Polisi-Komunitas Trail Kediri Bantu Perbaiki Jalan Desa Dan Bakti Sosial




 POLISI DAN KOMUNITAS TRAIL KEDIRI BANTU WARGA PERBAIKI JALAN DAN RENOVASI RUMAH IBADAH SERTA WARGA


Wahyu Dadi

Kediri- Dalam rangka mendekatkan diri terhadap masyarakat dan mewujudkan kepedulian terhadap sesama, Polisi bersama Komunitas Trail Kediri bergabung membantu masyarakat Kabupaten Kediri dalam memperbaiki jalan desa, rumah ibadah dan renovasi rumah serta  bakti sosial.

Bakti sosial digelar diwilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Bukan hanya menggelar aksi bhakti sosial, acara tersebut juga diisi dengan Deklarasi Anti Hoax, menjelang Pilkada Serentak 2018.

Slamet Budiono  selaku Ketua KTK, menjelaskan  jika acara bhakti sosial ini, merupakan acara rutin yang dilakukan Komunitas Trail Kediri, yang tujuannya mewujudkan kepedulian terhadap sesama.

Disamping itu, acara ini juga diisi dengan Deklarasi Anti Hoax, khususnya diwilayah Kediri. Hal ini juga bertepatan dengan momentum Pilkada Serentak, yang rentan akan ujaran kebencian dan isu sara, yang harus diperangi bersama.

" Kita sepakat menolak semua bentuk berita Hoax. Dan, hal ini kita deklarasikan dengan semua pihak, yakni Polri, TNI dan juga tokoh agama serta masyarakat " ungkap SB,sapaan akrab Ketua KTK, Slamet Budiono, saat dilapangan Desa Petok, Kecamatan Mojo.

Menurutnya, untuk kegiatan Baksos diwilayah Kecamatan Mojo, pihaknya memberikan bantuan berupa sembako dan juga pembangunan fisik.

" Setiap agenda baksos, kita selalu membagikan sembako. Dan, perihal pembangunan fisik, bisa kita wujudkan renovasi rumah dan rumah ibadah, tergantung permintaan masyarakat" imbuhnya.

SB juga menguraikan, harapannya dengan wujud nyata yang diberikan kepada masyarakat, bisa meringankan beban sesama. Hingga, keberadaan KTK bisa berguna bagi warga.

" Mari membangun Negeri ini secara bersama dengan Semangat Baru " pungkas SB yang juga salah satu Direksi PT Gudang Garam, Tbk ini.

Ditempat yang sama, Kapolresta Kediri .AKBP. Anthon Haryadi, menjelaskan , jika Pihak Polri merangkul semua Komunitas Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh muda dan juga Media serta semua elemen lainya, dalam memerangi berita Hoax dan intoleran jelang Pilkada Serentak 2018 ini.

" Nah, untuk momen ini kita merangkul Komunitas Trail Kediri, guna mendeklarasikan anti Hoax. Dan, acar baksos terhadap masyarakat wilayah Kecamatan Mojo, juga menjad momentum penting dalam acara ini " ujarnya.

Polisi Patroli Kamtibmas Amankan Tradisi "Pladu"



Wahyu Dadi

Kediri-Puluhan anggota kepolisian Resor Kediri Kota  berjajar di bantaran sungai brantas maupun di perahu penyelamat milik BPBD Kota Kediri.

Polisi hadir di Bantaran Sungai Brantas Kota Kediri mengamankan situasi, atas informasi adannya tradisi "pladu"  yaitu penggelontoran  (Flushing) Waduk Karangkates Malang.

Sejak siang ratusan warga  Kota Kediri pada Sabtu sore (28/4/2018)  berkerumun dan memadati tepi aliran Sungai Brantas. Mereka mencari ikan-ikan mabuk.

Akibat dari  'pladu', ikan-ikan dalam kondisi teler, sehingga mudah ditangkap warga yang sejak siang telah menunggu di bantaran sungai brantas.

Pintu air waduk dibuka setiap satu tahun sekali untuk dilakukan pembersihkan.

Warga sepertinya tidak menghiraukan aliran Sungai Brantas yang relatif deras. Kondisi inilah yang kemudian diantisipasi polisi jangan sampai masyarakat menceburkan diri karena membahayakan bagi keselamatan.

"Intinya tidak ada pengamanan secara khusus  terkait masyarakat mencari  ikan karena itu spontanitas di lakukan oleh warga dan kewajiban Polri untuk datang atas semua kegiatan yg di lakukan oleh masyarakat sebagai petugas pelayanan masyarakat," Ucap Kasat Sabhara Polres Kediri Kota, AKP Riko Sasono,  Sabtu, (28/4/2018).

Masih menurut Riko, pihak kepolisian  menghimbau kepada masyarakat utk tidak masuk sungai karena membahayakan keselamatan jiwa mereka.

"Jangan sampe  masyarakat bermaksud baik untuk mencari ikan malah mengakibatkan tenggelam atau hanyut terbawa arus sungai sehingga berakibat meninggal dunia," pungkas Riko.


Sedekah Bumi, Cara Warga Kediri Bersyukur- Menghargai Tradisi Jawa


Wahyu Dadi

KEDIRI - Ratusan warga Dusun Besowo Timur, Desa Besowo, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri memiliki tradisi unik dalam mengekspresikan rasa syukur kepada sang pencipta, yaitu Sedekah Bumi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (28/4) dan Minggu (29/4), dihadiri seluruh warga dan perangkat desa. Sedekah Bumi ini juga dibarengi dengan istighosah, pengobatan massal, kirab pusaka, serta beberapa hiburan seperti karawitan dan pentas seni.

Menurut salah seorang warga, Tri wasono (56) , Sedekah Bumi merupakan ungkapan rasa syukur atas pemberian keselamatan dan rejeki yang berlimpah setahun yang lalu. Warga berharap rejeki di tahun mendatang semakin bertambah, dan dijahkan dari mara bahaya.

Wakil Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Gudang Garam Tbk. Slamet Budiono, yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, tradisi sedekah bumi ini merupakan kearifan lokal warga Kediri sehingga harus dijaga.

"Ini warisan sejarah yang harus dilestarikan, jangan sampai lupa. Dan perayaan ini adalah wujud dari cara menjaganya, sehingga generasi muda sekarang juga harus paham," jelas Mbah Mett, sapaan akrabnya. Sabtu, (28/4/2018).

Mbah Mett mengagumi apa yang menjadi falsafah warga Dusun Besowo Timur ini, yakni 'Eling Asale, Eling Baline' yang memiliki arti 'Ingat Asalnya, Ingat Pulangnya'. Menurutnya, falsafah ini memiliki arti mendalam bagi dia sendiri yang asli Jawa.

"Sebagai orang Jawa kita jangan sampai lupa asal usul kita. Karena orang jawa itu, menghormati tradisi dan nenek moyang sehingga acara ini diselenggarakan oleh masyarakat," ungkapnya.

Beberapa acara seperti karawitan dan kirab pusaka, tambah Mbah Mett, juga merupakan cara untuk melestarikan tradisi. Karena saat ini, karawitan jarang digunakan sebagai hiburan padahal zaman dulu sangat digemari warga.

"Kita harus mengembalikan semangat menghargai tradisi, tentunya tidak dalam arti menolak modernisme. Dua-duanya saling jalan, jangan saling meniadakan. Karena keduanya penting untuk warga, ada yang untuk spiritual, ada yang berguna untuk mengikuti perkembangan," tandasnya.

BPBD Kota Kediri Unjuk Gigi Siap Hadapi Bencana


Wahyu Dadi

Kediri- Memperingati Hari Kesiapsigaan Bencana Nasional Tahun 2018 yang diperingati setiap tanggal 26 april, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kediri nyatakan siap hadapi dan siaga akan benca yang sewaktu waktu dapat terjadi.

Hal ini ditunjukkan oleh BPBD Kota Kediri dalam apel siap siaga bencana di Lapangan Gajah Mada, Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Seluruh kendaraan operasional, perlengkapan keselamatan dan penyelamatan korban bencana dipaparkan dan dicek oleh perwakilan masyarakat, kepala daerah dan instansi samping. 

Usai menggelar apel siaga bencana dalam rangka memperingati hari kesiapsiagaan bencana nasional, Pemkot Kediri melalui Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat, Mandung Sulaksono meminta kepada BPBD dan seluruh organisasi samping agar ikut membantu dan melakukan sinergi menghadapi dan membantu jika terjadi bencana di wilayah Kota Kediri.

"Saya harap BPBD dan anggota instansi samping siap melakukan sinergitas dan membantu jika terjadi bencana di wilayah Kota Kediri, mulai dari Tim PMK, PMI, Ormas GP Ansor, TNI maupun Polri," Ucap Mandung.

Tak hanya harapan Pemkot Kediri terkait kesiapan BPBD dan instansi samping dalam menghadapi bencana, namun anggaran BPBD dalam penanggulangan bencana nampaknya harus mendapatkan tambahan anggaran, yang akan dibahas nanti oleh pihak eksekutif.

"Kelihatannya harus ada pembicaraan ulang dan penambahan terkait anggaran untuk BPBD, karena bencana dapat sewaktu waktu terjadi dan menimpa warga Kota Kediri," Imbuh Mandung.

Dalam apel tersebut pihak bpbd juga menyiapkan sejumlah alat untuk mengatasi bencana kekeringan yang terjadi di masyarakat jika kesulitan mendapatkan air bersih. 

Ribuan Warga Kediri Padati Monumen SLG Demi Saksikan Rock ' n Dut



Wahyu Dadi

Kediri- Dalam rangka event tahunan di tahun 2018, konser musik Rock 'n Dut dengan mendatangkan Band Ibukota Hijau Daun dan Republik serta artis Dangdut asal jawa timur yang sedang naik daun, Via Vallen di Lapangan Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Sabtu (21/04/2018).

Untuk menanti puncak acara yang dimulai dari pukul 16.00 WIB ini dibuka dengan band pembuka beberapa Artis Lokal, kediri. Kemudian sehabis magrib dilanjutkan dengan penampilan band ibu kota, yakni Hijau Daun lalu dilanjutkan dengan band Repvblik yang di awal tahun 2018, baru merilis single terbaru mereka yang berjudul omong kosong, dan puncaknya dilanjutkan artis dangdut asal Jawa Timur pelantun lagu sayang yakni Via Vallen.

Denny Kusuma selaku penanggung jawab acara mengatakan, kegiatan konser musik bertemakan Rock 'n Dut Ini merupakan event tahunan.

"Kegiatan konser musik seperti ini kita bertujuan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Kali ini konser kita gelar di Kediri, pastinya untuk menghibur warga kediri " kata Denny Kusuma.

Sebelumnya konser seperti ini masih lanjut Denny mengatakan, sudah terlaksana di kota Sidoarjo, Gorontalo, Sumenep, Probolinggo, Indramayu, Subang , Bengkulu, dan hari ini Kediri. Dan pada 28 April mendatang akan ada juga konser seperti ini di kota madiun.

"Dan konser music ini gratis tanpa tiket, penonton cukup membawa KTP atau SIM untuk bisa melihat konser ini.
Yang boleh masuk berumur 18+, kami screaning agar aman semuanya. Penonton yang masuk dijaga ketat oleh tim kami dan diperiksa satu per satu. Sifatnya hiburan. Dan alhamdulilah luar biasa, audience-nya mampu mencapai kurang lebih 30. ribu orang. Event Rock 'n Dut ini lanjut Denny bertujuan untuk memberikan hiburan  kepada masyarakat" tuturnya

Surya Taman Wisata, Kolam Renang Berkonsep Indoor Satu Satunya Di Kediri



Wahyu Dadi

Kediri - Satu lagi, wahana wisata kembali berdiri di Kota Kediri. Kali ini, telah dibuka kolam renang Surya Taman Wisata, kolam renang dengan konsep indoor, diatas kolam renang ada penutupnya, agar pengunjung tidak kepanasan maupun kehujanan.

Diatas lahan seluas sekitar 4000 meter persegi ini, bukan hanya kolam renang saja, tapi juga ada resto, kolam pemancingan, maupun taman-taman yang tentunya sangat bagus untuk berswafoto.

Untuk kolam renang sendiri, ada 4 kolam yang terdiri dari kolam dewasa dengan kedalaman 170 sentimeter, kolam anak-anak 40 sentimeter, 2 kolam balita dengan penuh balon kecil-kecil serta penuh dengan permaianan air.

Supervisor Surya Taman Wisata M. Taufik mengatakan, Surya Taman Wisata hingga saat ini merupakan satu-satunya kolam renang dengan konsep memakai atap diatasnya. "Hingga saat ini, hanya kami kolam renang yang ada atapnya. Bahkan kami satu-satunya kolam renang yang buka sampai malam," ujarnya.

Mempunyai nama taman, memang didalam juga ada taman untuk konsep penghijauan agar udara tetap sejuk. "Kami juga mengelola taman agar tetap sejuk disini," ujarnya.

Untuk menjaga kesehatan bagi anak-anak, kata Taufik, dikolam renang yang berada di wilayah Kecamatan Pesantren ini tidak menggunakan bahan kimia untuk membersihkan air. Namun pembersihan dilakukan secara manual dengan menguras dan mengganti air setiap hari. "Kita tidak menggunakan obat-obat kimia, kasian anak-anak. Untuk kebersihan kolam, tiap malam kita bersihkan dan diganti airnya," jelasnya.

Dalam sehari rata-rata pengunjung mencapai 1000 orang. Bahkan kalau hari sabtu dan minggu bisa mencapai 3000 lebih. "Sangking banyaknya pengunjung, kita selalu dikomplain, terutama saat penyajian makan di resto, yang memakan waktu lama," ujarnya. 

Sementara itu, Keisya salah satu pengunjung asal Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri mengaku senang dengan kolam renang yang ada atapnya. "Biasanya kolam renang kan selalu dibawah terik matahari, akhirnya panas dan gak betah berlama-lama. Kalau disini ada atapnya, tidak takut kepanasan," ujar bocah kelas 3 SD ini.

Jelang HUT Bhayangkara Ke-72, Gudang Garam Gelar Pengobatan Gratis


Wahyu Dadi

Kediri – PT Gudang Garam Tbk. kembali menunjukkan komitmennya berkontribusi kepada masyarakat, terutama di bidang kesehatan.

Dengan mengusung tema "Sehat Bersama", PT Gudang Garam Tbk menyelenggarakan kegiatan bakti sosial di Desa Sukoharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Kegiatan diisi dengan pelayanan kesehatan gratis kepada 125 warga Kediri, serta pemberian bantuan 3 buah kursi roda.

Acara tersebut terselenggara atas kerja sama PT Gudang Garam dengan Polres Kediri dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara Ke-72 dan mendukung Satgas Nusantara.

Wakil Direktur PT. Gudang Garam Tbk, Slamet Budiono, menjelaskan, kegiatan bakti sosial kesehatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap warga sekitar.

"Pengobatan gratis dan juga pembagian kursi roda sudah rutin kami lakukan, jadi bukan sekali ini saja," ujar Slamet.

Selain setiap bulan dengan lokasi dan tema yang berbeda, PT Gudang Garam secara langsung dapat hadir ditengah tengah masyarakat sebagai pendukung aktifitas warga masyarakat sehari harinya, sekaligus membantu warga yang kurang mampu.

"Kami ingin sebisa mungkin hadir ditengah masyarakat membantu warga yang kurang mampu dan kurang beruntung," imbuh Mbah Mett, sapaan akrab Slamet Budiono.

Senada dengan Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan, dirinya beserta seluruh jajaran Kapolsek dan Bhayangkarinakan terus bekerjasama dengan PT Gudang Garam dalam membantu warga masyarakat yang kurang beruntung dan kurang mampu, baik dalam bidang kesehatan maupun sosial.

"Ini kan menyambut HUT Bhayangkara, membantu warga dengan baksos kesehatan dan membantu kursi roda bekerjasama sengan Gudang Garam, " Jelas Erick.

SPBE Meledak, 1 Orang pekerja Luka, Puluhan Motor Rusak





 Polisi lakukan olah tkp di SPBE usai salah satu alat pengisian tabung Elpiji meledak

Wahyu Dadi

Kediri-  Salah satu alat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di wilayah Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri meledak, satu orang dikabarkan terluka dan puluhan sepeda motor mengalami kerusakan saat diparkir disekitar lokasi.

Lokasi SPBE berada di Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Awal kejadian sekitar pukul 14.00 wib, saat itu kegiatan pengisian tabung elpiji terjadi seperti biasa. Namun salah seorang petugas keamanan SPBE mendengar suara gas yang bocor dengan keras, di bagian mesin wrap, sesaat kemudian disusul suara ledakan yang sangat keras disertai api. 

"Saya dengar suara ngosos, lalu disambut suara ledakan dan api, saya dan teman teman berusaha memadamkan api dan menolong Hari," ucap Andul Basit (49) ketika diinterogasi petugas Satreskrim Polres Kediri.  Senin, (16/4/2018).

Setelah itu Andul langsung berlari kebagian meain wrap, nampak Hari Yudianto (36) pegawai bagian mekanik SPBE tergeletak dengan sejumlah bagian tubuhnya mengalami luka bakar.

"Disitu saya lihat Hari, tergeletak lemas," imbuh Andul.

Usai kejadian, anggota Satreskrim Polres Kediri, Identifikasi dan Polsek Gampengrejo langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. 

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih yang langsung memimpin jalannya olah TKP membenarkan kejadian ledakan, atau kecelakaan kerja yang membuat satu orang pegawai mengalami luka bakar.

"Ini saya sedang melakukan olah TKP, mohon waktu mas baru saja kejadian," ucap Hanif saat dihubungi melalui telepon genggamnya.

Berdasar pantauan beritakediri.com dilokasi, tak hanya mengakibatkan satu orang pegawai luka bakar, namun sepeda motor karyawan yang berjumlah sekitar 20 unit juga mengalami kerusakan akibat panasnya ledakan yang diduga akibat tabung elpiji yang rusak.

 Puluhann Unit Sepeda Motor Pegawai SPBE rusak akibat terkena ledakan

"Kami tidak bisa menduga duga, penyebab ledakan dan asal api, namun yang jelas ada ledakan yang diduga akibat tabung elpiji, karena ini kan stasiun pengisian elpiji," imbuh Hanif..

Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan menjelaskan, bahwa anggotanya masih melakukan olah tkp untuk mencari penyebab ledakan, dan akibat kejadian itu, pegawai yang jadi korban ledakan telah dilarikan dan sedang dalam perawatan RS Bhayangkara Kota Kediri.

"Anggota saya.sedang olah TKP, korbannya sudah dirawat di RS Bhayangkara Kota Kediri," jelas Erick.

Dari lokasi kejadian , polisi mengamankan 1 buah tabung elpiji ukuran 50 Kg, pakaian korban yang terbakar dan puluhan sepeda motor yang rusak akibat ledakan

Hargai Kebhinekaan, Santri Pondok Ploso Kediri Gelar Pawai Budaya





 Salah satu kesenian asal Madura yang ditampilkan Santri Ponpes Al Falah Ploso Mojo

 
Wahyu Dadi

Kediri- Sebagai wujud mengenalkan dan mengajarkan perbedaan dan kebhinekaan kepada santri dan masyarakat, Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri menggelar pawai kesenian dan budaya yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia.

Kegiatan mengambil tempat di area Ponpes Al Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Tepat hari Minggu, (15/4/2018) pagi. Pawai diikuti oleh sekitar 3000 orang santri lebih dan diikuti oleh perwakilan delegasi  dari pemerintah Magelang. Peserta mengenakan pakaian dan menampilkan kesenian ataupun kebudayaan khas dari masing masing daerah asalnya.

Peserta pawai harus berjalan berkeliling area pondok dan desa hingga 3 Kilometer jauhnya, pawai diikuti oleh hampir seluruh perwakilan kota dan kabupaten yang ada di propinsi Indonesia. Ada kesenian dan penampilan ondel ondel dari Jakarta, seni musik tradisional asal Madura, seni tari topeng dari Magelang, pencak silat dari banten dan Jawa Barat, tari piring dari Sumatera dan masih banyak lagi.

Menurut salah satu pengasuh Ponpes Al Falah,  Kh. Nurul Huda Jazuli. Kegiatan pawai ini merupakan salah satu cara menunjukkan dan mengajarkan kepada santri apa itu keberagamaan, kepercayaan, seni dan  budaya Indonesia.

"Ini salah satu cara kami, para pengasuh Ponpes Al Falah, mengajarkan dan menunjukkan kebhinekaan, keberagaman seni, budaya, agama yang ada di Indonesia, tapi tetap satu dan harus saling menjaga dan menghormati sesama," Ucap Kiai Huda Jazuli kepada beritakediri.com. Minggu, (15/4/2018).

Senada dengan Kiai Huda, Kapolres Kediri Kota, AKBP. Anthon Haryadi. Mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Ponpes Al Falah Ploso. Kendati berada jauh dari pusat pemerintahan Indonesia, namun para santri dan pengasuh memilki keinginan kuat untuk menunjukkan dan mengajarkan keberagaman suku, adat, budaya, agama demi menjaga keasatuan Indonesia dan tak lupa, kuatnya persatuan akan mampu menangkal berita Hoax.


Keakraban antara Kapolres Kediri Kota AKBP. Anthon Haryadi bersama Kiai sepuh Ponpes Al Falah Ploso


"Sangat menarik, ponpes tradisional namun memiliki cara pandang yang moderat dan sangat menghargai kebhinekaan demi menjaga persatuan dengan menggelar pawai budaya dengan jumlah santri yang mondok dari berbagai daerah sebanyak 7000 lebih santri," Jelas Anthon.

Tak hanya kesenian tradisional, para santri juga menunjukkan kehebatannya dalam berkreasi dengan menggabungkan kesenian tari tradisional dan tari modern. Musik angklung dan tarian serta nyanyian modern, sontak membuat para santri dan warga masyarakat Kecamatan Mojo ikut berjoget dan memadati jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kediri dan Tulungagung.

Salah seorang santri sekaligus Putra dari pengasuh ponpes, Abdul Rahman Al Kautsar juga mengaku saat ini seorang santri harus serba bisa, tak hanya mengaji dan belajar di pondok, namun santri juga harus bisa berkreasi dan menunjukkan inovasi dalam menghadapi tantangan jaman. 

Untuk itulah  kegiatan pawai budaya ini telah digelar untuk ketiga kalinya, selain sebagai tanda diakhirinya tahun ajaran pondok juga bentuk kreasi seni santri kepada pondok dan para pengasuh pondok. Setiap tahunnya selalu ada tambahan penampil, seni, budaya yang berasal dari berbagai daerah.

"Saat ini santri juga harus jadi santri Jaman Now, harus serba bisa, tak hanya mengaji.dan belajar dengan menggunakan sarung, namun kami juga bisa berkreasi berinovasi menghadapi tantangan jaman," Tegas pria yang akrab disapa Gus Kautsar ini kepada wartawan.


 Tari Piring yang ditampilkan santri demi menghibur warga dan para Masayikh

Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan  Mojo, Kabupaten Kediri, berdiri sejak Tahun 1925, oleh Alm. Kh. A. Djazuli Usman, lalu diteruskan oleh putranya Kh. Zaenudin Jazuli, Kh. Nurul Huda Jazuli, Kh. Munif, Nyai Hj.Badriyah serta Gus Sabut (putra dari Alm. Gus Miek), sistem pengajaran di Ponpes Al Falah menggunakan pengajaran Salafiyah.


Diduga Palsu, Puluhan Botol Miras Diamankan Petugas Gabungan


Wahyu Dadi

Kediri- Tak ingin kecolongan dan sekaligus langkah antisipasi peredaran miras ilegal, oplosan dan palsu, petugas gabungan Polisi, Satpol PP, TNI, Bea Cukai, Disperindag dan Dinas Penanaman Modal Kota Kediri lakukan operasi gabungan disejumlah tempat hiburan malam.

Dari hasil operasi gabungan disejumlah lokasi tempat hiburan malam dan karaoke. Petugas berhasil mengamankan 20 an botol minuman keras kelas A dan B yang diduga palsu dan tanpa ijin jual.

Sejumlah lokasi karaoke yang menjadi sasaran petugas adalah, Karaoke X Movie di jalan Mayor Bismo, Flamboyan Karaoke, dan Alien Karaoke.

Menurut Kasat Sabhara Polresta Kediri, AKP. Riko Saksono yang memimpin langsung operasi mengaku, dari 4 lokasi hiburan malam, rata rata mereka menjual minuman keras, namun karena ada yang ijin dan masa berlakunya habis maka minuman alkohol terpaksa disita petugas.

"Berdasar operasi malam ini ada sekitar 20 botol miras golongan A dan B yang diamankan, sementara karena ijinnya habis atau belum mendaftarkan ijin jualnya ke dinas terkait," Ucap Riko. Kamis, (12/4/2018) 

"Ini rutin mas kegiatannya, hanya saja ini menjelang bulan suci ramadhan dan langkah preventif bagi kepolisian menjaga kondisi Kediri aman dan kondusif. Imbuh Riko.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan terkait ijin  penjualan miras dan keasliannya, petugas juga melakukan pemeriksaan identitas pengunjung dan gadis pemandu lagu.

Pemeriksaan identitas juga sempat alot dan diwarnai adu mulut ketika petugas menemukan salah seorang pengunjung membawa dan mengkonsumsi miras yang diduga oplosan, namun dirinya  menolak ketika petugas akan mengamankan kartu Identitas penduduknya.

" Saya tidak salah apa apa pak, tolong jangan menyita KTP saya," Jelas pria paruh baya yamg identitasnya masih dirahasiakan petugas.

Senada dengan Riko, Kabid Trantib Satpol Pp Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan fungsi dari anggotanya mengikuti operasi gabunga ini. Menurut Khamid, selain melakukan penegakan terhadap perda, Satpol PP juga membantu fungsi kepolisian dan TNI menjaga kondisi tetap aman damai.

"Kami hanya ingin menjaga kondisi Kota Kediri aman nyaman dan tenteram," Ucap Nur Khamid.

Rencananya, operasi gabungan akan terus digelar di Kota Kediri, apalagi ini menjelang puasa Ramadhan dan mencegah peredaran miras alkohol tanpa ijin dan oplosan yang berbahagia bagi warga masyarakat.

APERSI : Terkendala Lahan Dan Kurangnya Dukungan Pemerintah Daerah Wujudkan Rumah Murah


Wahyu Dadi

Kediri- Mendukung program Presiden Jokowi dalam rumah murah untuk rakyat, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) melakukan pelatihan untuk pengembang perumahan di Kediri raya di Hotel Grand Surya Kediri.

Menurut ketua umum APERSI, Junaedi Abdillah kepada beritakediri.com disela acara training untuk pengembang mengaku saat ini APERSI mengalami berbagai macam kendala dalam melakukan pengembangan perumahan murah untuk rakyat.

Sejumlah kendala yang menjadi masalah utama dari pengembang, baik di Kediri, Jawa Timur maupun di wilayah Indonesia adalah ketersediaan lahan untuk lokasi perumahan dan kurangnya dukungan pemerintah daerah mewujudkan sejuta perumahan rakyat.

Kekurangan lahan yang dimaksud adalah, lahan tanah yang siap digunakan untuk perumahan, mulai dari tingginya harga lahan hingga lokasi dan infrastruktur yang tidak didukung. Sedangkan untuk pemerintah daerah, seringkali ijin pengembangan dipersulit dan berbelit, terutama jika menyangkut fasilitas umum perumahan.

"Anggota APERSI banyak, namun kendala lahan kurang, dan harganya semakin tinggi. Apalagi pemerintah daerah tidak ada dukungan, baik dukungan ijin maupun infrastruktur," ucap Junaedi. Rabu, (11/4/2018). 

Lebih lanjut Junaidi mengatakan, dalam program sejuta rumah pemerintah daerah kurang perduli, bahwa pemerintah daerah seharusnya memberikan infrastruktur dan merumahkan rakyat. 

"Seharusnya pemerintah mendukung dan memberikan infrastruktur merumahkan rakyat," imbuh Junaedi.

Cegah Laka Lantas Akibat Kelalaian, Jasa Raharja Beri Pengobatan Gratis

Cegah Laka Lantas Akibat Kelalaian, Jasa Raharja Beri Pengobatan Gratis

Wahyu Dadi

Kediri- Sebagai wujud tanggung jawab dan ikut serta menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian supir maupun awak bus, Jasa Raharja Kediri menggelar pengobatan gratis di Terminal Tamanan Kota Kediri.

Pengobatan gratis ini dilaksanakan sejak pukul 08.00 wib, hingga pukul 15.00. Wib, dimana jam itu merupakan saat pengemudi, awak bus, penumpang dan penjual makanan di sekitar terminal berkumpul dan melakukan aktifitasnya.

Kepala Jasa Raharja Karasidenan Kediri, Eko Juli Winarso kepada beritakediri.com menjelaskan, kegiatan pengobatan gratis ini selain merupakan wujud tanggung jawab Jasa Raharja membantu masyarakat, juga menekan angka laka lantas yang mungkin juga disebabakan oleh kelalaian supir maupun awak bus dalam berkendara.

"Ini merupakan wujud tanggung jawab sosial kami, sekaligus membantu bagi supir, awak bus, pedagang asongan dan penumpang untuk menjaga kesehatan saat ataupun akan bepergian agar sehat," Jelas Eko. Senin, (10/4/2018).

Menurut Eko saat ini angka kecelakaan lalu lintas di Karasidenan Kediri masih tinggi, selama tahun 2017 lalu, Jasa Raharja Kediri membayar biaya perawatan korban kecelakaan hingga santunan korban meninggal laka lantas, sebesar Rp 39 miliar.

"Selama 2017, mencapai 39 Miliar," Ucap Eko.

Jasa Raharja Kediri memiliki wilayah hukum Polres Nganjuk, Polres Kota Kediri, Polres Kediri, Polres Tulungagung dan Polres Kota Blitar, Polres Blitar dan Polres Trenggalek.

"Mulai pagi hingga siang saja, tercatat sudah ada 50 orang yang memeriksakan diri ke lokasi pengobatan gratis, mulai dari lelah, letih, pusing hingga sakit flu juga dilayani oleh tim medis Jasa Raharja Kediri," imbuh Eko.

Menurut Habib (30) salah seorang supir bus antar kota antar propinsi, dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan pengobatan gratis ini, karena bagi Habib, seorang supir akan terus neyetir jika masihnkuat, dan akan istirahat dirumah jika sakitnya sudah parah, dengan pengobatan gratis ini dirinya dapat mendeteksi dini kondisi kesehatannya secara gratis.

"Saya seneng mas, kalau saya tidur dan istirahat dirumah kalau sudah capek dan sakit parah, dengan pengobatan gratis ini saya dapat mengetahui kondisi kesehatan saya,  semoga sering diadakan dan digelar," ucap Habib.

Mohon Doa Restu Sukses Asean Games, Menpora Kunjungi Ponpes Kedunglo Kediri


Wahyu D

Kediri- Jelang penyelenggaraan pesta olahraga Asian Games 2018, yang rencananya akan digelar Agustus 2018 mendatang. Menteri Pemuda Dan Olahraga Imam Nahrawi berkunjung ke Kediri untuk meminta doa restu keberhasilan acara tersebut.

Permohonan doa restu tersebut dilakukan oleh Imam Nahrawi saat mengunjungi pengamal wahidiyah, dalam acara Mujahadah Kubro, di Ponpes Kedunglo di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Menurut Imam, Asian Games  2018 akan digelar di 3 lokasi, Jakarta, Jawa Barat dan Palembang. Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 41 cabang, terdiri dari 33 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade.

Seluruh persiapan, mulai dari venue, tempat menginap dan transportasi sudah dalam tahap akhir, dan awal Mei sudah selesai. "Alhamdulillah Venue memasuki finishing, awal mei sudah selesai, yang disiapkan adalah para atlet yang akan bertanding, mohon doanya," Ucap Imam Nahrawi. Minggu, (8/4/2018)  Dini hari.

Tak hanya Asian Games, Nahrawi juga berpesan kepada pemuda Ponpes Kedunglo, dan Kediri agar lebih berhati hati dalam menerima serta menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya, karena hal tersebut dapat menimbulkan kekacauan dan merusak kedamaian.

"Saya berpesan kepada para pemuda, berhati hati jika menerima dan menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya, karena hal tersebut berbahaya bagi kondusifitas negara," Jelas Imam Nahrawi.

Menurut Imam, pada tahun 2030 mendatang, Indonesia akan memgalami yang namanya Bonus Demografi, dimana 
usia prduktif penduduk Indonesia akan berjumlah sangat banyak, bahkan melampaui negara tetangga dan negara dunia lainnya.

 Tentu saja jika tidak dipersiapkan sedari dini mengenai pendidikannya, membuat lapangan pekerjaan, dan dikelola dengan baik, maka kelebihan usia produktif ini akan menjadi ancaman tersendiri, untuk itu Imam mengajak para pemuda, pemerintah daerah untuk bersama menyiapkan diri dan melatih diri dengan berbagai macam kemampuan dan pengetahuan.

"Namanya Bonus Demografi, usia produktif (16-50 Tahun) berjumlah sangat banyak, untuk itulah ayo bersama melatih diri, dengan pengetahuan bersama dengan pemerintah mengelola Bonus Demografi ini menjadi suatu hal yang baik," Tegas menteri sekaligus politikus PKB tersebut.

Pengasuh Yayasan Perjuangan Shalawat Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Kota Kediri,  KH. Abdul Latif Madjid. Memberikan tanggapan yang sangat positif dengan kedatangan Imam Nahrawi. 

Dengan terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, menjadi kebanggan bagi para santri dan pengamal Shalawat Wahidiyah serta seluruh warga Indonesia. Tak hanya kebanggan, Abdul Latif Madjid juga berharap para atlet, offisial dan pelatih dapat meraih prestasi yang membanggakan bagi Indonesia

"Semoga dengan kedatangan pak menteri, dapat berdoa bersama dan meraih prestasi yang membanggakan bagi seluruh bangsa," jelas Abdul Latif Madjid.

Usai menghadiri acara di Ponpes Kedunglo, Kediri. Imam Nahrawi akan melanjutkan kunjungannya ke Jombang

Optimalkan Kaderisasi, Ansor Kabupaten Kediri Bentuk Tim 9


Wahyu Dadi

Kediri- Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kediri terus melakukan berbagai terobosan dalam rangka  memperkuat kaderisasi di jajaran structural paling bawah. 

Terhitung sebanyak 26 Pimpinan Anak Cabang sesuai jumlah kecamatan di Kabupaten Kediri secara terus menerus melakukan agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD).

Peserta PKD di masing masing PAC merupakan utusan dari setiap ranting di kecamatan. Pelatihan itu bertujuan memberikan pendidikan dan pelatihan dasar organisasi. Para peserta dibekali materi tentang ideologi Nahdlatul Ulama, wawasan kebangsaan, serta materi organisasi dan leadership.

"Wilayah Kabupaten Kediri sangat luas, dengan 26 kecamatan dan 343 desa dan 1 kelurahan menjadi tantangan tersendiri bagi kami selaku Pengurus Cabang untuk dapat menggerakkan kader hingga tingkat ranting yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan," terang Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kediri, Munasir Huda. Saat ditemui beritakediri.com. Jumat, (6/4/2018).

Pria yang akrab disapa Gus Munasir ini mengaku sempat kewalahan dengan banyaknya permintaan PKD dari seluruh PAC. Ia kemudian berdiskusi dengan seluruh pengurus cabang untuk menyusun strategi pengkaderan.

Dari berbagai ruang diskusi yang dilakukan di beberapa lokasi, dari masjid, rumah, hingga warung kopi, akhirnya muncul gagasan untuk membentuk tim 9. Tim itulah yang akan bertanggungjawab secara utuh atas seluruh  program kaderisasi baik PKD Ansor maupun Diklatsar Banser.

Mereka yang tergabung dalam tim 9 bertanggungjawab sejak penjadwalan PKD, narasumber, hingga rencana tindak lanjut (RTL) bagi peserta pasca pelatihan. 

Mereka terdiri dari 9 orang kader senior yang dianggap mampu menjalankan roda kaderisasi.

Tim 9 juga bertugas menyusun RTL sebagai bagian tak terpisahkan dari kederisasi baik PKD maupun Diklatsar. Hal itu bertujuan untuk memberikan ruang bagi potensi kader.
"Awalnya memang terlihat berat sekali, ketika harus menghadapi permintaan dari seluruh PAC untuk melaksanakan PKD," Tegas Gus Munasir.

Ciptakan Polisi "Bersih", Polisi Kediri Kerjasama Dengan Dinas Pendidikan

Wahyu Dadi

Kediri- Guna menciptakan anggota Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya. Dalam melakukan rekrutmen awal, Polres Kediri Kota mngajak dinas terkait untuk mengawasi dan mendukung proses penerimaan anggota polisi tahun anggaran 2018.

Sejumlah pihak diajak untuk melakukan kesepakatan bersama dalam penerimaan anggota polisi 2018. Dinas pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, DPRD, LSM dan Dinas Kependudukan-Catatan Sipil Kota Kediri. 

Nantinya, seluruh instansi terkait diajak bersama mengawasi proses penerimaan mulai dari persiapan melalui administrasi, nilai akademis, persyaratan administrasi kependudukan hingga mekanisme penerimaan saat berada di Polres Kediri Kota.

"Dengan nota kesepahaman ini, terjalin komunikasi yang baik antara lembaga terkait dan kepolisian, sehingga proses rekrutmen dapat berjalan sesuai aturan dan petunjuk Kapolri," Ucap Kapolres Kediri Kota, AKBP. Anthon Haryadi. Kamis,(5/4/2018).

Senada dengan Anthon, Kepala UPT Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, Cabang Kediri, Trisilo Budi menjelaskan, saat ini pelajar SMA, SMK, MA seluruh Kota dan Kabupaten Kediri ada 20 ribu lebih lulusan siswa SMA, SMK dan MA dan mereka memiliki animo besar untuk menjadi anggota polisi.

"Sesuai data, ada sekitar 20 ribu lebih siswa SMA,SMK, MA yang mengikuti ujian nasional, setelah menerima sosialisasi penerimaan polisi, para pelejar ini antusias ingin bergabung, oleh karena itulah dengan kerjasama ini kami bisa lebih dini dan awal mengawasi dan mempersiapkan para pelajar untuk bergabung," jelas Trisilo.

Tak hanya mempersiapkan dan mengawasi jalannya mekanisme penerimaan anggota Polri, Trisilo beserta sejumlah dinas terkait juga berharap saat ini tidak ada kabar bahwa masuk polisi harus membayar sejumlah uang dan melalui rekomendasi pejabat tinggi Polri.

"Semoga saat ini sudah tidak ada dan tidak benar kabar masuk polisi harus membayar dan melalui rekomendasi pejabat, biarlah anak anak berupaya sesuai kemampuan mereka fisik dan akal mereka," tegas Trisilo.

Tak hanya melakukan penandatangan nota kesepahaman antara polisi dan instansi terkait mengenai proses penerimaan, namun juga rombongan diajak melihat dan menyaksikan langsung proses ukur, timbang dan pengecekan kelengkapan administrasi siswa pendaftaran Polri di halaman Mapolres Kediri Kota.
.

Persiapan Mujahadah Kubro Wahidiyah, Polisi-Panitia Mulai Bersiap




Kapolres Kediri Kota AKBP.Anthon Haryadi dan staff foto bersama dengan KH. Abdul Latif Madjid, selaku pengasuh perjuangan shalawat Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Al-Munadhoroh Kota Kediri.


Wahyu Dadi

Kediri- Jelang pelaksanaan acara Mujahadah Kubro, Yayasan Perjuangan Wahidiyah di Pondok Pesantren Kedunglo Kota Kediri. Panitia pelaksanaan acara meningkatkan koordinasi dengan Polres Kediri Kota terkait sistem keamanan selama acara berlangsung.

Seperti yang diutarakan oleh Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi kepada beritakediri.com. Anthon beserta para staff sempat menemui KH. Abdul Latif Madjid, selaku pengasuh perjuangan shalawat Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Al-Munadhoroh Kota Kediri.

Menurut Anthon, dirinya bertemu dan berkoordinasi dengan panitia terkait sistem pengamanan, lokasi parkir kendaraan jemaah dan pesan kamtibmas kepada para jemaah untuk waspada dan menjaga kemanan diri sendiri selama mengikuti acara Mujahadah Kubro.

"Saya tadi pagi sempat bertemu dengan Romo (KH. Abdul Latif Madjid) dirumahnya dengan panitia dan anggota saya terkait sistem kemanan dan pesan kamtibmas selama mujahadah kubro berlangsung," jelas Anthon. Rabu, (4/4/2018).

Senada dengan Anthon, panitia pelaksana kegiatan Mujahadah Kubro, melalui Humasnya Sodik Kamsudi juga menjelaskan bahwa timnya tengah berusaha melakukan sebuah inovasi baru, mulai dari penempatan jemaah wahidiyah yang semula berada di jalan Kh. Wahid Hasyim, kini panitia akan berupaya semaksimal mungkin membuat Jalan Kh. Wahid Hasyim bebas dari jemaah.

"Kami berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan saran kepolisian guna mempermudah akses masuk lokasi mujahadah, agar peserta jemaah tidak lagi memenuhi jalan KH. Wahid Hasyim Kota Kediri," jelas Sodik.


 Jumpa Pers Antara Panitia Pelaksana dengan Wartawan Kediri Raya

Sodik juga menambahkan jika untuk kegiatan Mujahadah Kubro kali ini pihak panitia juga telah melakukan jumpa pers dan mengajak rekan media untuk mensosialisasikan acara serta mempermudah jalannya peliputan media.

"Iya ini baru pertama kali kami panitia menggelar jumpa pers dan menjelaskan jalannya acara Mujahadah Kubro," imbuh Sodik.

Seperti pelaksanaan Mujahadah Kubro tahun tahun sebelumnya, acara ini akan dihadiri 100 ribu lebih jemaah Wahidiyah dari pelosok negeri. Sehingga juga berdampak pada geliat peningkatan ekonomi warga Kelurahan Bandar Lor dan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Rencananya, prosesi acara Mujahadah Kubro  akan berlangsung mulai Rabu (4/4/2018) hingga Minggu, (8/4/2018) mendatang di Ponpes Kedunglo Al-Munadhoroh Kota Kediri

Satpol PP Kota Kediri Hentikan Pemasangan Instalasi Provider Internet


Satpol PP Kota Kediri Hentikan Pemasangan Instalasi Provider Internet

Wahyu Dadi

 Kediri -  Adu mulut sempat mewarnai upaya penghentian pemasangan inatalasi provider internet oleh anggota Satpol PP Kota Kediri di Jalan Semeru Kediri.

Pemasangan kabel jaringan internet tersebut ditengarai adalah milik Fiber Star, pihaknya mengaku telah memilki rekomendasi dari propinsi maupun pemerintah daerah

Paryono Paryadi, konsultan pemasangan kabel Fiber Star mengaku, pihaknya tidak berani bekerja sebelum memegang rekomendasi dari dinas terkait. "Kita sudah pegang rekomendasi dari dinas PU. Makanya kita berani pasang kabel ini," jelasnya Rabu (3/4/2018).

Ia menjelaskan, selain di wilayah Kota Kediri, untuk titik jalur Provinsi pihaknya juga sudah memiliki izin resmi dari balai besar jalan provinsi. "Saat ini kita pasang terlebih dahulu untuk jalur Provinsi, untuk jalur ini ada 13 titik. Sementara untuk wilayah Kota Kediri masih sebatas rekomendasi, dan ada 18 titik yang diberikan rekomendasi," imbuhnya


Sementara itu, akibat pemasangan kabel tersebut juga dikeluhkan warga. Sejumlah warga keberatan dengan pemasangan tiang berwarna hitam dengan pucuk atas bercat merah muda. Sebab, pemasangan tiang terkesan asal hingga berada di trotoar jalan. Ada beberapa titik trotoar yang rusak akibat pemasangan tiang, bahkan juga merusak saluran air milik PDAM.

Fony (25) salah satu warga di Kecamatan Mojoroto mengaku, belum pernah mendapat pemberitahuan tentang pemasangan tiang jaringan internet milik Fiber Star. Pihaknya bahkan sempat menegur petugas yang sedang melakukan pemasangan tiang karena merusak saluran PDAM.

"Kami sempat memperingatkan petugas yang sedang memasang jaringan kabel untuk segera memperbaiki kebocoran saluran air PDAM. Namun hanya dijawab akan melaporkannya ke atasan terlebih dahulu," kata Fony.


Kepala Satpol PP Kota Kediri, Ali Mukhlis menegaskan, pihak proveder belum mendapatkan izin dalam memasang tiang jaringan milik Fiber Star. Itu sebabnya, Satpol PP memberikan teguran tertulis (SP1) untuk menghentikan. "Sudah kita beri SP 1 untuk providernya, agar dihentikan sementara," tegasnya.

Sementara itu, beberapa orang pekerja yang sedang memasangan jaringan kabel di Jalan Semeru, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojororo, Kota Kediri ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui persoalan izin. Mereka mengaku, hanya sebagai pekerja biasa yang ditugaskan untuk memasang tiang dan jaringan kabel fiber star.

Sekedar diketahui, sesuai pantauan, pemasangan tiang dan jaringan fiber star tersebut merata di wilayah Kecamatan Mojoroto. Proses pemasangan berjalan kurang lebih sebulan terakhir.

Akibat Puting Beliung, Atap Rumah Warga Terbang Sejauh 100 Meter



Wahyu Dadi

Kediri- Hujan lebat yang disertai angin kencang membuat 50 an rumah warga di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri rusak, mulai dari sekedar genting jatuh, atap rusak hingga sebuah warung kopi ambruk.

Seperti yang terjadi di  RW 2 dan 3 Dusun Kolak Utara, Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Pada Minggu, (1/4/2018) petang. Hujan lebat disertai angin puting beliung  merusak rumah warga.

Ketua RT 2/RW 3, Takim (50) saat ditemui wartawan membenarkan adanya rumah rusak akibat puting beliung. Menurut Takim,  ada sekitar 50 hingga 80 rumah yang rusak. Bahkan atap teras rumah dan ruang keluarga Takim juga hancur tersapu angin puting beliung.

"Iya ini di Dusun Kolak Utara, Desa Wonorejo banyak rumah warga yang rusak, khususnya warga RW 2 dan 3, mulai dari genting rusak, warung roboh, hingga seluruh atapnya hilang terbawa angin," Ucap Takim. Senin, (2/4/2018).

Hal senada dialami oleh Udin (37), atap rumahnya terpaksa rusak dan hilang disapu kencangnya angin puting beliung. Saat itu, Minggu sore hujan deras, dirinya dan anak istri sedang berada di ruang keluarga. Hujan sangat lebat itu berlangsung sekitar 30 menit saja, ketika atap rumahnya yang terbuat dari besi galvalum terdengar suara gemuruh disusul dengan atap yang hilang tersapu angin, sontak rumahnya langsung terguyur hujan lantaran atap rumahnya raib.

"Saya dan keluarga sedang berkumpul, karena hujan deras, tiba tiba di atap ada suara gemuruh kencang disertai atap saya hilang, terbang terbawa angin. Otomatis seluruh rumah saya basah terguyur hujan," jelas Udin.



 Udin dibantu warga sekitar rumah nampak sedang berbenah dan membongkar besi galvalum atap rumahnya yang terlempar sejauh 100 meter dari rumahnya. 

"Saya dan warga lainnya bingung jika terjadi hujan deras lebat, karena atap rumah saya hilang terbawa angin hingga 100 meter jauhnya " imbuh Udin.

Udin dan sejumlah warga lainnya berharap bantuan pemerintah dalam hal ini Pemkab Kediri, karena warga khawatir jika terjadi hujan,  rumah dan isinya akan basah terguyur hujan tanpa ada atap yang menaunginya.