Perbaikan Aspal Jalan Mako, Demi Layani Pemohon SIM



Wahyu Dadi

Kediri- Sebagai wujud peningkatan kualitas pelayanan terhadap warga, khususnya pemohon SIM, Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota melakukn perbaikan pelayanan dengan mengaspal jalanan dan jalur uji SIM.

Seperti yang diutarakan Kasatlantas Polres Kediri Kota, AKP. Ady Nugroho. SH.SIK kepada beritakediri.com ditemui di Mako Satlantas Polres Kediri Kota.

Tujuan pelaksanaan pengaspalan ini adalah guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat pemohon sim yang akan melaksanakan ujian praktek dan memberikan tempat parkir yang layak bagi pemohon sim pada lingkungan satpas satlantas polres kediri kota.

"Ini memang sudah kewajiban kami memberikan pelayanan kepada para pemohon SIM utamanya ujian praktek dan tempat parkir yang nyaman dan luas Mapolres Kediri Kota," ucap AKP. Ady Nugroho, SH, SIK. Senin, (27/8/2018)

Saat disinggung apakah proses pengasapalan akan mengganggu pelayanan ujian praktek SIM kepada para pemohon, Ady menyatakan pelayanan tidak akan terganggu karena proses pengaspalan dilakukan pada hari minggu dan malam hari.

"Justru pengaspalan ini dilakukan saat malam dan libur, dengan demikian pelayanan tidak terganggu," imbuh Ady.

Pengaspalan jalan sekitar Mako Satlantas ini mendapat respon positif dari warga pemohon SIM. Budi (35), contohnya. Ia akan melakukan perpanjangan SIM, Budi terpaksa kembali 2 kali karena tidak lulus ujian praktek saat pertama datang, kali kedua datang di Mako Lantas Polres Kediri Kota terdapat perbedaan mencolok pada aspal jalan dan tempat parkir sepeda motor.

"Saya dua kali kesini, karena ujian praktek tidak lulus, yang kedua ini jalannya sudah bagus, parkir juga sudah luas," ucap Budi.


Peringati Hari Veteran, Imigrasi Kediri Teladani Perjuangan Veteran Indonesia



Wahyu Dadi

Kediri- Ingin meneladani dan meneruskan semangat berjuang serta membangun Indonesia dari para veteran pejuang kemerdekaan, Imigrasi Kediri mengunjungi dan memberikan penghargaan atas jasa mereka ketika berjuang meraih kemerdekaan dulu.

Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Rakha Surya Purnama kepada wartawan mengaku apa yang ia lakukan bersama anggotanya mengunjungi sejumlah veteran pejuang kemerdekaan di Kediri bukan hanya kegiatan formal, namun lebih kepada suatu penghormatan dan menjadi sosok panutan bagi para abdi negara.

"Tanpa Perjuangan para Veteran, dalam merebut Kemerdekaan, kita tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan seperti saat ini," Ucap Rakha. Sabtu, (11/2018).

Untuk itulah Imigrasi Kediri, mengunjungi Salam (92) dan Mursid (90), para Veteran pejuang asal Kota Kediri yang masih memberikan sisa tenaga dan kebijaksanaannya, tak menyerah memberikan pesan dan semangat kepada para abdi negara saat ini, dalam melayani masyarakat.


"Jadilah abdi negara yang baik, layanilah masyarakat dengan sepenuh hati, jadikan pekerjaanmu sebagai ladang ibadahmu," jeas Salam.

Masih menurut Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Para Veteran sebagai pejuang kemerdekaan masih menyimpan semangat cjiwa pengabdian, sehingga sudah sewajarnya para penerus bngsa, utamanya abdi negara wajib mengapresiasi mereka di usia senja, bahkan sekedar ucapan terima kasih dan perhatian kita saja, sudah mampu membuat mereka bahagia.

"Sebagai suri tauladan untuk kita contoh semangat dan jiwa pengabdiannya dan sebagai pengingat untuk selalu bersyukur atas nikmat kemerdekaan," pungkas Rakha.

Kontainer Multifungsi GG, Menjadi Ruang Operasi Dan Perawatan


MATARAM, LOMBOK – Aksi solidaritas "Gudang Garam Peduli Lombok" terus berlanjut. Bantuan kontainer yang dikirim ke kawasan bencana sudah sampai di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Jum'at (10/8/2018). 

Dari 25 kontainer multi guna yang telah sampai, enam unit kontainer dirakit di Rumah Sakit Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kota Mataram.

"Dari hasil konsolidasi dengan tim medis, enam kontainer difokuskan untuk menangani korban gempa yang dirujuk di Rumah Sakit Provinsi NTB," kata Iwhan Tri Cahyono, Kepala Bidang Humas PT Gudang Garam Tbk saat memimpin proses serah terima di Rumah Sakit Provinsi NTB, Sabtu (11/8/2018).

Bantuan kontainer tersebut langsung diterima Direktur Rumah Sakit Provinsi NTB, dr H Lalu Hamzi Fikri, MM didampingi para dokter yang akan menangani para korban gempa. Lalu Hamzi juga memimpin supervisi selama proses perakitan kontainer.

Selain fasilitas utama berupa listrik, AC, penerangan, dan saluran air, kontainer juga langsung dilengkapi dengan semua keperluan untuk melakukan tindakan medis. Dalam waktu sekitar dua jam, semua peralatan sudah masuk kontainer dan sudah disterilisasi. Selanjutnya, siap untuk dipakai sebagai ruang operasi dan pembedahan.   

"Bantuan dari Gudang Garam ini merupakan solusi yang efektif untuk melakukan operasi terhadap pasien. Kami sangat terbantu dengan keberadaan kontainer multi fungsi ini," kata Lalu Hamzi.

Menurut Lalu, saat ini ada 328 pasien yang memerlukan penanganan operasi. Meskipun sejumlah ruang operasi di RS Provinsi NTB masih dipergunakan, namun jumlahnya sangat terbatas, tidak sebanding jumlah pasien yang harus segera ditangani. Dengan adanya kontainer dari GG, proses operasi bisa dilakukan di dalam kontainer.

Lebih jauh Lalu Hamzi menjelaskan, penanganan operasi di gedung rumah sakit juga agak repot karena ada trauma terhadap gempa susulan yang sewaktu-waktu terjadi. Baik pasien maupun tim medis memiliki rasa was-was. Dengan adanya kontainer, operasi pembedahan bisa dilakukan di luar gedung dengan rasa nyaman dan tenang.

Keberadaan kontainer tersebut juga memudahkan para dokter relawan yang turun ke Lombok untuk membantu menangani korban. Jumlah tenaga medis cukup banyak, tapi kekurangan ruang operasi. Saat ini, 1 kamar operasi maksimal mampu menangani 5 pasien. Dengan adanya kontainer, otomatis ruang bedah bertambah banyak.

"Kontainer ini menjadi model bantuan yang sangat efektif buat tim medis. Saya sangat terkesan dengan fungsinya yang multi guna dan multi bentuk seperti transformer," kata dr. Taufin Warindra dari Tim Dokter Ortopedi Gabungan Jawa Timur.

Keberadaan kontainer bantuan GG menurut dr. Taufin juga amat bermanfaat untuk mengembalikan fungsi Rumah Sakit Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan bagi seluruh korban gempa yang kini masih tersebar di berbagai tempat.

Tim "Gudang Garam Peduli Lombok" juga mengarahkan kontainer lainnya ke wilayah Kabupaten Lombok Utara. Selain untuk ruang kerja tim medis, juga digunakan sebagai kantor sementara Bupati Kabupaten Lombok Utara, dapur umum, dan tempat istirahat masyarakat dan para relawan. Proses perakitan dan pemasangan instalasi pelengkap, ditangani langsung oleh tim GG.

"Kami pastikan fasilitas di semua kontainer berfungsi dengan baik dan tidak ada kendala," kata Iwhan Tri Cahyono.
Menurut Iwhan, bantuan ini merupakan bentuk tanggungjawab sosial GG dan pengamalan dari catur dharma perusahaan.

Seperti Apa Kontainer Multifungsi Yang Bisa Jadi Ruang Perawatan dan Kmar Operasi.


Wahyu Dadi

KEDIRI- 25 Kontainer milik perusahaan rokok yang dapat berubah menjadi berbagai macam tempat dan fungsi direncanakan akan tiba di Lombok besok, kontainer ini merupakan terobosan baru, khususnya bantuan korban bencana.

Gelombang pengiriman kontainer multifungsi dimulai sejak Rabu (8/8/2018) lalu telah dilakukan dan  dituntaskan. "Kontainer terakhir saat ini sudah dalam perjalanan darat menuju Bali sebelum menyeberang ke Lombok. Menyusul kontainer yang sudah kami kirim sejak Rabu lalu," ujar Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono, Jumat (10/8/ 2018).

Iwhan mengatakan, kontainer-kontainer itu dibutuhkan untuk penanganan keadaan darurat di lokasi bencana. Hingga kemarin, total ada 25 unit kontainer yang sudah dikirim.

 Masing-masing sudah dilengkapi dengan sambungan listrik dan air. Bahkan ada pula toilet, peralatan dapur, AC, kipas angin, genset, serta tandon air. "Jadi, begitu datang, bisa langsung digunakan. Termasuk untuk rumah sakit darurat," katanya. 

Dia menuturkan, kontainer-kontainer itu memang berbeda dengan kontainer biasa. Bukan hanya dari fungsionalitasnya. Akan tetapi juga dari bahannya. Bukan dari besi, melainkan dari polyurethane. Yaitu, campuran antara karet dan plastik sehingga lebih ringan dan lebih mudah dibawa ke mana-mana. 

Dengan bahan polyurethane, kontainer itu punya banyak keunggulan dibanding kontainer biasa. Di antaranya tahan gesekan, tahan korosi, tahan benturan, stabil terhadap suhu panas/dingin, dan terisolasi penuh sehingga tahan kimia ringan serta mampu meredam potensi kebakaran.

 "Ini memang untuk heavy duty. Kami sudah pernah menggunakannya untuk tugas-tugas di lapangan dengan medan yang berat," ungkap Iwhan yang kemarin ikut mengawal pengiriman kontainer ke Lombok. 

Di luar negeri, lanjut Iwhan, kontainer jenis ini sudah biasa digunakan untuk kebutuhan militer dan kebutuhan-kebutuhan darurat. Sebab, bisa difungsikan sebagai pos komando, rumah sakit darurat, gudang penyimpanan darurat, hingga ruang pengungsian. Ini sangat memungkinkan karena sebagian kontainer itu berjenis foldable alias bisa dibuka-tutup. "Ini kontainer 3 in 1.

 Maksudnya, satu kontainer begitu dibuka bisa menjadi tiga kontainer. Membuka atau menutupnya hanya butuh waktu kurang dari 15 menit," terangnya. 

Dari 25 kontainer yang dikirim ke Lombok, 20 kontainer berjenis foldable. Begitu dibuka, dimensinya akan bertambah menjadi tiga kali lipat. Dari semula sekitar 5,5 x 2,2 meter menjadi sekitar 6 x 6,5 meter. Dengan ketinggian sekitar 2,6 meter.

 "Kalau difungsikan sebagai ruang perawatan, ini bisa menampung sekitar 20 bed pasien. Kalau untuk penampungan, bisa sampai 30 orang atau lebih," lanjut Iwhan seraya menambahkan bahwa sebagian kontainer yang dikirim ke Lombok itu baru didatangkan dari luar negeri. 

Dia menambahkan, pengiriman kontainer multifungsi tersebut disertai dengan teknisi dan peralatan yang dibutuhkan. Termasuk dua unit crane untuk memindah-mindahkannya. Juga truk tangki untuk memasok kebutuhan air di tandon-tandon berkapasitas 1.000 liter yang telah disediakan di setiap kontainer. 

Sebelumnya, mereka juga sudah mengirimkan ribuan aneka kebutuhan untuk para pengungsi. Mulai dari kebutuhan makanan, pakaian, kesehatan, hingga MCK (mandi, cuci, kakus). Bantuan itu berasal dari kantor GG di Kediri, Gempol, Pasuruan, maupun Jakarta. Bantuan dikirim melalui darat dan udara.

Sosialisasi Perpres Tenaga Kerja Asing Oleh Imigrasi Kediri


Wahyu Dadi

Kediri -Kantor Imigrasi Kelas III Kediri menggelar sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) kepada 20 perusahaan yang mempekerjakan TKA di Jalan Panglima Polim, Kota Kediri. Hadir sebagai narasumber Kepala Divisi Keimigrasian, Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Jawa Timur Zakaria, SH.

"Poin pokok yang disampaikan dalam sosialisasi Perpres 20 Tahun 2018 ini ada perubahan yang sangat segnifikan. Pertama, penjamin yang mengajukan permohonan ziin tinggal bisa dilakukan berhadap hadapan. Lalu berikutnya bisa melalui online. Selanjutnya tahapan akan lebih diperpendek," kata Zakaria.

Perpres 20 Tahun 2018 ini memberikan kemudahan dan penyederhanaan dalam pemberian izin visa tinggal terbatas (VITAS) dan izin tinggal terbatas (ITAS) kepada orang asing khususnya dalam rangka bekerja dan dalam rangka penanaman modal asing. Perpres ini hanya mengatur prosedur pelaksanaan penggunaan tenaga kerja asing formal untuk jabatan tertentu. Adanya penggunaan TKA diharapkan akan terdapat perluasan kesempatan kerja, masuknya investasi, dan terjadi Alih teknologi dan Alih keahlian.

"Ini arahan dari Direktorat Jendral Imigrasi. Terkait dengan kemudahan terhadap tenaga kerja asiang apabila akan masuk ke indonesia, Permenkumhamnya kini sedang disusun. Dan ini baru tahap sosialisasi, apa yang akan dilaksanakan untuk menikdan lanjuti perpes ini," jelasnya. 

Sosialisasi ini dilakukan agar sebelum diberlakukannya perpres tidak ada persoalan di masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas III Kediri ini, selain melibatkan Dinas Tenaga Kerja Kota Kediri, juga melibatkan stakeholder terkait. 

Bantu Korban Gempa, Kontainer Multifungsi GG Diterbangkan Ke Lombok



Wahyu Dadi

Kediri- Banyaknya bangunan yang rusak serta korban luka akibat gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat,  membuat sejumah pihak bersimpati dan memberikan bantuan.

Seperti halnya salah satu perusahaan rokok terbesar di Asia di Kediri, 25 unit truk kontainer milik PT Gudang Garam, Tbk sengaja dikirim ke Lombok untuk mengangkut bantuan dan memiliki fungsi lainnya.

Selain kontainer berisi bahan bantuan berupa 1.990 lembar selimut yang dikemas dalam 82 dus, 3.000 ribu bungkus abon seberat 750 kilogram, 4.320 cup mi instan yang dikemas dalam 180 dus, serta paket telur asin, obat-obatan, pembalut wanita, dan popok bayi sejumlah 18 dus. 

Kontainer juga memiliki fungsi lain, yaitu sebagai pos komando dan rumah untuk tidur dan istirahat bagi para pengungsi dan petugas jika terjadi gempa susulan ataupun diruang terbuk, serta tempat ibadah.

Kabid Humas Gudang Garam, Iwhan Tri Cahyono, kepada wartawan membenarkan sejumlah bntuan yang diberikan, terutama kontainer yang bisa berubah fungsi menjadi rumah semntara dan posko bantuan bagi pengungsi dan petugas.

"Selain bantuan bahan makan, minum air bersih serta pakaian, kami mengirimkan 25 truk kontainer yang dapat berfungsi multi, selain mengangkut barang, juga bisa menjadi rumah, tempat ibadah maupun posko sementra," jelas Iwhan. Kamis, (9/8/2018).

Iwhan juga menambahkan jika bantuan ini tidak hanya dari kantor GG di pabrik Kediri. Akan tetapi, juga dari kantor GG di pabrik Gempol, Pasuruan dan kantor di Jakarta.

Bantuan yang diberikan melalui program "GG Peduli Lombok" itu diperkirakan sudah sampai di lokasi dalam satu-dua hari ini.

 "Khusus yang dari kantor Kediri, kami kirimkan melalui Lanud (Pangkalan Udara) Iswahyudi, Madiun bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara," imbuh Iwhan.

Bantuan tersebut dikirim dengan truk kontainer GG dan diterima oleh Kepala Dinas Operasi (Kadis Ops) Lanud Iswahyudi Kolonel Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi. Selanjutnya, bantuan akan dikirim ke lokasi bencana di Lombok dengan menggunakan pesawat angkut milik TNI AU. 

Iwhan mengatakan, PT Gudang Garam Tbk berkoordinasi dengan banyak pihak untuk menjangkau daerah-daerah yang terkena dampak paling parah. Mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional (Basarnas), hingga pemerintah daerah setempat lewat badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Termasuk, dengan aparat kepolisian dan TNI. "Di internal, kami juga berkoordinasi dengan RO (regional office) PT. Surya Madistrindo di Bali dan AO (area office) di Mataram," pungkas Iwhan.

Kangen Anak Istri, WNA Bangladesh Overstay Diamankan Imigrasi Kediri





Wahyu Dadi

Kediri- Seorang warga Bangladesh, Miah Helal yang berusia 28 tahun terpaksa dideportasi petugas Imigrasi Kelas III Kediri setelah diamankan petugas Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA), overstay atau melebihi izin tinggal di Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Rakha Surya Purnama kepada wartawan di kantornya, Jalan Bendungan Sutami Kota Kediri.

"Dia izin ke Indonesia dengan visa berkunjung, mengunjungi anak dan istrinya secara agama, dan belum ada surat nikah, namun melebihi izin tinggal selama 75 hari dan melanggar peraturan dan perundangan,, terpaksa kami deportasi," jelas Rakha. Rabu, (8/8/2018).

Hal tersebut berdasarkan kinerja Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kediri yang terdiri dari TNI-Polri dan pemerintah desa Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri dalam menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan orang asing.

"Tak hanya deportasi dia juga akan kita masukkan daftar pencekalan  pada WNA ini," Imbuh Rakha.

Dalam kesempatan itu,  Rakha juga menjelaskan selama kurun waktu Januari hingga 6 Agustus 2018, Kantor Imigrasi kelas III Kediri ada  5 WNA yang dideportasi, mereka dideportasi rata -rata karena melanggar  ketentuan  izin tinggal,  asal mereka pun bervariasi dari Malaysia, Thailand.

Rhaka juga menambahkan pada tahun  2018 Kantor Imigrasi menerima pengajuan penerbitan Paspor sebanyak 2306 orang dengan penolakan paspor sebanyak 519 orang dan penundaan permohonan TKI yang diduga Non Prosedural sebanyak 138 orang.

Menurut Rakha, saat ini pemantauan orang asing di wilayah hukum Imigrasi III Kediri  semakin ketat, terlebih lagi ada anggota Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang berada di tingkat  kelurahan maupun kecamatan, dibantu TNI dan Polri dalam mengawasi keberadaan orang asing.

"Timpora kita alhamdulillah sangat komunikatif dan dilanpangan sangat cepat dalam berkoordinasi untuk.melakukan tindakan," pungkas pria yang hobby bermain gitar ini kepada wartawan.

Mas Abu : Pasar Setonobetek Tinggal Tunggu Perda, Untuk Difungsikan



Wahyu Dadi

Kediri- Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kepada Perusahaan Daerah Pasar Kota Kediri menjadi Perda disetujui oleh DPRD Kota Kediri dalam Sidang Paripurna, Selasa (7/8/2018).

 Sebelum penetapan Persetujuan Raperda menjadi Perda, terlebih dahulu fraksi-fraksi di DPRD Kota Kediri menyatakan pendapat dan persetujuannya.

Dalam sidang paripurna ini dibacakan surat masuk dari Gubernur Jawa Timur Nomor 188/11894/013.4/2018 perihal hasil fasilitasi Raperda Kota Kediri tahun 2018 tentang tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kepada Perusahaan Daerah Pasar Kota Kediri dan Surat Gubernur Jawa Timur Nomor 188/11856/013.4/2018 tentang hasil evaluasi Raperda Kota Kediri.

Sidang paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kholifi Yunon dan dihadiri oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Walikota Kediri yang akrab disapa Mas Abu ini mengungkapkan terima kasih kepada DPRD Kota Kediri khususnya kepada pansus atas kerja kerasnya sehingga Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kepada Perusahaan Daerah Pasar Kota Kediri menjadi Perda telah disetujui.

 "Terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Kota Kediri telah menerima dan menyetujui raperda ini menjadi perda. Mudah-mudahan perda ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya. Selasa, (7/8/2018).

Mas Abu menambahkan bila pasar di Kota Kediri harus diperbaiki. Namun harus dipetakan terlebih dahulu. Sehingga pemangku kebijakan dapat membuat kebijakan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi serta dapat menekan laju inflasi serendah-rendahnya. "Seperti pesan dari bapak Presiden Joko Widodo bahwa pertembuhan ekonomi harus terus dipacu dan inflasi harus terus ditekan serendah-rendahnya," imbuhnya.

Saat ditanya awak media mengenai Pasar Setono Betek, walikota muda berusia 38 tahun ini mengungkapkan bangunan Pasar Setono Betek  harus segera dimanfaatkan karena bangunan tersebut dibuat agar kegiatan berdagang di Pasar Setono Betek lebih nyaman lagi.

 "Bangunan tersebut harus segera dimanfaatkan apalagi bangunan memiliki nilai penyusutan. Tinggal menunggu Perda nya saja. Lebih cepat akan lebih baik bangunan tersebut segera dimanfaatkan," jelasnya.

Selain menyetujui Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kepada Perusahaan Daerah Pasar Kota Kediri menjadi Perda, DPRD Kota Kediri juga menyetujui dua raperda lain menjadi Perda. Yakni, Raperda tentang Perubahan atas Perda Kota Kediri Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum dan Raperda tentang Perubahan atas Perda Kota Kediri Nomor 6 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan Tertentu. 

Hadir dalam sidang paripurna ini, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Sekretaris DPRD Rahmad Hari Basuki, Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.

Ning Lik Janji Tingkatkan Rumah Ibadah Di Kota Kediri



Wahyu Dadi

Kediri- Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah membuka acara Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota di ruang Joyoboyo Pemerintah Kota Kediri.

 Acara dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri Zuhri, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Kediri Ardi Handoko, Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), dewan hakim MTQ, panitia Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kota Kediri serta peserta yang berjumlah sekitar 500 orang.

Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota Kediri yang akrab disapa Ning Lik ini menyampaikan rasa bangga dan bahagianya kepada para peserta. 

"Mudah-mudahan kalian semua adalah generasi penerus yang betul-betul membawa Al Qur'an. Kami berharap, nantinya akan ada yang mewakili Kota Kediri baik di tingkat kota, provinsi, nasional maupun tingkat internasional,"ujar Ning Lik. Selasa, (7/8/2018).

Lebih lanjut, Ning Lik menuturkan Pemerintah Kota Kediri akan terus berupaya meningkatkan kenyamanan dalam beribadah melalui renovasi masjid dan musholla.

"Pemerintah Kota Kediri akan memperbaiki fasilitas-fasilitas beribadah baik itu mushala, masjid yang ada di Kota Kediri dan juga Pemerintah Kota akan terus berbenah dalam hal pembinaan bagi calon-calon wakil Musabaqah Tilawatil Qur'an dari Kota Kediri," imbuh Wakil Wali Kota Kediri tersebut.

Ning Lik yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kota kediri mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mengembangakan LPTQ Kota Kediri. "Saya minta masukan dari panjenengan-panjenengan semua untuk bagaimana sebaiknya dan bagaimana yang harus kita lakukan agar kedepan para qori-qoriah, para hafidz dan juga hafidzoh, para mufassir-mufassiroh betul-betul bisa mewakili dari Kota Kediri dan menjadi juara. Baik di tingkat provinsi, nasional maupun tingkat internasional," ajak Ning Lik.

Dalam kesempatan itu juga, Ning Lik mengukuhkan 9 dewan hakim perwakilan dari 9 cabang perlombaan yakni tartil anak, tilawah anak, tilawah remaja, tilawah dewasa, MHQ 10 juz, MHQ 20 Juz, MHQ 30 Juz, fahmil Qur'an beregu, syarhil Qur'an beregu, khot, Qur'an naskah, dekorasi dan hiasan mushaf.

Untuk diketahui, lomba MTQ diselenggarakan mulai dari tanggal 8 hingga 10 Agustus 2018 yang diselenggarakan di ruang Joyoboyo, ruang Kilisuci dan masjid Al Bina'i balai Kota Kediri.

Pangdam V Brawijaya Cek Kesiapan Satgas Pamtas YONMEK 521 Kediri

Andhika Dwi

Kediri- Panglima  Kodam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman  melakukan pemeriksaan kesiapan prajurit Yonif Mekanik di markas Batalyon Infanteri 521/DY  Kediri. Prajurit Macan Kumbang  ini akan bertugas sebagai Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pengamanan Perbatasan sektor selatan Papua.

Pemeriksaan ini dilakukan Pangdam guna jmemastikan kelengkapan materiil, kesiapan tekhnis sekaligus perbekalan yang akan dibawa oleh para prajurit Yonif mekanik 521 Kediri saat berangkat menjalankan tugas negara menjaga perbatasan di Sektor Selatan Papua. 

Pangdam menjelaskan , jika pasukan yang akan dikirim ke Papua Sektor selatan , tidak hanya menjaga perbatasan namun juga memberikan bantuan pada masyarakat dalam hal pendidikan serta pengairan disana " 

mereka tidak hanya bertugas menjaga perbatadan namun juga memberikan bantuan pada masyarakat disana " ungkap pangdam saat melakukan kunjungan kerja di Mako 521 Rabu (01/08/2018)

Lebih lanjut , adapun pasukan yang dikirim ke Papua berjumlah sebanyak tiga Satuan Setara Kompi (SSK) dengan jumlah pasukan sebanyak 450 prajurit .

Pangdam juga berpesan kepada satgas yang ditugaskan ke Papua untuk menjaga kesehatan dan juga waspada karena didaerah tersebut juga masih ada sisa pemberontak disana . 

"Ada 450 personel di 15 titik Pos Perbatasan Merauke Papua, Dan wajibkan anggota untuk selalu waspada dan dekat dgengan masyarakat disana" kata Pangdam V Brawijaya.

Dari kunjungan kerjanya ini Pangdam Juga memberikan pembekalan terhadap para prajurit  Macan Kumbang yang akan diberangkatkan ke perbatasan sektor selatan Papua pada Agustus pada minggu ketiga.Para prajurit ini mwmiliki masa tugas di perbatasan selama sembilan bulan.