"ISTRI PINTAR" DPMPTSP Kota Kediri Jalani Penilaian Lanjutan



Tim Uji Petik dari Pemerintah Pusat untuk kegiatan kualifikasi kelembagaan Perijinan Terpadu Satu Pintu - Penanaman Modal (PTSP-PM) Tahun 2018 Dan DPMPTSP Kota Kediri *foto Wahyu
 Wahyu Dadi

Kediri- Keberhasilan DPM PTSP masuk 5 besar tingkat nasional pelayanan terpadu satu pintu penanaman modal (PTSP-PM) kategori kota memasuki babak baru.

Usai masuk kategori 5 besar tingkat nasional, Rabu, (30/5/2018) siang, kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kediri kedatangan kunjungan Tim Uji Petik dari Pemerintah Pusat untuk kegiatan kualifikasi kelembagaan Perijinan Terpadu Satu Pintu - Penanaman Modal (PTSP-PM) Tahun 2018. 

Sejumlah hal menjadi perhatian tim penilai, mulai dari awal masyarakat datang untuk mengurus ijin ataupun informasi, alur pelayanan hingga sistem online dan tersinkronisasi secara komputerisasi dengan seluruh OPD teknis di Kota Kediri.

Seperti yang diutarakan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Anang Kurniawan, keunggulan Kota Kediri ada ada pada dukungan "ISTRI PINTAR",  merupakan suatu sistem digital dan komputerisasi yang dapat menyatukan seluruh OPD teknis di Kota Kediri dalam memberikan pelayanan perizinan.

"Menariknya dari sistem online yang diberi nama ISTRI PINTAR (integrated system untuk user dan instansi, dengan layanan yang diantar) ini bisa menyatukan seluruh OPD teknis di Kota Kediri dalam memberikan pelayanan perizinan," Ucap Anang. Rabu, (30/5/2018).

Sebelumnya, bertempat di Hotel Santika Pandegiling Surabaya,  Tim Uji Petik Pusat diterima Pjs. Walikota Kediri Jumadi beserta Sekretaris Daerah Budwi Sunu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Enny Endarjati dan Kepala DPMPTSP Kota Kediri, Anang Kurniawan. Selanjutnya Tim Uji Petik meluncur ke Kota Kediri untuk meninjau pelayanan perizinan di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri.


Tim Uji Petik Pusat diterima Pjs. Walikota Kediri Jumadi Di Surabaya *foto Istimewa
Uji petik ini merupakan tindak lanjut dari surat Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal, BKPM RI nomor 58/A.7/B.2/2018. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang menetapkan Kota Kediri menjadi salah satu dari 5 nominee kategori Kota Penyelenggara PTSP-PM Terbaik se-Indonesia Tahun 2018. 


Hal ini tentu merupakan prestasi yang membanggakan bagi Kota Kediri. Bukan tanpa alasan, nominasi ini menunjukkan bahwa penyelenggara pelayanan publik di bawah kepemimpinan Walikota Kediri sudah menerapkan seluruh aspek dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berorientasi pelayanan kepada investor.
 
Dalam kesempatan ini, Jumadi menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja tanpa lelah seluruh pegawai DPMPTSP Kota Kediri dan dinas-dinas terkait dalam memberikan pelayanan nyata bagi warga Kota.

“Momentum ini penting tidak hanya dalam rangka penghargaan tetapi penting untuk mengantisipasi dinamika Kota Kediri  kedepan. Karena ada connectivity yang terbangun tentu ada persaingan bagaimana kita melayani dunia usaha kemudian pengusaha terutama dalam hal kecepatan, kemudahan dan kepastian, ”ujarnya.
Tim Uji Petik Pusat berkomunikasi dengan Kepala Dinas Penenaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kediri, Anang Kurniawan *foto Wahyu
Lebih lanjut jumadi mengatakan bila daerah berhasil berkembang dengan baik hal ini berarti ada kesejahteraan yang bisa kita bangun, ada pengentasan kemiskinan, penanganan penganggguran yang kemudian memicu IPM  lebih tinggi.

Seperti yang diutarakan oleh salah seorang perwakilan Tim Uji Petik, Devinta, dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) usai melakukan uji petik. "Diharapkan DPMPTSP Kota Kediri mewakili Jawa Timur kedepannya semakin baik mmberikan pelayanan perijinan dan menjadi semacam One Stop mall, sehingga membuat investor dan pengunjung jadi nyaman," jelas Devinta.

Untuk diketahui, personil Tim Uji Petik merupakan perwakilan dari Kementrian Perdagangan, Kementrian Perindustrian, PT. Surveyor Indonesia, dan BKPM. Kota Kediri bersaing dengan  Kota Medan, Kota Pekanbaru, Kota Semarang dan Kota Surakarta untuk memperebutkan 3 besar yang akan diumumkan pada bulan Juni ini. 


POLRI-TNI Ajak Ulama-Dan Masyarakat Shalawatan Perangi Terorisme




Kapolres Kediri Kota, AKBP. Anthon Haryadi bersama Forkopimda Kota Kediri dan Ulama Bershalawat bersama *foto Istimwa


Maulana Malik

Kediri-  Paska serangan terorisme yang terjadi disejumlah daerah di Indonesia, Polresta Kediri mengajak TNI, Ulama dan masyarakat menggelar doa bersama dengan bershalawat guna memerangi dan menangkal aksi terorisme dan paham radikal.

Sedikitnya 3000 jamaah menghadiri Sholawat Akbar Satgas Nusantara yang digelar oleh Polresta Kediri, Sabtu malam (26/5/2018) hingga menjelang sahur.

Kegiatan dipusatkan di Jl Brawijaya  depan Mako Lantas. Sholawat Akbar Satgas Nusantara diisi oleh  Habib Ali Bin Hasan Bin Baharun bersama Majelis Ta'lim Dzikir dan Sholawat Junudul Musthofa.

Ribuan massa datang dari wilayah Kediri dan sekitarnya antara Tulungagung, Blitar dan juga Nganjuk. Kegiatan diawali dengan Solat Tarawih berjamaah antara Muspida Kota Kediri, Polri,TNI bersama masyarkat.

Kapolres Kediri Kota, Anthon Haryadi, menjelaskan jika saat ini Indonesia, Jawa Timur sedang diuji oleh keadaan, utamanya serangan teror dan paham radikal kepada polisi, masyarakat dan TNI, untuk itulah sangat penting seluruh lapisan masyarakat bergandeng tangan perkuat barisan bersama melawan aksi teror dengan bershalawat dan berdoa bersama.

“Kita panjatkan Puji Syukur Kepada Allah SWT, sehingga wilayah kota kediri kondusif. Dengan memanjatkan do'a dan digelarnya Sholawat  Akbar agar diberi keamanan Kota Kediri. Beberapa waktu lalu di wilayah Jatim dihadapkan adanya aksi teror bom bunuh diri. Kita tidak menginginkan kejadian aksi teroris terjadi di kota Kediri,” jelas AKBP Anthon Haryadi. Minggu, (27/5/2018) dini hari tadi.

AKBP Anthon Haryadi menambahkan  bersama-sama dengan TNI , Polri akan menjaga keamanan dari aksi teror, sehingga kondusifitas Kota Kediri Terjaga.

“Seperti diketahui Polri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nusantara jelang pelaksanaan pilkada serentak 2018. Satgas tersebut bertugas mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat pilkada berlangsung.  Satgas Nusantara dibentuk dalam rangka untuk mendinginkan isu-isu yang berkaitan dengan pilkada sehingga diharapkan  dengan pendinginan itu situasi yang memanas tidak sampai ramai, ,” imbuh Anthon.

Satgas tersebut akan bekerjasama dengan para tokoh agama dan masyarakat. Tujuannya, untuk meredam tensi panas saat Pilkada. 
"Kami perlu juga tokoh-tokoh masyarakat yang memberikan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan, itu kami akan bekerjasama dengan seluruh potensi masyarakat, stakeholder yang terkait. Salah satunnya kegiatan Sholawat Akbar Satgas Nusantara ini,"pungkasnya. 

Kegiatan ini sendiri dihadiri  oleh Forkopimda Kota/Kabupaten Kediri , Habib Ali Bin Hasan Baharun,  Habib Mahdl Al Khered, Habub Fahmi Al Athos, Habib Ahmad Bafagih. Warga Nahdlatul Ulama, Ansor dan Banser Kota/Kabupaten Kediri, FKUB-PAUB Kota Kediri, serta Dandim 0809 Kediri, DanBrigif 16 DPRD Kota Kediri..

Senada dengan Anthon, Dandim 0809 Kediri, Letkol Kav. Dwi Agung merasa bangga terhadap generasi muda menjadi pelopor menciptakan situasi yang damai yang hadir pada kegiatan Sholawat Akbar Satgas Nusantara.

“Saya mengapresiasi terhadap kegiatan malam ini sebagai wadah untuk menjalin persatuan dan kesatuan agar generasi muda menjadi penerus bangsa.  Saya menitipkan pesan bila mendapat informasi yang tidak jelas jangan disebar luaskan, cukup diketahui sendiri saja,” tambahnya.

Sambutan diakhiri dengan tausiyah  Habib Mahdi Al Khered . Yang menjelaskan agama Islam tidak pernah memerintahkan umatnya untuk melaksanakan bunuh diri. Karena itu suatu bentuk kesalahan apalagi bunuh diri dan membunuh manusia yang lainnya Islam tidak membenarkan itu.

“Semua itu dilakukan oleh kelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu kita dimalam ini perkuat ikatan kita dengan acara bersholawat ini dan doa bersama. Semoga kota kediri aman tidak ada masalah dan kondusif ini juga didukung oleh masyarakatnya,” tandasnya.

Usai sambutan Habib Mahdi Al Khered dilanjutkan dengan pembacaan sholawat yang dipimpun Habib Ali Bin Hasan Bin Baharun bersama Majelis Ta'lim Dzikir dan Sholawat Junudul Musthofa hingga acara selesai dan ditutup dengan doa.

"ISTRI PINTAR" Antar DPM PTSP Kota Kediri 5 Besar Nasional

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Anang Kurniawan Memberikan Paparan *foto IStimewa
Wahyu Dadi

Kediri- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Kediri kembali menorehkan prestasinya yang membanggakan di skala nasional. DPM PTSP masuk 5 besar tingkat nasional pelayanan terpadu satu pintu penanaman modal (PTSP-PM) kategori kota. 

Hasil ini didapat setelah bersama nominator lain, termasuk 20 besar DPM PTSP kabupaten dan 10 besar PTSP PM provinsi dan 10 besar PTSP PM kota lain. 

DPM PTSP mempresentasikan keunggulan pelayanannya pada tanggal 21-24 Mei 2018 lalu di Hotel JS Luwansa Jakarta dalam acara pemaparan nominee kegiatan pemeringkatan kelembagaan pelayanan terpadu satu pintu di bidang penanaman modal tahun 2018. 

Perlu diinformasikan untuk bisa hadir dalam acara tersebut, para nominee berhasil terpilih setelah menyisihkan 565 penyelenggara PTSP PM seluruh Indonesia. 

Ada beberapa aspek penilaian yang membuat DPM PTSP kota kediri masuk sebagai 5 besar penyelenggara PTSP PM terbaik tingkat nasional kategori kota. 

Aspek pertama adalah sumber daya manusia.  
Aspek kedua yang menjadi bahan penilaian adalah infrastruktur. 
Aspek selanjutnya adalah kelembagaan. 
Aspek inovasi menjadi point penting dalam gelaran nominee penyelenggara PTSP PM terbaik nasional kali ini. 

Dalam penilian kali ini, DPM PTSP kota kediri mendapat apresiasi atas inovasinya memberikan pelayanan full online. Pelayanan metode ini memungkinkan pemohon tidak perlu ke kantor untuk mengurus izin, membayar retribusi maupun pajak serta mengambil dokumen izin yang telah disetujui.

 Karena dengan pelayanan online bisa diakses kapan saja dan dimana saja melalui website dengan alamat kswi.kedirikota.go.id atau melalui aplikasi SIMPEL bagi smartphone bersistem operasi android. Selain itu pembayaran retribusi maupun pajak melalui atm atau teller bank jatim. Untuk izin yang telah disetujui, akan dikirim melalui Kantor Pos.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Anang Kurniawan, keunggulan Kota Kediri ada dukungan "ISTRI PINTAR", selain doa istri dirumah, istri pintar yang dimaksud merupakan suatu sistem digital dan komputerisasi yang dapat menyatukan seluruh OPD teknis di Kota Kediri dalam memberikan pelayanan perizinan.

"Menariknya dari sistem online yang diberi nama ISTRI PINTAR (integrated system untuk user dan instansi, dengan layanan yang diantar) ini bisa menyatukan seluruh OPD teknis di Kota Kediri dalam memberikan pelayanan perizinan," Ucap Anang. Sabtu, (26/5/2018).

 Karena OPD teknis diberi hak akses sehingga bisa melakukan verifikasi berkas, memonitor arsip perizinan, hingga menerima laporan perizinan dari pemohon. Sehingga bisa dibilang sistem ini mini Online Single Submission (OSS) yang akan dilaunching Presiden Jokowi. 

DPM PTSP kota kediri tidak berhenti pada level ini saja. Ke depan untuk terus menyempurnakan proses perizinan, DPM PTSP kota kediri akan mengintegrasikan sistemnya dengan sistem kementerian/lembaga. 

"Terbaru, DPM PTSP kota kediri telah berhasil terintegrasi dengan Sistem informasi perusahaan online (SIPO) milik kementerian perdagangan dan konfirmasi status wajib pajak (KSWP) milik dirjen pajak kementerian keuangan," imbuh pria yang sempat mengawal kesebelasan Persik Kediri sebagai Manajer ini.

 Untuk integrasi dengan NIK nasional dengan Dirjen kependudukan dan catatan sipil kemendagri serta sertifikasi tanda tangan digital dengan badan siber dan sandi negara masih dalam proses penyelesaian tahap akhir. 

Selain itu sesuai arahan presiden jokowi, dalam waktu dekat pelayanan perizinan di kota kediri tidak lagi dalam hitungan hari melainkan dalam hitungan jam. Diharapkan proses perizinan dalam hitungan jam ini bisa segera terealisasi. Sehingga akan lebih mempersingkat proses ease of doing business di kota kediri yang tentunya akan berimplikasi pada iklim investasi di kota kediri. Integrasi OSS nasional menjadi target dalam 1 tahun ke depan. Namun bila dilihat dari sisi infrastruktur, DPM PTSP kota kediri siap apabila dalam waktu dekat dipilih untuk menjadi pilot project nasional. 

Tahap 5 besar nominee penyelenggara PTSP PM tingkat nasional ini bukanlah tahap akhir dari perlombaan. Minggu depan dewan juri akan melakukan kunjungan ke kota kediri untuk melakukan konfirmasi atas presentasi DPM PTSP kota kediri dalam pemaparan nominee 10 besar minggu lalu. 

Safari Ramadhan Anwar Zaid Dilaporkan Tim Khofifah Ke Bawaslu

Safari Ramadhan Anwar Zaid Dilaporkan Tim Khofifah Ke Bawaslu 

Wahyu Dadi

Kediri- Diduga adanya penyalahgunaan acara pengajian dan safari ramadhan KH. Anwar Zaid untuk mendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, sejumlah orang mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Kediri.

Tim pemenangan pasangan calon Gubernur No. 1 Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak melaporkan safari ramadhan KH. Anwar Zaid di Desa Klampisan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, pada Hari Selasa, (22/5/2018) kepada pihak Bawaslu Kabupaten Kediri.

Diwakili oleh Yakup, Ketua Tim Pemenang Paslon 1 Cagub Jatim Kab Kediri, kepada wartawan membenarkan perihal temuan  dan pelaporan ini kepada pihak Bawaslu.

Menurut Yakup, temuannya adalah saat digelar pengajian tersebut adanya seruan serta dukungan dari Kh. Anwar Zaid  kepada pasangan calon Gubernur Jawa Timur No 2 Saifullah Yusuf. Serta adanya pembagian stiker dan tanggalan yang bergambar cagub cawagub No 2.

"Jadi, Tim kami temukan pada saat acara pengajian tersebut Selasa kemarin, ada seruan dan dukungan dari penceramah terhadap pasangan No 2," ucap Yakup. Rabu,(23/5/2018).

Berdasar bukti yang ada, Yakup dan tim melaporkan hal tersebut kepada pihak Bawalsu Kabupaten Kediri. Yakup menganggap semua bukti, baik foto dan rekaman semuanya ada dan komplit.

Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomer 1 Khofifah - Emil Dardak Wilayah Kabupaten Kediri,  merasa keberatan dengan pemanfaat pengajian tersebut untuk pelaksanaan kampanye. 

 Apalagi  sesuai dengan  himbauan Bawaslu Kabupaten Kediri nomer  099/K.JI-09/HM-02.00/V/2018/ kepada Tim Kampanye Paslon Gubernur dan wakil Gubernur , salah satu himbaunya adalah,  tidak menyalahgunakan kegiatan Ramadan untuk kegiatan kampanye, kecuali sudah mendapatkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Kampanye [STTPK]  dari Kepolisian.

"Kami Keberatan dan meminta tim Bawaslu agar segera menindaklanjuti temuan kami," imbuh Yakup.

Yang lebih ironis lagi, berdasarkan bukti yang didapat dari tim pemenangan Khofifah - Emil, yang mengajukan ijin keramaian pengajian tersebut adalah pihak kepala desa dan kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

"Kami juga mendapatkan bukti bahwa pihak ASN juga yang melakukan pengajuan ijin keramaian," Tegas Yakup.

Sedangkam menurut Bawaslu Kabupaten Kediri, Sulthon Nurhadi, Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Kabupaten Kediri yang dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan adanya laporan ini kepada pihaknya. Selan itu anggotan Bawaslu di kecamatan juga telah mendapatkan bukti serupa.

"Iya, tadi siang sudah ada yang laporan ke kantor Bawaslu, anggota saya di kecamatan juga sudah mendapatkan laporan serupa dan dalam pembahasan kami," Jelas Sulthon.

Namun Sulthon meminta waktu kepada media agar tidak terburu buru, karena untuk prosesnya membutuhkan waktu sekitar 5 hari, mulai dari pmeriksaan saksi-saksi, verifikasi bukti yang didapat dilapangan hingga hasil penyelidikan.

"Kita masih harus melakukan verifikasi, pemeriksaa  saksi-saksi, bukti, maksimal 1 minggu lah mas, apakah ini merupakan kesalahan biasa dengan sanksi teguran atau bahkan pelanggaran Gakkumudu," pungkas Sulthon.

Jaga Kondusifitas, Kapolres - Dandim Patroli Misa Gereja Naik Motor




Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi- Dandim 0809 Kediri Letkol. Kav Dwi Agung, Berkendara Sepeda Motor Patroli Misa Gereja Kediri *foto Istimewa
 Wahyu Dadi

Kediri- Upaya memberikan rasa aman, nyaman kepada warga dan umat yang menjalankan ibadah misa di Gereja, Kapolres Kediri Kota dan Dandim 0809 Kediri menggelar patroli wilayah dan keamanan di seluruh Gereja Kediri.

Kegiatan patroli wilayah gabungan ini dilakukan usai ibadah shalat Subuh berjamaah anggota di Mapolres Kediri Kota, Jalan KDP Slamet 02, Minggu, (20/5/2018). 

Ada 6 gereja yang menjadi sasaran patroli wilayah Polri-TNI ini, uniknya patroli gabungan kali ini dilalukan dengan menggunakan sepeda motor berkeliling dari satu lokasi ke lokasi yang lainnnya, hal tersebut dikarenakan agar anggota dapat lebih mudah melakukan patroli, menjangkau dan memantau kondisi keamanan wilayah secara detail.

6 Gereja yang menjadi sasaran lokasi patroli sedang menggelar misa antara lain, Gereja Getsmani, Gereja Santo Yoseph , Gereja Bakti Indonesia (GBI) Setia Bakti, GKI Yos Sudarso,  Gereja St. Vincentius dan  Gereja Pohsarang.

 Selain 6 gereja tersebut gereja-gereja yang lain juga mendapat pengamanan khusus oleh anggota TNI dan Polri  baik di wilayah Polsek Rural maupun Urban.

Sinergi TNI-Polri Menjaga Kondisi Kota Kediri Aman Dan Nyaman *foto Istimewa
Kapolres Kediri Kota, AKBP. Anthon Haryadi saat ditemui di lokasi menjelaskan, kegiatan patroli ini merupakan kegiatan rutin, namun memang saat ini ada peningkatan patroli dan penebalan serta pengutan personil.

"Ini kegiatan rutin saja, tidak ada yang ugent, namun memang kali ini ada penguatan dan penebalan personil pengamanan, sengaja pakai motor supaya lebih lincah, cepat dan dinamis saja dalam patroli ke sejumlah lokasi," jelas Anthon. Minggu, (20/5/2018).

Dalam kegiatan ini juga melibatkan sejumlah ormas dan instansi samping dalam proses pengamanan, GP Ansor dengan Barisan Serba Gunanya (Banser) dan Satpol PP Kota Kediri.

"Kegiatan pengamanan secara khusus dilakukan sebagai upaya antisipasi teror dan memberi rasa aman kepada para jemaat yang sedang melaksanakan ibadah," imbuh mantan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya ini kepada wartawan.

Senada dengan Kapolres Kediri Kota, Dandim 0809 Kediri Letkol. Kav. Dwi Agung Sutrisno. Kodim 0809 Kediri telah menyiapkan 38 orang personil untuk membantu kepolisian melakukan pengamanan wilayah.

"Ini kan dalam rangka menjamin situasi damai kota kediri, Kapolres dan Dandim Kediri melaksanakan patroli gabungan utk meninjau tempat2 ibadah umat Kristiani. Diharapkan pam intelnal yang diperkuat oleh TNI-Polri serta peran aktif dari Jemaat dan masyarakat di lingkungan sekitar, akan mampu mencegah terjadinya aksi2 terror di Kediri," Jelas Dwi Agung.