan  Organisasi Kemahasiswaan Se -Kota Kediri ini digelar Ewok Cafe di kawasan Mojoroto Kota Kediri.


Hadir dalam cangkrukan kamtibmas ini  Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi/ bersama dengan seluruh pejabat utama Polresta Kediri dan  Kapolsek Mojoroto dan perwakilan BEM Kota Kediri.

Sejumlah perwakilan mahasisiwa dari BEM UNISKA, Universitas Brawijaya, IIK Bakti Wiyatik
UNIK, UNP PGRI Kediri,  STIKES Surya Mitra Husada, IAIN Kediri, Tribakti dan STITM Muhamadiyah Kediri.

Diawali dengan sambutan AKBP Anthon Haryadi, mengenai tujuan kegiatan dan harapan bersama membangun Kota Kediri, dilanjutkan memperkenalkan para pejabat utama Polresta Kediri.

"Saya harap kedepannya kita dapat meningkatkan komunikasi dan silaturahmi dalam membhas atau berdiskusi terhadap segala macam hal yang menyangkut kemajun Kota Kediri serta menangkal kabar Hoax, radiklisme, apalagi memasuki tahun politik, dengan cara cangkrukan semacam ini," jelas Anthon. Senin, (24/9/2018).

Usai sambutan Kapolresta Kediri dilanjutkan sambutan Perwakilan BEM Kediri Raya Ahmad Anas ihya Uddin, sekaligus perkenalan dan memperkenalkan perwakilan BEM masing-masing  universitas  dan sekolah tinggi.

Kami mengapresiasi terhadap  cangkru'an yg diadakan Polresta Kediri , diharapkan ini berkelanjutan. "Ini merupakan suatu kebanggaan dan menunjukkan Kapolresta Kediri merupakan sosok yang sederhana, mau mengajak duduk, ngopi bareng dan saling berdiskusi dengan kami mahasiswa," jelas Ahmad Anas.

Usai sambutan acara dilanjutkan sesi tanya jawab dan ramah tamah diiringi hiburan musik dan menyanyikan lagu yalal wathon bersama dilanjutkan sesi foto bersama

                                   

Ribuan Santri Dan Warga Kota Kediri Jalan Sehat Sarung Dan Goyang Dayung



Wahyu Dadi

Kediri- Peringati Tahun Baru Islam 1440 H, 2.000 warga dan santri jalan sehat menggunakan sarung di Alun-Alun Kota Kediri, ini bentuk apresiasi penggunaan sarung dalam kehidupan masyarakat di Kota Kediri.

Selain jalan sehat, para peserta juga melakukan lomba goyang sehat, goyang sehat yang dimaksud adalah goyang menyerupai orang yang sedang mendayung perahu, "Goyang Dayung".

Abu Bakar Abdul Jalil, atau yang akrab disapa Gus Ab, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri, kepada beritakediri.com, menjelaskan kendati ini merupakan penutupan rangkaian peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1440 H, pihaknya ingin mengajak warga Kota Kediri, baik santri maupun umum agar ikut merasakan ambil bagian dalam perayaan tqhun baru Islam dan menjaga persatuan demi Indonesia, khususnya memasuki tahun politik.

Dalam kegiatan ini, selain jalan sehat bersama mengenakan sarung panitia juga mengadakan joget massal goyang dayung. Goyang dayung sengaja dipilih untuk dilombakan kepada para peserta jalan sehat dengan tujuan selain ikut mengapresiasi prestasi atlet Asean Games, goyang dayung telah viral menjadi bagian dari Asean Games bersama lagu tema Asean Games Meraih Bintang.

"Sengaja kita pilih goyang dayung, karena selain masih viral di masyarakat goyang dayung secara tidak langsung menjadi bagian dari masyarakat dalam berolahraga, serta menularkan semangat berjuang dari para atlet Asean Games," imbuh Gus Ab.

Senada dengan Gus Ab, Alex Habibul (25) warga Kabupaten Nganjuk, dirinya sengaja datang ke Masjid Agung Kota Kediri, Jalan PB. Sudirman demi mengikuti jalan sehat bersarung dan goyang dayung demi kesehatan bersama, selain ingin mendapatkan undian berhadiah 1 buah Sepeda motor dan ratusan hadiah menarik lain.

"Saya bukan santri, tapi saya antusias senang ikut dalam jalan sehat sarung ini, karena unik dan ikut bangga, apalagi dengan ladanya lomba goyang dayung," ucap Habib.

Jalan sehat memakai sarung dan goyang dayung ini merupakan kali kedua digelar di Kota Kediri. Tak hanya santri, warga masyarakat Kediri pun antusias nengikuti jalan sehat yang digagas pengurus Dewan Masjid Indonesia Kediri, dan Gerakan Sehat Indonesia.

Kapolres Trenggalek : J-Scook Miliki Peran Penting Kampanye Safety Riding

Kapolres Trenggalek :  J-Scook Miliki Peran Penting Kampanye Safety Riding

Wahyu Dadi

Kediri-Klub motor yang anggotanya para jurnalis memiliki peranan sangat penting dalam mensosialisasikan aturan berlalu lintas di jalan serta safety riding di tengah masyarakat.

Seperti yang diutarakan oleh Kapolres Trenggalek AKBP Didit B.W.S saat bertemu dengan komunitas Jurnalis Scooter Kediri (J-Scook) di perbatasan Ponorogo dan Trenggalek, agar mengkampanyekan Safety Riding (berkendara dengan aman dan nyaman) kepada masyarakat di Trenggalek dan sekitarnya.

"Klub motor memiliki peranan sangat penting dan mulia di tengah-tengah masyarakat. Karena klub motor bisa menjadi mitra kepolisian sebagai pelopor keselamatan untuk memberi contoh dan mengajak masyarakat umum tertib dalam berlalulintas," kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit saat bertemu dengan para anggota J-Scook di Kilometer 16 lokasi longsor,  Jumat (21/9/2018).

"Komunitas J-Scook ini kan motornya Vespa dan yang saya salutkan semua motor di komunitas ini memiliki spesifikasi lengkap. Ini yang harus dicontoh semua klub motor, sehingga harapannya semua klub motor bisa ikut berkampanye berlalulintas yang baik," ucapnya.

Selama ini, imbuh Kapolres tidak dapat pungkiri jika klub motor atau para bikers masih selalu mendapatkan pandangan miring. Seperti dianggap hanya bisa kebut-kebutan di jalan, urakan, biang kriminalitas dan sebagainya.

Ketua J-Scook, Budi Sutrisno berterima kasih kepada Kapolres Trenggalek. Pasalnya, meski dalam tugas mengawasi jalur longsor di Kilometer 16 Kabupaten Trenggalek, ia masih menyempatkan diri untuk berbaur dengan jurnalis kediri dan masyarakat. 

"Kami salut dengan kinerja bapak AKBP Didit, dengan sibuknya mengatur jalur longsor secara buka tutup, beliau masih menyempatkan diri untuk berbaur sapa dengan masyarakat dan jurnalis," tandasnya.

Masih kata Budi, pihaknya bersama seluruh anggota J-Scook akan menjalankan imbauan Kapolres Trenggalek dengan mengkampanyekan tertib berlalulintas

1000 an Warga Kediri Tirukan Goyang Jokowi




Goyang Dayung Membuat 1000an Warga di CFD Kota Kediri Semangat.



Wahyu Dadi

Kediri – 1000 an warga Kotha Kediri secara setentak tirukan goyang dayung yang dilakukan Presiden Jokowi saat membuka acara Asian Games 2018 beberapa waktu lalu.

Senam dayung yang dilakukan di Jalan Doho Kota Kediri ini diikuti para pengunjung car free day dengan spontan. Mereka tergerak mengikuti instruktur senam yang beraksi di atas panggung melakukan gerak senam dayung, diiringi lagu berjudul Meraih Bintang tersebut.

Berdasar pantauan beritakediri.com senam dengan mengayunkan tangan menyerupai gerakan mendayung ini semula hanya diikuti beberapa orang saja. Diiringi lagu Via Vallen yang menjadi theme song Asian Games 2018, tiga instruktur senam mengkombinasikan gerakan Jokowi ke dalam irama senam.

Tak disangka, senam diikuti dan ditirukan oleh  para pengunjung car free day yang melintas di lokasi senam bersama. Meski didominasi para ibu-ibu dan kaum remaja, jumlah peserta senam ini membludak hingga lebih dari seratus meter. Dalam waktu singkat, 1000an pengunjung car free day larut dalam aksi senam dayung.

Terus bertambahnya para peserta senam membuat tiga instruktur senam mengulang gerakan senam dayung hingga beberapa kali. Bahkan sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kediri ikut ambil bagian dalam senam dadakan tersebut. Aksi para pekerja kebersihan yang mengayun-ayunkan sapu seperti mendayung ini tak pelak menjadi tontonan tersendiri. Suasana senam yang semula biasa menjadi riuh dan sangat ramai.



Hestiawati, instruktur senam sekaligus penggagas kegiatan itu mengaku tak menyangka gerakannya akan diikuti banyak orang. Selama ini dia memang kerap menciptakan gerakan senam yang mengadaptasi tren terbaru, termasuk aksi goyang dayung yang dilakukan Presiden Joko Widodo saat menonton Asian Games.

“Saya sudah biasa senam, namun kali ini tadi sangat bnyak, dengan goyang dayung yang dilakukan pak Jokowi kan memang sedang viral,” ucap Hesti. Minggu, (16/9/2018).

Karena itu bersama komunitas senamnya, dia berinisiatif menggelar senam bersama yang diberi label Kediri Sehat Indonesia Kuat. Hesti juga mengapresiasi keikutsertaan masyarakat yang bergabung mengikuti senam meski terjadi dengan spontanitas.

Hesti membantah jika aksi senam bersama ini memiliki kepentingan politik untuk mendukung Joko Widodo dalam pemilihan presiden mendatang. Menurut dia, senam ini murni mengikuti tren gaya Jokowi yang sedang viral di media sosial.

Senada dengan Hesti, Dzaky (25) pemuda yng sedang melintas di jalan dhoho menikmati liburan di Kota Kediri, Car Free Day merasa sangat terpukau dengan jumlah peserta yang mengikuti goyang dayung.

"Saya tidak menyangka, car free day Kota Kediri yang biasanya tidak sebnyak ini, terlihat padat dan ramai. Ternyata mengukuti senam dayung," kata Dzaky.

Saat 2 Atlet Jujitsu Nasional Hebohkan Pemohon SIM



Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi, bersama Atlet Jujitsu Nasional dan Kastlantas AKP. Adi Nugroho SH. Sik.


Wahyu Dadi

Kediri- Suasana hening dan tenang ruang tunggu pengurusan SIM Polres Kediri Kota langsung berubah riuh dan ramai ketika dua orang atlet Jujitsu Nasional usai berlaga di kancah Juara Dunia Internasional Jujitsu Tokyo Grandslam.

Mereka adalah Imam Mastur, dan Herman Saputra, warga Kota Kediri. Imam Mastur meraih medali emas juara 1 Jujitsu Grandslam di Tokyo Jepang dan Herman juara 3.

Kebetulan Imam dan Herman sedang pulang dari kegiatan Asean Games dan istirahat, namun karena Surat Ijin Mengemudi (SIM) mereka mendekati masa berlakunya, maka mereka menyambangi Mako Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota untuk perpanjangan SIM.

"Saya kan sedang cuti dan istirahat, apalagi SIM A dan C mau habis jadi saya sekalian urus di Polresta Kediri," ucap Imam Mastur.

Kehadiran Imam Mastur dan Herman sontak membuat sejumlah warga pemohon SIM  riuh ingin berfoto bersama dan selfie dengan Imam dan Herman. Seperti yang diutarakan Anna (25) mahasiswi perguruan tinggi di Kota Kediri saat ia juga sedang mengurus perpanjangan SIM C di  Mapolres Kediri Kota.

"Saya tadi sedang menunggu dipanggil, perpanjangan SIM, tiba tiba ada atlet Jujitsu Internasional, akhirnya saya ikut foto bersama dengan masnya, kaan dia telah berjuang demi Indonesia," ucap Anna.

AKBP. Anthon Haryadi, Kapolres Kediri Kota yang kebetulan berada dilokasi juga merasa kaget melihat suasana ruang tunggu SIM yang riuh dan ramai. Saat didekati, ternyata ada dua atlet Jujitsu yang akan melakukan sesi foto SIM.

"Saya juga kaget, ternyata ada dua atlet Jujitsu Internasional asli Kota Kediri yang mengurus perpanjangan SIM, Otomatis kita juga ikut bangga dengan prestasi mereka, untuk itu kami memberikan apresiasi perpanjangan SIM," jelas Anthon.

Saat ditanya apresiasi apa yang diberikan Polres Kediri Kota kepada atlet, Anthon memberikan apresiasi berupa SIM A dan C langsung jadi.

"Mereka tetap bayar administrasi, perpanjangan SIM A dan C, namun kita langsung jadi, jika masyarakat pemohon SIM biasanya menunggu material SIM sesuai antrian pemohon, namun karena mereka telah membela nama Indonesia sepatutnya kita apresiasi dengan cara ini," tegas Anthon.

Berdasar pantauan beritakediri.com kedua atlet memang membayar biaya administrasi perpanjangan SIM C sebesar Rp. 75.000 dan SIM A sebesar Rp. 80.000., dan para atlet hanya mendapat bantuan  berupa kemudahan proses berupa langsung mendapatkan SIM A dan C.

5 Hari Sekolah SD Banjaran IV Gelar Shalat Jumat Didalam Sekolah



Wahyu Dadi

Kediri- Menjadi salah satu Sekolah Dasar yang menerapkan lima hari sekolah (LHS ) SD Negeri Banjaran 4 Kota Kediri juga melakukan pelksanaan shalat jumat di dalam sekolah.

Pelaksanaan shalat Jumat didalam area komplek SD Banjaran IV bukan tanpa alasan. selain karena telah menerapkan lima hari sekolah (LHS)  juga demi menjaga keselamatan siswa pada hari Jumat.

Biasanya setiap hari Jumat bapak ibu guru mengantar siswa  SD Banjaran yang sudah berusia baligh kelas 4-5 dan 6 menlaksanakan shalat jumat diluar area SD di masjid SMA 8, MAN ataupun masjid di pemukiman warga Banjaran.

Selain dapat membahayakan keselamatan siswa karena kawasan Bnjaran merupakan kawasan padat lalu lintas.

Berdasar hal inilah SD Banjaran IV melakukan shlat jumat di dalam lingkungan sekolah bersama dengan pengawasan para guru juga bersama dengan warga masyarakat sekitar sekolahan.

Seperti yang diutarakan oleh Nurul Lathifah, selaku Kepala Sekolah SD Negeri Banjaran IV kepada beritakediri.com. "Semuanya didasari pada keselamaran dan kenyamanan siswa saat melaksanakan shalat Jumat, agar tidak keluar dari lingkungan serta mempraktekkan pengetahuan dari tata cara shalat Jumat yang benar," jelas Nurul. Senin, (3/9/2018).

Senada dengan Kepala Sekolah, Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil, atau yang akrab disapa Hus aAb berendapat shalat jumat bagi anak SD yang telah baligh memang wajib hukumnya, terlebih lagi dengan pertimbangan keselamatan dan kenyamanan siswa saat beribadah, maka kegiatan positif dan patut dapat dukungan baik pemerintah kelurahan maupun Kota Kediri.

"Sangat Positif dan patut dapat dukungan baik dari pemerintah desa maupun Kota, utamanya mengenai renovasi tempat Shalat," jelas Gus Ab.

Hal tersebut mengingat, karena nantinya mungkin Shalat Jumat akan diikuti oleh SD Banjaran lain serta warga masyrakat sekitar SD Banjaran.